Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Di Balik Gelombang Duka: Sentuhan Kemanusiaan Polisi untuk Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 di Malang

badge-check

Di Balik Gelombang Duka: Sentuhan Kemanusiaan Polisi untuk Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 di Malang Perbesar

KlikMojok – Senja merayap perlahan di Desa Bunutwetan, Pakis, saat sebuah ketukan di pintu memecah keheningan. Bukan kabar yang ditunggu-tunggu, melainkan kehadiran jajaran kepolisian dari Polres Malang. Mereka datang bukan dengan seragam lengkap untuk penegakan hukum, melainkan membawa belasungkawa dan tali asih, menjadi jembatan harapan di tengah gelombang duka yang tak berkesudahan bagi keluarga Sulisman, salah satu dari empat warga Kabupaten Malang yang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kunjungan ini adalah bagian dari upaya Polres Malang untuk memastikan komunikasi dan pendampingan psikologis tetap terjalin erat dengan keluarga yang kehilangan.

Keempat korban yang berdomisili di Kabupaten Malang tersebut adalah Sulisman dari Pakis, Agus Ribut Setyabudi dari Pakisaji, Bambang dari Tirtoyudo, dan M Ali Imron dari Gondanglegi. Mereka semua adalah sopir yang tengah mengarungi Laut Jawa, dalam perjalanan menuju Banjarmasin, ketika musibah itu menyergap. Kapal motor nahas, KM Virgo Transport 8, mengalami kecelakaan di perairan Masalembu pada 13 September 2026, menjadikannya tragedi maritim yang menyisakan luka mendalam bagi banyak keluarga.

Dalam upaya menenangkan hati yang resah, jajaran Polsek setempat—Pakis, Pakisaji, Tirtoyudo, dan Gondanglegi—mendatangi keluarga secara langsung. Lebih dari sekadar kunjungan formal, polisi mendengarkan setiap perkembangan informasi yang diterima keluarga, sekaligus menyampaikan dukungan moral yang tak ternilai selama proses pencarian dan identifikasi yang panjang dan melelahkan. Ini adalah cerminan dari peran kepolisian yang melampaui tugas penegakan hukum, merangkul dimensi kemanusiaan yang mendalam.

Di Desa Bunutwetan, Pakis, Jumat (25/9/2026) malam, Kapolsek Pakis AKP Bambang Subinajar bersama personelnya tak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian. Sebuah gestur kecil yang berarti besar bagi keluarga yang sedang berjuang melawan ketidakpastian. Tak jauh berbeda, di Pakisaji, Kapolsek AKP Sunarko Rusbianto bersama personelnya juga menyambangi keluarga Agus Ribut Setyabudi. Keluarga korban menyatakan terima kasih atas kehadiran polisi, yang mereka rasakan sebagai uluran tangan di tengah penantian kabar mengenai orang terkasih mereka.

Sementara itu, Kapolsek Tirtoyudo Iptu Wempy mengunjungi keluarga Bambang di Desa Wonoagung. Dari kunjungan ini, polisi memperoleh informasi bahwa keluarga telah mengambil langkah proaktif dengan mendatangi posko Basarnas di Perak, Surabaya, dan menyerahkan sampel DNA. Langkah ini krusial untuk membantu proses identifikasi yang membutuhkan data ante mortem dari keluarga untuk dicocokkan dengan data post mortem dari jenazah yang ditemukan. Di Gondanglegi Wetan, Kapolsek Gondanglegi AKP Lukman Hudin juga menemui keluarga M Ali Imron, yang masih setia menanti kepastian serta hasil identifikasi dari tim SAR, sebuah penantian yang menguras energi dan emosi.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menegaskan bahwa kunjungan-kunjungan ini dilakukan untuk memastikan keluarga korban tetap mendapatkan pendampingan dan akses komunikasi yang jelas dengan kepolisian. “Kami ingin keluarga korban mendapatkan dukungan dan informasi yang jelas selama proses pencarian. Polsek jajaran akan terus berkomunikasi dengan keluarga dan membantu menghubungkan apabila ada perkembangan dari pihak terkait,” kata Budiono, Minggu (27/9/2026).

Beliau menambahkan bahwa kepolisian siap membantu mengoordinasikan informasi yang diterima keluarga terkait proses pencarian maupun identifikasi korban. Ia juga mendorong keluarga untuk tidak ragu menyampaikan informasi yang mereka terima kepada kepolisian agar dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait. “Kalau keluarga mendapatkan informasi terkait keberadaan korban atau perkembangan lainnya, segera sampaikan kepada petugas. Kami akan membantu mengoordinasikan informasi tersebut,” ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi informasi dua arah.

Tragedi KM Virgo Transport 8, yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, mengangkut total 243 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Hingga Sabtu (26/9) malam, Basarnas mencatat 172 orang telah ditemukan dalam operasi pencarian yang telah memasuki hari ke-14. Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil selamat, sementara 64 orang meninggal dunia, dan 71 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses identifikasi korban meninggal terus dilakukan oleh Tim DVI dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dan data post mortem, dengan Polri juga meminta keluarga melengkapi data serta sampel DNA.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan informasi yang diterima keluarga benar dan berasal dari sumber resmi. Kami akan terus mendampingi dan menjaga komunikasi dengan keluarga selama proses ini berlangsung,” pungkas Budiono. Kunjungan-kunjungan ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah pelajaran tentang empati, manajemen krisis yang humanis, dan pentingnya kehadiran negara di saat-saat paling rentan bagi warganya. Ia mengukir pesan bahwa di tengah badai duka, uluran tangan dan komunikasi yang tulus adalah pelita yang tak akan padam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Peken Wilwatikta ke Rumah: Merajut Kebugaran dan Kebersamaan Keluarga di Mojokerto

27 Sep 2026 - 21:06 WIB

Dari Peken Wilwatikta ke Rumah: Merajut Kebugaran dan Kebersamaan Keluarga di Mojokerto

Umla Wisuda 867 Mahasiswa, Buka Lebar Pintu Karier Internasional dan Kembangkan Institusi

27 Sep 2026 - 21:06 WIB

Umla Wisuda 867 Mahasiswa, Buka Lebar Pintu Karier Internasional dan Kembangkan Institusi

Tafsir Al-Maidah Ayat 17-18: Mengungkap Kekeliruan Menempatkan Makhluk di Posisi Ketuhanan

27 Sep 2026 - 21:05 WIB

Tafsir Al-Maidah Ayat 17-18: Mengungkap Kekeliruan Menempatkan Makhluk di Posisi Ketuhanan

Ketika Gunung Sampah Membara: Pertarungan Melawan Api di TPA Belahantengah Mojokerto

27 Sep 2026 - 18:46 WIB

Ketika Gunung Sampah Membara: Pertarungan Melawan Api di TPA Belahantengah Mojokerto

Ketika Hujan Tak Lagi Menyimpan Janji: Kerentanan Jawa Barat di Tengah Krisis Air dan Kerusakan DAS

27 Sep 2026 - 18:45 WIB

Ketika Hujan Tak Lagi Menyimpan Janji: Kerentanan Jawa Barat di Tengah Krisis Air dan Kerusakan DAS
Trending di Pendidikan