Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Pengalaman Berharga Peserta Tahfidz Camp Spemdalas: Selami Kehidupan Pesantren di Bumi Al-Qur’an Wonosalam

badge-check

Pengalaman Berharga Peserta Tahfidz Camp Spemdalas: Selami Kehidupan Pesantren di Bumi Al-Qur’an Wonosalam Perbesar

KlikMojok – Mengawali rangkaian kegiatan Tahfidz Camp tahun 2026, sebanyak 52 peserta dari Tahfidz Class Program (TCP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik tiba di Pondok Pesantren Bumi Al-Qur’an Wonosalam, Jombang. Kedatangan mereka pada hari Senin, 2 November 2026, disambut hangat dengan kegiatan pembukaan yang dilaksanakan di aula pesantren. Para peserta ini terdiri atas siswa kelas 7 Al-Khawarizmi dan kelas 8 Dubnium.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Ain Nurwindasari, MIRKH, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ustadz KH. Ahmad Ghozali Fadli, M.Pd., selaku pengasuh Pondok Pesantren Bumi Al-Qur’an Wonosalam. Ia mengapresiasi kesempatan yang telah diberikan kepada Spemdalas untuk melaksanakan kegiatan Tahfidz Camp ini selama empat hari ke depan.

“Terima kasih kepada Ustadz Ghozali selaku pengasuh Pondok Pesantren Bumi Al-Qur’an Wonosalam yang telah memperkenankan kami untuk berkegiatan selama empat hari ke depan,” ungkap Ain Nurwindasari. Ia melanjutkan harapannya, “Semoga kegiatan Tahfidz Camp ini berjalan lancar dan anak-anak mendapatkan pengalaman tahfidz yang lebih luas, tidak hanya belajar dengan teman-temannya, tetapi juga bersama para santri di pondok pesantren ini.” Dengan suasana belajar yang berbeda, ia berharap para peserta akan mendapatkan pengalaman baru yang dapat membangun semangat mereka dalam menghafal Al-Qur’an, meningkatkan kedisiplinan, serta membiasakan diri dengan pola hidup sebagai seorang santri.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Al-Qur’an Wonosalam, Ustadz KH. Ahmad Ghozali Fadli, M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk memahami makna di balik nama “Bumi Al-Qur’an.” Menurut beliau, bumi adalah tempat manusia tinggal dan menjalani kehidupannya. Namun, dalam menjalani kehidupan di bumi ini, manusia sangat membutuhkan pedoman agar tidak kehilangan arah, dan pedoman tersebut adalah Al-Qur’an. “Bumi Al-Qur’an, makna bumi adalah tempat kita tinggal. Di bumi ini kita membutuhkan pedoman, yaitu Al-Qur’an,” tuturnya.

Ustadz Ghozali juga mengingatkan para peserta agar menata niat secara menyeluruh atau ‘kaaffah’ saat memasuki lingkungan pesantren. Beliau menjelaskan bahwa mengikuti kegiatan di pesantren bukan sekadar berpindah tempat belajar, melainkan juga merupakan kesempatan emas untuk membangun kesungguhan dalam menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ghozali turut berbagi pengalaman tentang kehidupan santri di pesantren. Ia menjelaskan bahwa para santri di Bumi Al-Qur’an memiliki pembiasaan kemandirian yang cukup kuat. Sebagai contoh, selama dua pekan pertama, santri biasanya tidak diperkenankan berkomunikasi dengan orang tua. Bahkan, selama dua bulan pertama, mereka belum diperbolehkan menerima kunjungan dari keluarga. Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi peserta Tahfidz Camp Spemdalas untuk memanfaatkan kesempatan belajar di pesantren dengan sebaik-baiknya, termasuk membangun kemandirian, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an.

Ustadz Ghozali kemudian menyampaikan terkait tips menghafal yang sudah dijalani oleh para santri. Bagi santri yang sudah hafal 30 juz, ‘riyadhah’ atau latihan harian mereka adalah membaca 30 juz Al-Qur’an setiap hari. Sedangkan bagi santri yang belum hafal seluruhnya, rata-rata ‘riyadhah’ mereka adalah membaca 3 juz Al-Qur’an setiap hari.

Kegiatan Tahfidz Camp 2026 ini berlangsung selama empat hari, yaitu dari tanggal 2 hingga 5 November 2026. Acara ini mengusung tema inspiratif “Ayat di Hati, Cahaya dalam Diri” dan semangat “Menghafal Bersama Cinta, Menjaga dengan Istiqomah, Mengamalkan dalam Kehidupan.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Laut Enggan Bersahabat: Antrean Panjang Membeku di Pelabuhan Ketapang

3 Nov 2026 - 06:11 WIB

Ketika Laut Enggan Bersahabat: Antrean Panjang Membeku di Pelabuhan Ketapang

Kubah Naga dan Garis Polisi: Jejak Konflik di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

3 Nov 2026 - 06:11 WIB

Kubah Naga dan Garis Polisi: Jejak Konflik di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Lumpur dan Layar: Perjuangan Belajar Daring di Sekolah Langganan Banjir Tulungagung

2 Nov 2026 - 21:05 WIB

Lumpur dan Layar: Perjuangan Belajar Daring di Sekolah Langganan Banjir Tulungagung

Pusaran Air yang Merenggut Tawa: Kisah Pilu Anak Tenggelam di Dam Tulungagung

2 Nov 2026 - 21:04 WIB

Pusaran Air yang Merenggut Tawa: Kisah Pilu Anak Tenggelam di Dam Tulungagung

Di Balik 8 Piala Spektra 2026: Ketekunan Drumben TK Aisyiyah 40 PPS dan Pesan Kepala Sekolah

2 Nov 2026 - 21:03 WIB

Di Balik 8 Piala Spektra 2026: Ketekunan Drumben TK Aisyiyah 40 PPS dan Pesan Kepala Sekolah
Trending di Pendidikan