Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Ketika Senandung Malam Terhenti di Trotoar: Kisah Kelelahan dan Roda Penyanyi Dangdut Tulungagung

badge-check

Ketika Senandung Malam Terhenti di Trotoar: Kisah Kelelahan dan Roda Penyanyi Dangdut Tulungagung Perbesar

KlikMojok – Pukul 03.15 WIB, ketika sebagian besar kota masih lelap dalam tidur, jalanan di selatan Alun-alun Tulungagung menjadi saksi bisu sebuah insiden yang nyaris merenggut nyawa. Sebuah mobil Honda Brio berwarna merah dengan nomor polisi AG 1621 R, yang dikemudikan oleh SOV (27), seorang penyanyi dangdut kenamaan dari Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, tiba-tiba menabrak trotoar dan terguling. Kecelakaan mobil ini bukan hanya sekadar laporan lalu lintas, melainkan cerminan dari tuntutan hidup dan bahaya kelelahan yang mengintai di balik roda kemudi.

Kehidupan seorang seniman, terutama penyanyi dangdut, seringkali diwarnai jadwal padat dan jam kerja yang tak mengenal waktu. Pentas yang berakhir larut malam, perjalanan antar kota, dan persiapan yang menguras energi, menjadi bagian tak terpisahkan dari profesi ini. Diduga kuat, kelelahan akut dan rasa kantuk yang tak tertahankan menjadi pemicu utama insiden dini hari itu. SOV, yang baru saja dalam perjalanan pulang, tampaknya tak mampu lagi melawan godaan mata yang ingin terpejam.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Armando Satya Putra Permana, menjelaskan kronologi kejadian. “Mobil melaju dengan kecepatan rendah, usai menabrak trotoar mobil kemudian terguling,” ujarnya, menguraikan detik-detik menegangkan tersebut. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan polisi, tidak ditemukan adanya bekas pengereman di lokasi. Ini mengindikasikan bahwa pengemudi kemungkinan besar tidak sempat bereaksi atau kehilangan kesadaran sesaat sebelum benturan.

Beruntungnya, kecepatan mobil yang tidak terlalu tinggi meminimalisir dampak kerusakan. Meskipun mobil terguling, kerugian material yang ditimbulkan tidaklah parah. Hanya spion bagian kiri mobil yang patah dan tie rod yang rusak. “Kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta, untuk korban selamat hanya mengalami luka lecet dan syok,” tutur Ipda Armando, memberikan kabar melegakan tentang kondisi SOV yang hanya mengalami luka ringan dan trauma pasca-kejadian. Ini adalah pengingat betapa tipisnya batas antara keselamatan dan bahaya di jalan raya, terutama saat tubuh sudah mencapai batas ambang kelelahan.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan secara definitif penyebab kecelakaan tersebut. Namun, dugaan awal polisi sangat kuat mengarah pada kondisi fisik pengemudi. “Proses penyelidikan masih berlangsung, dugaan sementara pengemudi kelelahan dan mengantuk,” pungkas Ipda Armando. Insiden ini menjadi sorotan, tidak hanya bagi komunitas hiburan di Tulungagung, tetapi juga bagi kita semua, akan pentingnya kesadaran terhadap bahaya mengemudi dalam keadaan lelah. Kisah SOV adalah pengingat bahwa di balik gemerlap panggung dan sorot lampu, ada perjuangan pribadi dan risiko yang tak terlihat, menuntut kita untuk selalu memprioritaskan istirahat yang cukup demi keselamatan di jalan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Pipa Bocor Panjang Jiwo: Pelajaran Kesiapan Warga Surabaya Selatan Menghadapi Gangguan Air PDAM

17 Okt 2026 - 18:47 WIB

Di Balik Pipa Bocor Panjang Jiwo: Pelajaran Kesiapan Warga Surabaya Selatan Menghadapi Gangguan Air PDAM

Pelatihan IMAM Muhammadiyah Lumajang Tekankan Tiga Kriteria Penting Takmir Masjid: Pinter, Bener, Kober

17 Okt 2026 - 18:45 WIB

Pelatihan IMAM Muhammadiyah Lumajang Tekankan Tiga Kriteria Penting Takmir Masjid: Pinter, Bener, Kober

Membangun Perspektif Futuristik: Peran Strategis Perempuan Nasyiatul Aisyiyah dalam Pembangunan Berkelanjutan

17 Okt 2026 - 18:44 WIB

Membangun Perspektif Futuristik: Peran Strategis Perempuan Nasyiatul Aisyiyah dalam Pembangunan Berkelanjutan

Fajar yang Membara di Madiun: Saat 13 Ribu Anak Ayam Jadi Abu, Harapan Peternak Luluh Lantak

17 Okt 2026 - 15:19 WIB

Fajar yang Membara di Madiun: Saat 13 Ribu Anak Ayam Jadi Abu, Harapan Peternak Luluh Lantak

Jejak Kebangsaan di Tebuireng: Kapolri Ziarah Gus Dur, Merajut Sinergi Ulama dan Umara

17 Okt 2026 - 15:18 WIB

Jejak Kebangsaan di Tebuireng: Kapolri Ziarah Gus Dur, Merajut Sinergi Ulama dan Umara
Trending di Pendidikan