KlikMojok – Imagine hiruk-pikuk jalanan Kabupaten Malang di pagi atau sore hari, saat mobilitas mencapai puncaknya. Di tengah deru mesin dan klakson yang bersahutan, terselip potensi bahaya yang tak kasat mata, menanti kelalaian atau ketidakdisiplinan. Menyadari kompleksitas ini, Kepolisian Resor Malang tak berdiam diri. Mereka merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari relawan ambulans yang siaga di garis depan, Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) yang sigap mengurai kemacetan, hingga para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari bersentuhan langsung dengan aspal jalanan. Inisiatif ini bertujuan tunggal: memperkuat ketertiban dan keselamatan berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan yang kerap merenggut nyawa dan masa depan di wilayah Kabupaten Malang.
Komitmen kolektif ini bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan dalam sebuah apel sinergi yang sarat makna, bertempat di halaman Mapolres Malang pada Senin, 21 September 2026. Acara tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kolaborasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem lalu lintas yang lebih aman dan beradab.
Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, dengan tegas menggarisbawahi urgensi peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya dalam mewujudkan keselamatan yang paripurna di jalan raya. Sinergi ini, menurutnya, adalah fondasi penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Hari ini merupakan wujud sinergi antara Polri dan berbagai elemen masyarakat. Ke depan, ada sejumlah agenda besar yang akan kita hadapi. Saya mengajak rekan-rekan relawan ambulans, Supeltas, dan ojol untuk bersama-sama menjadi contoh sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” kata Rulian saat memimpin apel dengan sorot mata penuh harap.
Ia menambahkan, ketidakdisiplinan pengguna jalan seringkali menjadi pemicu utama insiden tragis. Sebuah kelalaian kecil bisa berujung pada malapetaka besar. Oleh karena itu, para relawan dan pengemudi ojol diharapkan bukan hanya menjadi saksi, melainkan agen perubahan yang menyebarkan virus positif disiplin di setiap sudut jalan.
Pesan Rulian melampaui sekadar aturan; ia menyentuh sisi kemanusiaan. “Mari kita mulai dari hal kecil, dari diri sendiri, dan mulai saat ini. Gunakan helm, patuhi rambu-rambu lalu lintas, serta jangan arogan saat berkendara. Terlebih pada jam pulang kerja ketika kondisi fisik mulai lelah dan emosi lebih mudah terpancing. Ingat, ada keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat,” tuturnya, mengingatkan akan nilai-nilai luhur di balik setiap perjalanan.
Tak hanya seruan moral, sinergi ini juga dibarengi dengan dukungan konkret. Kasat Lantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menjelaskan bahwa kegiatan apel tersebut juga menjadi momen penyerahan bantuan operasional secara simbolis.
Bantuan tersebut berupa seragam, jaket, dan medical kit yang diserahkan kepada relawan ambulans, memastikan mereka lebih siap dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Sementara itu, anggota Supeltas menerima kaos dan rompi keselamatan, penanda identitas dan pelindung saat bertugas. “Pemberian perlengkapan ini diharapkan dapat menambah semangat dan memperkuat kebersamaan rekan-rekan dalam mendukung tugas Polri di lapangan, khususnya membantu pengaturan lalu lintas di sejumlah titik padat,” ujar Chelvin, menekankan pentingnya sinergi yang berkesinambungan.
Setelah seremoni apel, para peserta tak lantas bubar. Mereka dibekali dengan pelatihan teknis yang relevan dan krusial. Relawan ambulans dan pengemudi ojol mendapatkan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dari tenaga kesehatan profesional dari Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Hermina, membekali mereka dengan kemampuan vital saat menghadapi insiden. Di sisi lain, anggota Supeltas kembali diasah kemampuannya melalui pembekalan ulang mengenai tata cara pengaturan arus lalu lintas, sebuah keahlian yang sangat dibutuhkan untuk mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran di titik-titik rawan kemacetan di seluruh Kabupaten Malang.
Melalui jalinan sinergi yang kuat antara Polres Malang dan seluruh elemen masyarakat ini, sebuah harapan besar tersemat: bahwa setiap individu di Kabupaten Malang dapat menjadi bagian integral dari upaya kolektif, mewujudkan lalu lintas yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga berkeselamatan bagi semua. Ini bukan hanya tentang penegakan hukum, melainkan tentang membangun kesadaran bersama, menciptakan budaya disiplin, dan pada akhirnya, menyelamatkan nyawa di setiap kilometer jalan.












