Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Muhammadiyah Gosari Peringati Hari Santri dengan Salat Istisqa: Ajak Peduli Lingkungan dan Introspeksi Diri

badge-check

Muhammadiyah Gosari Peringati Hari Santri dengan Salat Istisqa: Ajak Peduli Lingkungan dan Introspeksi Diri Perbesar

KlikMojok – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, seluruh warga Muhammadiyah Gosari di Ujungpangkah, Gresik, melaksanakan salat Istisqa. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di halaman Perguruan Muhammadiyah Gosari ini merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, mengingat kondisi cuaca yang semakin panas dan belum adanya tanda-tanda hujan.

Acara salat Istisqa ini melibatkan seluruh keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari siswa-siswi TK Aisyiyah Gosari, MI Muhammadiyah Gosari, SMP Muhammadiyah 11 Ujungpangkah, hingga anggota dan simpatisan warga persyarikatan.

Pelaksanaan salat Istisqa oleh warga ini bukan hanya sebagai upaya spiritual memohon hujan di tengah cuaca ekstrem yang tak kunjung reda, melainkan juga sebagai tindak lanjut atas instruksi yang dikeluarkan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan teknis mengenai tata cara pelaksanaan salat Istisqa yang disampaikan oleh Ir. Aminuddin, perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ujungpangkah. Setelah itu, Nafis Abdulkarim, Lc., yang merupakan Mudir Pondok Pesantren MBS At-Taqwa Gosari, bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat Istisqa tersebut.

Melalui pengarahannya, Ir. Aminuddin memaparkan bahwa salat Istisqa ini diselenggarakan sebagai respons kolektif terhadap kondisi cuaca yang kian memanas dan absennya hujan. Ia mengajak warga Muhammadiyah Gosari untuk memperbanyak doa, istigfar, dan bertobat. Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Seluruh warga berharap agar Allah Swt. segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat luas, sekaligus turut serta menjaga keseimbangan alam.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Nafis Abdulkarim, Lc., menyerukan kepada para jemaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah Swt. Ia mendorong agar setiap individu memperdalam ilmu agama, memperbanyak ketaatan, serta menjauhi segala bentuk dosa dan kemaksiatan. Beliau mengingatkan bahwa ilmu memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan, sementara ketaatan akan menumbuhkan iman itu sendiri. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk selalu bertobat dan berupaya memperbaiki diri demi meraih rida serta keberkahan dari Allah Swt.

Khatib juga mengutip firman Allah Swt. yang termaktub dalam surah Al-A’raf ayat 96, yang berbunyi: “Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” Ayat suci ini berfungsi sebagai pengingat bagi jemaah bahwa keimanan dan ketakwaan merupakan elemen fundamental dalam mengharapkan serta menerima keberkahan dari Allah Swt. dalam setiap aspek kehidupan.

Lebih lanjut, Nafis Abdulkarim mengajak jemaah untuk melihat kondisi cuaca yang semakin panas dan belum turunnya hujan sebagai sebuah momentum berharga untuk melakukan introspeksi diri secara mendalam. Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak istigfar dan memohon ampunan kepada Allah Swt. Sejalan dengan ajakannya, Nafis mengutip firman Allah Swt. dalam surah Nuh ayat 10, yang menyatakan: “Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun.’”

Ayat-ayat berikutnya dari surah Nuh tersebut menjelaskan beragam karunia yang akan dilimpahkan Allah Swt. kepada mereka yang memohon ampunan-Nya. Karunia-karunia itu mencakup turunnya hujan, bertambahnya harta dan keturunan, serta hadirnya kebun-kebun dan sungai-sungai. Para jemaah juga diingatkan bahwa salat Istisqa bukan hanya sekadar sarana untuk memohon hujan melalui doa semata. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini harus dimaknai sebagai momentum krusial untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbanyak amal saleh, serta memperbaiki hubungan baik dengan Allah Swt. maupun sesama manusia.

Khatib juga memberikan peringatan kepada jemaah agar tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan bahwa suatu musibah merupakan hukuman langsung dari Allah terhadap individu atau kelompok tertentu. Sebaliknya, masyarakat diimbau untuk menjadikan setiap peristiwa sebagai bahan evaluasi kolektif guna memperbaiki perilaku dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk menjaga alam meliputi pencegahan pembakaran liar, penghindaran penebangan hutan secara ilegal, serta upaya berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Di samping penekanan pada penguatan iman dan memperbanyak istigfar, khatib turut menyoroti urgensi menjaga silaturahmi dan membiasakan diri untuk bersedekah dengan tulus ikhlas. Umat Islam diimbau untuk senantiasa memelihara hubungan baik dengan keluarga, orang tua, tetangga, dan seluruh elemen masyarakat. Penting pula bagi mereka untuk menyelesaikan setiap perselisihan dengan cara yang baik agar permasalahan tidak berkepanjangan dan merusak tali persaudaraan. Selain itu, umat Islam diajak untuk bersedekah semata-mata demi mengharap rida Allah Swt., bukan untuk mencari pujian dari manusia. Apabila memungkinkan, bersedekah secara sembunyi-sembunyi sangat dianjurkan guna menjaga keikhlasan dan menghindari sifat riya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan kebersamaan yang solid dari warga Muhammadiyah Gosari dalam menghadapi kondisi alam yang sangat membutuhkan turunnya hujan. Keterlibatan aktif lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dan Aisyiyah juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran keagamaan yang efektif bagi generasi muda, membiasakan mereka untuk berdoa, bertobat, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Melalui pelaksanaan salat Istisqa ini, warga Muhammadiyah Gosari sangat berharap agar Allah Swt. segera menurunkan hujan yang melimpah, membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Selain itu, hujan diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang melanda, serta menjaga kelangsungan kehidupan dan kelestarian lingkungan secara menyeluruh.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Langit Malang Dikepung Asap: Meredakan Sesak Warga Terdampak Kebakaran TPA Supit Urang

24 Okt 2026 - 06:11 WIB

Ketika Langit Malang Dikepung Asap: Meredakan Sesak Warga Terdampak Kebakaran TPA Supit Urang

Menyemai Kewaspadaan di Mimbar Jumat: Kapolres Mojokerto Kota dan Literasi Digital Melawan Hoaks

24 Okt 2026 - 06:11 WIB

Menyemai Kewaspadaan di Mimbar Jumat: Kapolres Mojokerto Kota dan Literasi Digital Melawan Hoaks

Tanamkan Karakter Santri Sejak Dini: PAUD Aisyiyah I Probolinggo Gelar Tiga Kegiatan Edukatif Peringatan Hari Santri

24 Okt 2026 - 06:10 WIB

Tanamkan Karakter Santri Sejak Dini: PAUD Aisyiyah I Probolinggo Gelar Tiga Kegiatan Edukatif Peringatan Hari Santri

Senyap di Balik Pintu Tertutup: Kisah Kesendirian yang Berakhir Tragis di Mojokerto

23 Okt 2026 - 21:06 WIB

Senyap di Balik Pintu Tertutup: Kisah Kesendirian yang Berakhir Tragis di Mojokerto

Napas Tercekik di Ruang Kemudi: Kisah Evakuasi Dramatis ABK di Pelabuhan Gresik

23 Okt 2026 - 21:05 WIB

Napas Tercekik di Ruang Kemudi: Kisah Evakuasi Dramatis ABK di Pelabuhan Gresik
Trending di Pendidikan