KlikMojok – Di tepian laut Surabaya, sebuah kolaborasi penting terjalin antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) melalui program “Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (Aksara) 2026” dengan warga pesisir. Peran krusial seorang jurnalis dari Tagar.co, Tri Eko Sulistiowati, menjadi jembatan utama dalam membangun kemitraan media ini, memastikan setiap langkah pengabdian terdokumentasi dan terpublikasi secara luas.
Kehangatan sebuah pertemuan awal terasa di kediaman Hanafi, Ketua RW 002 Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, pada Jumat malam, 21 Agustus 2026. Momen “Rembuk Rasa” ini mempertemukan warga pesisir dengan puluhan mahasiswa BEM Unair, menaburkan harapan akan sebuah pergerakan besar di masa depan.
Namun, setiap inisiatif besar memerlukan saluran yang efektif agar pesannya dapat bergaung luas. Kisah kemitraan ini mulai terajut pada Sabtu pagi, 22 Agustus, ketika ponsel jurnalis Tri Eko Sulistiowati menyala, menampilkan pesan dari salah satu perwakilan mahasiswa.
Nabila, perwakilan dari BEM Unair, memperkenalkan diri melalui pesan WhatsApp, menulis, “Halo, selamat pagi Bunda Tri. Perkenalkan saya Nabila, perwakilan dari teman-teman di Unair yang semalam melakukan survei.”
Tanpa menunda, Tri Eko segera mengirimkan tautan berita yang baru saja ia tulis setelah rapat koordinasi semalam. Artikel berjudul “Gelar Rapat PKK di Kediaman Ketua RW 02 Sukolilo Baru, Warga Matangkan Rencana Kampung Pancasila dan Sambut BEM Unair” itu telah tayang di portal jurnalisme warga KIM Bahari Sukolilo Baru.
Nabila tampak terkejut dan mengungkapkan kekagumannya di balik layar ponsel. Ia menulis, “Wah, cepat sekali ya, Bun. Ini channel milik Bunda pribadi kah? Wah, terima kasih banyak ya, Bunda. Sudah membantu kami untuk masuk ke portal-portal berita. Saranghae Bunda!” disertai emotikon hati.
Nabila bukan hanya membawa program kerja yang kaku, melainkan juga memiliki harapan besar agar upaya rekan-rekannya dapat tersiar luas. Ia bercita-cita agar pengabdian ini bisa diliput oleh stasiun televisi nasional atau media cetak berskala besar.
Dengan ketulusan, Nabila mengungkapkan harapannya, “Dan semoga kampung nelayan semakin banyak yang melirik, terkhusus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Avicenna.”
Sore harinya, Nabila memberanikan diri mengajukan tawaran kolaborasi. Ia bertanya, “Bunda permisi mau tanya. Apakah Bunda bersedia kalau KIM Bahari menjadi media partner Airlangga Dekat Masyarakat Surabaya (Aksara) 2026 nggih?”
Tri Eko merespons tawaran tersebut dengan kejutan lain, yakni mengirimkan tautan berita dari media yang jangkauannya lebih luas. Artikel berjudul “Rembuk BEM Unair, Menenun Kampung Berdikari di Sukolilo Baru” itu kini telah terbit di laman resmi Tagar.co, menunjukkan potensi publikasi yang lebih besar.
Artikel yang ditulis dengan apik dan mendalam itu membuat mata Nabila berbinar. Keesokan harinya, dengan rasa penasaran yang besar, ia kembali bertanya, “Assalamualaikum Bunda, izin bertanya. Portal berita ini juga di bawah naungan Bunda kah?”
Tri Eko menjawab jujur, “Waalaikumussalam. Tidak, saya hanya jurnalis.”
Nabila terus mencari jalan, mengejar dengan pertanyaan, “Kalau ingin bermedia partner bagaimana ya, Bun?”
Tri Eko menjelaskan singkat, mengurai birokrasi penulisan yang sederhana namun berdampak, “Saya tulis beritanya terus saya kirim, begitu.”
Hari-hari berlalu, dan aktivitas pengabdian mahasiswa di lapangan semakin intens. Pada Minggu sore, 13 September, kebutuhan mendesak muncul ketika Nabila kembali menghubungi Tri Eko. Ia meminta logo KIM Bahari Sukolilo Baru dan Tagar.co untuk dicantumkan pada banner utama acara Aksara 2026.
Di titik ini, batas wewenang profesional harus dihormati. Sebagai seorang jurnalis, Tri Eko mengarahkan Nabila untuk berkomunikasi langsung dengan pihak redaksi Tagar.co. Ia mengetik, “Maaf kalau untuk Tagar.co sebaiknya njenengan komunikasi dulu dengan Redaksi nggih. Kalau untuk nulis berita saya siap. Tapi wewenang memberi logo itu bukan ranah saya. Bilang saran dari Bunda Tri Eko Sulistiowati dan jelaskan sendiri nggih. Sekalian langsung minta logonya.”
Nabila bertanya untuk memastikan, “Oh gitu, baik Bun. Ini enggak perlu memakai surat nggeh, Bun?”
Tri Eko menyarankan, “Coba njenengan japri dulu.”
Pada malam harinya, Nabila mengabarkan dengan rasa lega bahwa komunikasinya telah berjalan lancar. Ia menyampaikan, “Nggih Bunda, sudah. Terima kasih banyak ya.”
Sejak malam itu, Nabila terhubung langsung dengan Redaktur Pelaksana Tagar.co, Mohammad Nurfatoni. Sambutan hangat dari sang Redaktur terhadap ketulusan laskar Airlangga ini membuahkan hasil, dan izin resmi untuk kemitraan pun berhasil dikantongi.
Sejak saat itu, logo Tagar.co terpatri anggun pada banner kegiatan Aksara 2026 di Kampung Nelayan Sukolilo Baru, bersanding harmonis dengan logo KIM Bahari. Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa sebuah pengabdian di tepi laut tidak akan pernah sepi, selama ada pena yang jujur dan ruang redaksi yang peduli untuk terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat luas. Artikel ini ditulis oleh Jurnalis Tri Eko Sulistiowati dan disunting oleh Sugiran.












