Menu

Mode Gelap
Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter BEM Unair dan Warga Sukolilo Baru Merajut Kampung Berdikari: Kolaborasi Inklusif untuk Kemandirian Pesisir

Pendidikan

SD Almadany Gelar Malam Abata: Menguatkan Takwa dan Tanggung Jawab Sosial Siswa

badge-check


					SD Almadany Gelar Malam Abata: Menguatkan Takwa dan Tanggung Jawab Sosial Siswa Perbesar

KlikMojok – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) di Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam pendidikan karakter melalui penyelenggaraan Malam Almadany Bina Iman dan Taqwa (Malam Abata) #1. Program ini secara khusus dirancang untuk menggembleng para siswa agar memiliki kepribadian yang bertanggung jawab, dengan menanamkan fondasi takwa yang kuat melalui keseimbangan antara hubungan spiritual dengan Tuhan dan interaksi sosial dengan sesama manusia. Acara penting ini berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Suasana di Kelas I Kapuas Gedung Banun Mansur, SD Almadany Gresik, yang biasanya ramai dengan celotehan dan tawa riang anak-anak, mendadak berubah hening. Fokus puluhan siswa tertuju pada satu sosok yang berdiri di depan mereka: Ustaz Sahmun. Ketua Korps Muballigh Muda Muhammadiyah (KM3) Kabupaten Gresik itu hadir dengan sebuah misi edukasi yang sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Sahmun tidak hadir untuk membacakan dongeng pengantar tidur, melainkan membawakan materi utama dalam Malam Abata #1. Tema besar yang diusungnya adalah “Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab.” Melalui materi ini, Sahmun bertekad untuk menanamkan pemahaman krusial kepada para siswa bahwa momen ini adalah kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan kualitas diri ke level yang lebih tinggi.

Dengan gaya bicara yang lugas namun tetap merangkul, Ustaz Sahmun menggarisbawahi urgensi pondasi dalam mencapai derajat takwa. Baginya, takwa bukanlah sekadar kata kosong tanpa makna. “Takwa itu bisa diraih dengan hablum minallah dan hablum minannas,” ujarnya, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara dua dimensi hubungan fundamental bagi setiap individu.

Ustaz Sahmun kemudian memberikan penjelasan mendalam mengenai *hablum minallah*, yang merujuk pada upaya membangun hubungan vertikal yang intim dan harmonis dengan Allah Swt. Ia menjelaskan bahwa cara untuk meraih hubungan baik ini adalah “dengan mengimani dengan seyakin-yakinnya enam rukun iman, serta meyakini dan melaksanakan dengan sesempurna mungkin lima rukun Islam,” terang Sahmun di hadapan para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian.

Ia ingin memastikan bahwa setiap siswa memahami bahwa tanggung jawab utama mereka adalah kepada Sang Pencipta. Kepatuhan pada pilar-pilar keimanan dan keislaman menjadi bukti konkret dari *hablum minallah*, yang merupakan fondasi ruhaniah yang kokoh sebelum seseorang melangkah lebih jauh dalam kehidupannya.

Di sisi lain, dimensi *hablum minannas* berkaitan dengan hubungan horizontal manusia dengan sesamanya. Menurut Sahmun, untuk menjalin hubungan baik ini bukanlah hal yang bersifat samar-samar; terdapat indikator-indikator jelas yang dapat mereka periksa dan evaluasi.

“Indikator pertama, pastikan apakah hubungan murid dengan orang tua sudah baik,” urainya, menegaskan bahwa ini adalah ujian awal kejujuran dan rasa hormat yang esensial. Sahmun juga menambahkan, “Kedua, pastikan apakah hubungan murid dengan guru sudah baik.” Sebagai indikator ketiga yang menunjukkan kedewasaan dalam berelasi, siswa harus bertanya pada diri sendiri: “Pastikan apakah hubungan murid dengan teman, adik, dan kakak kelas sudah baik.” Di sini, Sahmun menempatkan relasi sosial sebagai cerminan nyata dari tanggung jawab karakter.

Waktu berjalan dengan cepat. Setelah sesi materi berakhir, para siswa diberikan kesempatan untuk beristirahat, membiarkan tubuh mereka memulihkan diri sejenak setelah serangkaian aktivitas padat seharian. Mereka tertidur lelap, mungkin bermimpi tentang tantangan dan peluang untuk “naik level” yang baru saja mereka dengar.

Namun, waktu istirahat tidak berlangsung selamanya. Malam belum sepenuhnya berganti ketika jarum jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Suara-suara lembut namun tegas mulai terdengar di koridor gedung sekolah. Para guru dengan sigap membangunkan satu per satu siswa. Tidak ada keluhan yang terdengar, melainkan hanya gerakan perlahan dan mata yang terkantuk-kantuk yang segera tersadarkan oleh tujuan mulia di sepertiga malam terakhir.

Inilah saatnya untuk melaksanakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan: salat Tahajjud. Di tengah keheningan malam yang sunyi, jauh dari hiruk-pikuk dan kebisingan siang hari, para siswa berkumpul kembali. Kegelapan dan kesunyian menjadi latar belakang yang sempurna untuk refleksi diri. Dalam sujud yang panjang dan khusyuk, mereka diajak untuk bersama-sama menundukkan hati dalam *qiyamul lail* dan berdoa.

Momen ini bukan sekadar rutinitas ibadah fisik semata. Lebih dari itu, ini adalah penegasan kembali dari janji tanggung jawab. Para siswa memohon kepada Allah Swt. agar dimudahkan dalam setiap langkah kecil mereka. Mereka berdoa memohon kelancaran dalam menuntut ilmu, sebuah ikhtiar yang panjang dan seringkali penuh rintangan. Ini adalah wujud konkret dari penyerahan diri yang utuh kepada Sang Pencipta.

Melalui Malam Abata #1, SD Almadany dan Ustaz Sahmun menanamkan keyakinan bahwa pendidikan yang sejati merupakan kesatuan yang utuh. Bahwa belajar adalah sebuah ikhtiar yang sungguh-sungguh, doa adalah penguat hati yang rapuh, dan tawakal adalah penyempurna dari segala usaha. Melalui pelaksanaan salat Tahajjud ini, para siswa sedang menguatkan ketiga pilar penting tersebut dalam diri mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan

22 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog

22 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru

22 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo

22 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter

22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Trending di Pendidikan