Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Perayaan Hari Batik Nasional di SD Muri: Lapangan Sekolah Berubah Panggung Edukasi Batik Penuh Gaya

badge-check

Perayaan Hari Batik Nasional di SD Muri: Lapangan Sekolah Berubah Panggung Edukasi Batik Penuh Gaya Perbesar

KlikMojok – Lapangan SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) di Gresik pada Jumat, 2 Oktober 2026, berubah menjadi panggung peragaan busana yang semarak. Momen istimewa ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Siswa-siswi dari kelas I hingga VI tampil bergantian memamerkan beragam motif dan warna batik, mulai dari gaya yang malu-malu hingga aksi berlenggak-lenggok penuh percaya diri di hadapan para juri. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Ayesha Ikmalina Gayatri, siswi kelas II Al-Fattah, yang anggun mengenakan busana batik berpadu brokat merah.

Peragaan busana ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Batik Nasional di SD Muri. Sebelumnya, sekolah telah menyelenggarakan berbagai kompetisi yang melibatkan kreativitas siswa. Untuk siswa kelas I dan II, diadakan lomba mewarnai motif batik, sementara siswa kelas III hingga VI ditantang untuk menggambar motif batik kreasi mereka sendiri.

Sejak pagi hari Jumat itu, suasana di lingkungan sekolah sudah tampak berbeda dan meriah. Seluruh elemen sekolah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan, kompak mengenakan busana batik. Hal ini menciptakan pemandangan yang indah, di mana beragam corak dan motif batik memenuhi setiap sudut sekolah, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Riza Agustina Wahyu Setiawati, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SD Muhammadiyah 1 Kebomas, menjelaskan bahwa peringatan Hari Batik Nasional di sekolahnya memiliki makna yang lebih dalam. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni mengenakan pakaian batik semata.

Beliau menegaskan, “Melalui peringatan Hari Batik Nasional ini, kita ingin generasi muda memahami bahwa batik bukan sekadar pakaian formal, melainkan memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas bangsa yang harus terus dijaga.”

Seluruh siswa dari kelas I hingga VI berpartisipasi aktif dalam peragaan busana ini. Mereka secara bergantian melangkah ke tengah lapangan sekolah, menampilkan busana batik yang telah mereka pilih sendiri, menunjukkan keunikan gaya masing-masing.

Berbagai macam gaya dan ekspresi terlihat selama peragaan. Beberapa siswa terlihat berjalan dengan malu-malu, sementara yang lain tampil dengan percaya diri, berlenggak-lenggok layaknya model profesional. Bahkan, ada pula siswa yang menunjukkan kreativitas dengan berjalan mundur atau berlari kecil sebelum bergabung kembali ke barisan, menambah semarak suasana.

Yang istimewa, siswa-siswi berkebutuhan khusus juga turut mendapatkan kesempatan yang setara untuk menunjukkan bakat dan kebanggaan mereka dalam peragaan busana batik ini, menegaskan inklusivitas acara.

Kehadiran beragam corak batik yang dikenakan oleh para siswa berhasil menciptakan suasana lapangan sekolah yang semakin semarak dan penuh warna. Melalui kegiatan peragaan busana ini, SD Muri tidak hanya memperkenalkan batik melalui aktivitas menggambar dan membuat motif, tetapi juga secara langsung melalui busana yang dikenakan oleh setiap peserta, memberikan pengalaman nyata tentang keindahan batik.

Proses penilaian untuk lomba peragaan busana ini dilakukan oleh para guru dengan menerapkan sistem silang antarkelas yang unik. Sebagai contoh, ketika siswa kelas I tampil, penilaian dilakukan oleh wali kelas II. Sistem serupa juga diterapkan untuk kelas-kelas lainnya, di mana setiap kelas dinilai oleh wali kelas dari tingkatan yang berbeda.

Meskipun para juri berasal dari kelas yang berbeda, kriteria penilaian yang digunakan tetap seragam untuk memastikan objektivitas. Para pemenang akan ditentukan berdasarkan fase, dengan masing-masing kategori akan memilih juara I, II, dan III.

Namun, hingga seluruh rangkaian kegiatan peragaan busana berakhir, daftar nama pemenang lomba belum diumumkan kepada publik.

Sheraa Iswanda, S.Pd., yang menjabat sebagai Ketua Panitia lomba, menginformasikan bahwa pengumuman hasil kompetisi akan dilaksanakan pada saat apel pagi hari Senin, 5 Oktober 2026.

Dengan demikian, para siswa masih harus bersabar menanti untuk mengetahui siapa saja yang berhasil meraih gelar juara dalam rangkaian lomba peringatan Hari Batik Nasional tahun ini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Sumber Kehidupan Mengering: Kisah Perjuangan Warga Jatigunung Melawan Kekeringan Ekstrem dan Pelajaran dari El Nino

4 Okt 2026 - 21:06 WIB

Ketika Sumber Kehidupan Mengering: Kisah Perjuangan Warga Jatigunung Melawan Kekeringan Ekstrem dan Pelajaran dari El Nino

Jejak Api di Aspal Cerme Lor: Kisah Grand Livina yang Terbakar dan Pelajaran Perawatan Kendaraan

4 Okt 2026 - 21:05 WIB

Jejak Api di Aspal Cerme Lor: Kisah Grand Livina yang Terbakar dan Pelajaran Perawatan Kendaraan

Mengatasi Paradoks ‘Malaikat’ di Sekolah: Suhadi Fadjaray Bagikan Kiat Harmoni Keluarga bagi Guru

4 Okt 2026 - 21:03 WIB

Mengatasi Paradoks ‘Malaikat’ di Sekolah: Suhadi Fadjaray Bagikan Kiat Harmoni Keluarga bagi Guru

Tragedi Subuh di Jombang: Ketika Arah Berlawanan Merenggut Nyawa, Refleksi Keselamatan Berkendara

4 Okt 2026 - 18:44 WIB

Tragedi Subuh di Jombang: Ketika Arah Berlawanan Merenggut Nyawa, Refleksi Keselamatan Berkendara

Nyala Merah di Kaki Lawu: Pelajaran dari Api Sepekan di Hutan Pinus Ngawi

4 Okt 2026 - 18:44 WIB

Nyala Merah di Kaki Lawu: Pelajaran dari Api Sepekan di Hutan Pinus Ngawi
Trending di Pendidikan