KlikMojok – Di lereng Gunung Arjuno, di mana kabut tipis sering menyelimuti hijaunya perbukitan, Kecamatan Pacet di Mojokerto dikenal sebagai oase ketenangan dan destinasi wisata favorit banyak keluarga. Namun, di balik pesona alamnya yang memukau, tersimpan potensi riak yang bisa mengusik kedamaian: gesekan antar perguruan silat yang acap kali terjadi di berbagai wilayah. Untuk meredam potensi konflik dan memastikan denyut pariwisata serta kehidupan warga tetap berjalan tanpa hambatan, Polsek Pacet mengambil langkah proaktif.
Pada hari Jumat, 18 September 2026, Mapolsek Pacet menjadi saksi bisu upaya mitigasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) yang krusial. Bukan sekadar rapat biasa, pertemuan ini adalah jembatan komunikasi yang mempertemukan tokoh-tokoh penting dari berbagai perguruan silat di Kecamatan Pacet. Hadir dalam forum tersebut perwakilan dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Ikatan Keluarga Silat Putera Indonesia (IKS PI), Pagar Nusa, serta Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Ranting Pacet, menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan.
Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya peran serta aktif seluruh perguruan silat dalam menjaga keamanan wilayah. Baginya, situasi yang aman dan kondusif bukanlah hasil kerja satu pihak, melainkan sinergi kolektif dari berbagai elemen masyarakat. “Kami berharap seluruh perguruan silat untuk bersama-sama menjaga wilayah hukum Polsek Pacet tetap aman dan kondusif. Jika terjadi persoalan atau masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian agar segera menghubungi petugas atau layanan Call Center 110. Mari kita semua, terutama di wilayah hukum Pacet menjaga kamtibmas,” ungkapnya, menyerukan ajakan untuk berkolaborasi dan saling menjaga.
Pertemuan ini melampaui sekadar ajang silaturahmi. Ia menjadi sarana vital untuk membangun komunikasi langsung dan terbuka antara pihak kepolisian dengan para tokoh perguruan silat. Komunikasi semacam ini dinilai esensial guna mengantisipasi kesalahpahaman maupun persoalan kecil di lapangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar dan merugikan semua pihak. AKP Khoirul Umam juga secara tegas mengingatkan para tokoh agar kejadian masa lalu yang sempat memberikan citra kurang baik tidak kembali terulang. Ia berharap setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog, komunikasi, dan koordinasi yang efektif.
Menjaga keamanan Kecamatan Pacet, lanjut Khoirul Umam, adalah kepentingan bersama yang tak bisa ditawar. Terlebih, wilayah ini merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Mojokerto yang setiap harinya banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Citra damai dan ramah menjadi modal utama bagi industri pariwisata Pacet. “Kecamatan Pacet merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Mojokerto yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Mari sekali lagi kita jaga kekompakan, kita jaga keguyuban, kita jaga bersama Pacet agar selalu nyaman, damai, dan menjadi prioritas bagi warga luar sebagai tempat berkunjung karena Pacet terkenal akan keindahan, kedamaian, serta keguyuban warga masyarakatnya,” tandasnya, menggambarkan visi Pacet sebagai destinasi yang aman dan nyaman.
Komitmen kuat dari kepolisian ini mendapat sambutan positif dari perwakilan perguruan silat. Yoyok, salah satu pelatih dari PSHT Ranting Pacet, menyatakan kesiapan penuh perguruannya untuk menjaga kerukunan dan bersinergi dengan pihak kepolisian. “Kami dari pihak PSHT Ranting Pacet berkomitmen penuh untuk saling menjaga kerukunan antar-perguruan silat dan siap bersinergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Pacet,” katanya, menegaskan dukungan dari salah satu perguruan besar.
Yoyok menambahkan, komunikasi akan selalu menjadi langkah utama apabila terjadi kesalahpahaman atau persoalan yang melibatkan anggota perguruan silat. Dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi, ia berharap setiap riak atau gesekan dapat segera diredam dan diselesaikan sebelum membesar. Kesepakatan untuk mengedepankan dialog ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya harmoni yang berkelanjutan di Pacet, memastikan bahwa semangat persaudaraan dan kekeluargaan tetap menjadi pilar utama di tengah beragamnya organisasi seni bela diri tradisional tersebut.












