KlikMojok – Senja Minggu, 4 Oktober 2026, di Jalan Raya Cerme Lor Gresik, Yogha Satria Nugraha (27) merasakan keanehan yang mendadak. Mobil Nissan Grand Livina silver tahun 2010 bernomor polisi L 1932 EG yang dikemudikannya dari arah utara menuju selatan, tiba-tiba terasa berat saat melintasi area perlintasan kereta api. Kopling terasa kaku, perpindahan gigi persneling menjadi perjuangan yang tak biasa. Dalam momen kebingungan itu, sebuah peringatan datang dari Nur Fai (45), pengguna jalan di belakangnya, yang berteriak memberitahu adanya percikan api dari bagian bawah mobil, tepatnya di sekitar roda depan. Apa yang bermula sebagai gangguan kecil, dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk yang melahap kendaraannya. Insiden Grand Livina terbakar ini tak hanya menyisakan kerugian material ditaksir mencapai Rp80 juta, tetapi juga menyisakan pelajaran berharga tentang betapa vitalnya perawatan kendaraan yang sering terabaikan.
Yogha segera menepikan kendaraannya, berusaha mencari tahu sumber masalah. Ia berhasil menetralkan posisi persneling, namun tak banyak waktu yang tersedia. Percikan api yang semula kecil dan mengkhawatirkan itu, dalam hitungan menit, membesar, menjalar, dan akhirnya melahap seluruh bagian mobil. Kobaran api yang berkobar hebat di tengah jalan raya itu menarik perhatian banyak mata, memecah ketenangan sore di Cerme Lor. Beruntung, dalam insiden yang mengerikan ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Yogha berhasil menyelamatkan diri, meninggalkan mobilnya yang perlahan menjadi arang.
Laporan mengenai kebakaran mobil ini segera sampai ke telinga petugas pemadam kebakaran Kabupaten Gresik. Tanpa menunda, tiga unit mobil pemadam kebakaran segera meluncur ke lokasi kejadian. Mereka berjibaku dengan api yang ganas, bekerja cepat untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke lingkungan sekitar. Setelah upaya keras, api berhasil dipadamkan, meninggalkan sisa-sisa hangus dari sebuah kendaraan yang semula gagah. Kendaraan yang terbakar itu kemudian dievakuasi, menyisakan pemandangan pilu di pinggir jalan.
Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho, setelah mendapatkan keterangan awal, mengemukakan dugaan penyebab kebakaran yang mengarah pada faktor teknis. “Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran itu. Pemilik kendaraan juga menyampaikan apresiasi kepada anggota kami, dan petugas damkar yang melakukan penanganan,” kata AKP Taufan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat berkaitan dengan kondisi kendaraan yang kurang mendapatkan perawatan. Mobil tersebut juga dilaporkan mengalami kesulitan saat pemindahan gigi persneling, jarang digunakan, dan sering diparkir dalam kondisi rem tangan atau handrem aktif.
Fakta-fakta ini bukan sekadar detail teknis, melainkan sebuah buku pelajaran berharga bagi setiap pemilik kendaraan. Kondisi mobil yang jarang digunakan seringkali menimbulkan ilusi bahwa ia tidak memerlukan perawatan intensif. Padahal, kendaraan yang terlalu lama diam justru rentan mengalami masalah. Cairan-cairan bisa mengering, komponen karet bisa getas, dan sistem kelistrikan bisa mengalami korosi. Kesulitan perpindahan gigi persneling, seperti yang dialami Yogha, bisa menjadi indikasi awal masalah pada sistem kopling yang memicu panas berlebih. Apalagi jika dikombinasikan dengan kebiasaan memarkir mobil dengan handrem aktif dalam jangka waktu lama, khususnya pada sistem rem tromol, dapat menyebabkan kampas rem lengket atau macet, yang pada gilirannya dapat menghasilkan panas ekstrem jika dipaksa bergerak atau bahkan memicu percikan api.
Insiden di Cerme Lor Gresik ini adalah pengingat keras bahwa sebuah kendaraan, tak peduli seberapa tangguh mereknya, tetaplah mesin yang membutuhkan perhatian dan perawatan rutin. Kerugian finansial sebesar Rp80 juta yang ditaksir akibat terbakarnya Nissan Grand Livina ini hanyalah salah satu bentuk konsekuensi. Jauh lebih penting adalah potensi bahaya yang mengancam nyawa jika api tak terkendali. Oleh karena itu, rajin melakukan servis berkala, memeriksa kondisi vital seperti sistem pengereman, kopling, dan kelistrikan, serta tidak menyepelekan tanda-tanda awal kerusakan, adalah investasi terbaik untuk keselamatan di jalan. Kisah Grand Livina yang terbakar ini seharusnya menjadi cambuk bagi kita semua untuk lebih peduli pada “kaki” yang mengantar kita setiap hari, memastikan setiap perjalanan selalu aman dan bebas dari bahaya yang tak terduga.












