KlikMojok – PAUD ‘Aisyiyah I Kota Probolinggo, Jawa Timur, menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif yang berkesan pada peringatan Hari Santri Nasional, Jumat, 23 Oktober 2026. Tiga kegiatan utama ini dirancang untuk menumbuhkan cinta agama, tanah air, serta semangat kebersamaan di kalangan murid-muridnya sejak usia dini.
Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah Apel Kesiapsiagaan Santri. Para murid berpartisipasi dalam apel ini dengan mengenakan busana muslim bernuansa hitam putih yang rapi. Pakaian ini tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga turut menambah semarak peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tahun.
Selama apel, para murid membentuk barisan melingkar mengelilingi bendera Merah Putih, sementara petugas apel mengambil posisi di bawah spanduk peringatan. Dengan penuh semangat dan kekompakan, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu Hari Santri Nasional secara bersama-sama. Aktivitas ini secara khusus bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air sekaligus memperkenalkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak usia dini.
Selanjutnya, Kepala PAUD ‘Aisyiyah I Kota Probolinggo, Aryzana Maharany, M.Pd., menyampaikan amanat dengan gaya sapaan yang ramah dan ceria. Untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan interaktif, Aryzana mengajak seluruh anak-anak untuk mengikuti tepuk anak saleh sebelum ia menjelaskan makna dan pentingnya menjadi seorang santri.
Aryzana kemudian mengawali penjelasannya dengan sebuah pertanyaan retoris kepada para murid. “Anak-anak PAUD Aisyiyah I Kota Probolinggo adalah santri juga, kenapa ya?” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang rutin dilaksanakan setiap pagi, sebelum kegiatan belajar dan bermain dimulai.
Melalui program TPQ tersebut, anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an sebagai bagian integral dari pembiasaan keagamaan. “Jadi, murid PAUD Aisyiyah I Kota Probolinggo juga disebut santri,” jelas Aryzana. Setelah apel kesiapsiagaan berakhir, para murid kembali ke kelas masing-masing untuk mengambil perlengkapan salat mereka.
Kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan salat Duha berjamaah di aula sekolah. Selain membawa perlengkapan salat, setiap murid juga membawa infak yang nantinya akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Melalui kebiasaan ini, sekolah tidak hanya mengenalkan ibadah salat sejak dini, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di antara anak-anak.
Setelah salat Duha, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Festival Hijaz Ceria. Festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka dalam bidang keagamaan. Dalam festival tersebut, para murid menampilkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, hadis pilihan, dan doa sehari-hari yang telah mereka pelajari.
Murid-murid dari kelompok TK A dan TK B mendapatkan kesempatan pertama untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Kemudian, giliran murid dari Kelompok Bermain Qur’ani (KBQ), yaitu kelompok Alif dan Ba’, yang turut memeriahkan kegiatan dengan penampilan mereka. Ustaz Yusuf, yang juga merupakan pembina kegiatan ekstrakurikuler tahfiz di sekolah tersebut, bertugas sebagai juri yang menilai setiap penampilan murid.
Melalui Festival Hijaz Ceria ini, anak-anak memperoleh kesempatan berharga untuk berlatih tampil di depan umum, membangun rasa percaya diri, dan mengembangkan kecintaan yang lebih mendalam terhadap Al-Qur’an serta ajaran Islam.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di PAUD Aisyiyah I tidak berhenti pada apel dan festival hafalan saja. Sebagai penutup yang hangat dan penuh kebersamaan, sekolah menggelar Kembulan Bancaan Santri, sebuah tradisi makan bersama yang menyenangkan.
Dalam tradisi ini, enam murid duduk berkelompok mengelilingi satu nampan besar. Di atas nampan tersebut, tersaji nasi kuning lengkap dengan beragam lauk-pauk yang siap dinikmati bersama. Melalui cara makan seperti ini, anak-anak diajarkan untuk belajar berbagi makanan dan menghargai teman-teman di sekeliling mereka.
Selain itu, momen kebersamaan dalam satu nampan ini memberikan pengalaman sederhana tentang kesetaraan dan kepedulian. Mereka tidak hanya menikmati hidangan lezat, tetapi juga belajar untuk menunggu giliran dan menjaga suasana kebersamaan. Dengan demikian, Kembulan Bancaan Santri menjadi penutup yang menghangatkan seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.
Melalui ketiga rangkaian kegiatan tersebut – Apel Kesiapsiagaan Santri, Salat Duha & Festival Hijaz Ceria, dan Kembulan Bancaan Santri – PAUD Aisyiyah I Kota Probolinggo berhasil menghadirkan peringatan Hari Santri Nasional secara menyenangkan dan edukatif. Apel menumbuhkan cinta tanah air, Festival Hijaz Ceria menguatkan hafalan keagamaan, sedangkan Kembulan Bancaan Santri mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Oleh karena itu, peringatan Hari Santri Nasional di PAUD Aisyiyah I tidak sekadar menjadi seremoni tahunan bagi anak-anak. Sebaliknya, kegiatan tersebut berfungsi sebagai ruang belajar yang efektif untuk mengenal agama, mencintai Indonesia, dan menghargai sesama. Pada akhirnya, nilai-nilai luhur seorang santri tumbuh dan terinternalisasi melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang anak-anak jalani dengan gembira setiap hari.












