KlikMojok – Jeda sejenak sebelum hiruk-pikuk kota benar-benar terbangun, saat fajar baru saja menyingsing di Dusun Nanggalan, Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pagi itu, Selasa (29/9/2026), sekitar pukul 06.10 WIB, jalanan mulai dipenuhi aktivitas, termasuk rutinitas harian seorang kakek bernama MJ, 69 tahun, yang mengayuh sepedanya menuju Pasar Mojoagung. Di keranjang sepedanya, terjejer rapi roti goreng yang siap dijajakan, bagian tak terpisahkan dari denyut ekonomi lokal.
Namun, ketenangan pagi itu mendadak koyak oleh insiden tragis yang merenggut nyawa. Sebuah sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-3284-ZI, yang dikendarai oleh NF, seorang perempuan berusia 22 tahun asal Kecamatan Mojowarno, melaju dari selatan menuju utara. Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Nurul Iman, kecelakaan bermula ketika pengendara sepeda motor tersebut diduga “kurang memperhatikan kondisi jalan di depannya”.
Dalam sekejap, motor Honda Beat itu menabrak pesepeda MJ yang berjalan searah di depannya. “Pesepeda tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju Pasar Mojoagung untuk berjualan roti goreng dengan menggunakan sepeda angin,” kata Ipda Nurul Iman, menggambarkan rutinitas yang terinterupsi secara brutal. Benturan keras itu membuat sepeda motor Honda Beat terjatuh ke sisi kanan jalan.
Di saat yang bersamaan, dari arah berlawanan, melaju sebuah kendaraan lain yang hingga kini belum diketahui identitas maupun nomor polisinya. Kendaraan tanpa jejak itu kemudian menabrak NF yang terpental dan terseret bersama motornya. “Pengendara motor dari arah selatan ke utara, menabrak gerobak sepeda onthel sebelah kanan yang berjalan searah di depannya dalam perjalanan ke pasar mojoagung hendak berjualan roti goreng. Pengendara motor langsung terpental ke kanan dan terseret motornya hingga 10 meter dan tertabrak kendaraan yang tidak diketahui identitasnya dari arah berlawanan,” jelas Ipda Nurul Iman, menggambarkan detail detik-detik mengerikan tersebut.
Akibat kecelakaan maut di Jombang ini, NF mengalami luka-luka serius dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Ironisnya, MJ, sang pesepeda yang menjadi korban pertama, tidak mengalami luka sedikit pun. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam dan pertanyaan besar, terutama karena identitas kendaraan penabrak kedua masih misterius. Polisi saat ini masih melakukan penanganan dan penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari dua orang saksi, Rifqi (35) dan Sugeng (38), keduanya warga Jombang.
Tragedi pagi di Jalan Raya Dusun Nanggalan ini adalah pengingat pahit tentang kerapuhan hidup dan pentingnya kewaspadaan di jalan raya. Khususnya pada pagi hari, ketika aktivitas masyarakat menuju pasar atau tempat kerja mulai meningkat, konsentrasi dan kehati-hatian menjadi kunci. Setiap pengendara diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi jalan, kendaraan, serta pengguna jalan lain di sekitar mereka. Sebab, di balik setiap perjalanan, ada harapan untuk sampai tujuan dengan selamat, sebuah harapan yang terenggut bagi NF, dan sebuah panggilan untuk keselamatan bagi kita semua.












