Menu

Mode Gelap
KKN UMM 162: Mahasiswa Ubah Potensi Lokal Bulurejo Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan Lebih dari Sekadar Tawa: Lomba Mancing Kerupuk Ajarkan Ketangkasan dan Kebersamaan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor Keberanian Staf TU MI Muhammadiyah Tempeh Lor Pimpin Mars Muhammadiyah Panggung Kreativitas Tanpa Batas: Semarak Pembukaan Insan Fest 2026 Menuju Milad BQAM ke-12 Persembahan Kelas Akhir Pantai Karangbolong: HUT RI ke-81 Jadi Panggung Edukasi Karakter dan Promosi Wisata Lokal Jejak Tujuh Kata dan Jiwa Persatuan: Kisah Dramatis 18 Agustus 1945

Pendidikan

Pantai Karangbolong: HUT RI ke-81 Jadi Panggung Edukasi Karakter dan Promosi Wisata Lokal

badge-check


					Pantai Karangbolong: HUT RI ke-81 Jadi Panggung Edukasi Karakter dan Promosi Wisata Lokal Perbesar

Pada Senin, 17 Agustus 2026, Pantai Karangbolong di Desa Wisata Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi lokasi yang tak biasa untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kawasan pesisir ini dipilih sebagai ‘panggung’ perayaan yang menghadirkan nuansa berbeda.

Pemerintah Desa Sendang secara khusus memilih area pesisir ini sebagai tempat penyelenggaraan upacara, mengusung tema ‘Merdeka di Ujung Samudra’. Pilihan lokasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan semangat kemerdekaan dengan eksplorasi potensi pariwisata, penguatan pendidikan karakter, serta penumbuhan rasa kebersamaan di kalangan masyarakat.

Sebagai salah satu destinasi wisata populer yang berdekatan dengan Pantai Klayar di Desa Wisata Sendang, Pantai Karangbolong dipilih bukan tanpa alasan. Lokasi upacara ini sekaligus berfungsi sebagai platform strategis untuk mengenalkan dan mempromosikan potensi pariwisata daerah kepada warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

Upacara peringatan HUT ke-81 RI ini diikuti oleh beragam elemen masyarakat. Peserta meliputi perwakilan dari Pemerintah Desa Sendang, berbagai lembaga desa, komunitas lokal, pelaku usaha pariwisata, para pelajar, serta wisatawan yang kebetulan sedang berkunjung atau melakukan perjalanan touring di sekitar Pantai Karangbolong.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sendang, Winarto, S.IP., mengambil peran sebagai inspektur upacara. Sementara itu, pasukan Paskibraka dari SMKN 2 Donorojo mendapatkan kehormatan untuk bertugas sebagai pemimpin upacara sekaligus pengibar bendera Merah Putih.

Pemerintah Desa Sendang memiliki tujuan lebih dari sekadar menugaskan pelajar sebagai petugas upacara. Mereka sengaja menyediakan kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pembelajaran langsung mengenai nilai-nilai penting seperti disiplin, tanggung jawab, semangat nasionalisme, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

Winarto menyampaikan bahwa masyarakat hendaknya memaknai kemerdekaan dengan pemahaman yang lebih mendalam, melampaui sekadar ritual tahunan. Baginya, semangat kemerdekaan seyogianya terwujud dalam upaya kolaboratif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki desa. “Kemerdekaan harus kita maknai dengan semangat kebersamaan. Desa memiliki potensi yang besar, terutama di bidang pariwisata. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama untuk menjaga, mengembangkan dan memberikan manfaat dari potensi tersebut,” ujar Winarto.

Lebih lanjut, ia menerangkan alasan di balik pemilihan tema ‘Merdeka di Ujung Samudra’ oleh Pemerintah Desa Sendang. Tema ini secara simbolis merepresentasikan semangat kemerdekaan yang terus berkobar dan berkembang di wilayah pesisir.

Kendati demikian, Winarto menekankan bahwa potensi alam yang melimpah tidak cukup hanya dinikmati. Penting bagi masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan demi memastikan sektor pariwisata dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam jangka panjang.

Winarto melanjutkan, “Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Kita harus menerjemahkannya dalam kerja nyata, termasuk menjaga lingkungan, mengembangkan potensi wisata dan membangun desa secara bersama-sama.”

Suyanto, S.Pd.I., yang menjabat sebagai Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Sendang sekaligus Sekretaris Desa Sendang, menyatakan bahwa panitia memang sengaja merancang kegiatan ini agar terbuka dan dapat diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, pendekatan konseptual ini berhasil menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai sebuah ajang pertemuan yang inklusif. Melalui kegiatan ini, masyarakat umum, pemerintah desa, pelaku usaha pariwariwisata, berbagai komunitas, generasi muda, dan para wisatawan dapat berinteraksi serta saling bertemu dalam satu acara.

Ia menegaskan, “Kami ingin Karangbolong tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kegiatan masyarakat, edukasi, kebersamaan dan penguatan ekonomi lokal. Semua itu tentu harus berjalan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.”

Setelah upacara peringatan selesai, masyarakat setempat dan para wisatawan diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai permainan yang menghibur (fun game). Selanjutnya, panitia menyajikan hiburan berupa pertunjukan musik langsung, menampilkan genre dangdut dan keroncong, yang dipersembahkan oleh Sastro Musik Entertainment.

Pertunjukan hiburan tersebut berlangsung hingga senja tiba, saat matahari mulai terbenam. Secara bertahap, suasana di Pantai Karangbolong bertransformasi dari kekhidmatan upacara menjadi kemeriahan perayaan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berhasil mempertemukan berbagai elemen dalam satu wadah. Mulai dari pemerintah desa, masyarakat umum, perwakilan sekolah, lembaga-lembaga desa, beragam komunitas, pelaku usaha pariwisata, hingga wisatawan dan pihak sponsor, semuanya turut serta dan mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Dari Pantai Karangbolong, bendera Merah Putih tampak berkibar gagah di tengah panorama pesisir Desa Wisata Sendang. Namun, esensi perayaan kemerdekaan ini tidak semata-mata berhenti pada seremoni pengibaran bendera.

Tema ‘Merdeka di Ujung Samudra’ menjadi representasi bagaimana Desa Sendang mengintegrasikan semangat nasionalisme dengan pemanfaatan potensi lokal. Mulai dari pengembangan pendidikan karakter, promosi pariwisata, penguatan kebersamaan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat, semua aspek tersebut bersatu padu di lokasi yang sama: Pantai Karangbolong.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKN UMM 162: Mahasiswa Ubah Potensi Lokal Bulurejo Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan

19 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Lebih dari Sekadar Tawa: Lomba Mancing Kerupuk Ajarkan Ketangkasan dan Kebersamaan di MI Muhammadiyah Tempeh Lor

19 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Keberanian Staf TU MI Muhammadiyah Tempeh Lor Pimpin Mars Muhammadiyah

19 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Jejak Tujuh Kata dan Jiwa Persatuan: Kisah Dramatis 18 Agustus 1945

19 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Semarak Memperingati Kemerdekaan SDIT Permata Surabaya

18 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Trending di Pendidikan