Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Outbound Edukatif: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Asah Kemandirian di Madiun

badge-check

Outbound Edukatif: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Asah Kemandirian di Madiun Perbesar

KlikMojok – Pada hari Selasa, 22 September 2026, siswa kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya, yang dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya, memulai petualangan belajar yang menarik. Mereka berkumpul di Stasiun Gubeng Baru, bersiap untuk kegiatan outbound yang melibatkan perjalanan kereta api dengan Kereta Api Sancaka menuju Madiun. Pengalaman edukatif yang unik ini dirancang untuk mendorong pembelajaran di luar kelas, memperkuat kebersamaan antar siswa, serta menumbuhkan kemandirian mereka.

“Ayo, keretanya datang!” seru kegembiraan riuh rendah dari para siswa kelas V SD Muhammadiyah 16 (Sekolah Kreatif) Baratajaya Surabaya. Suasana di Stasiun Gubeng Baru, pada hari Selasa, 22 September 2026, dipenuhi antusiasme saat Kereta Api Sancaka, yang akan membawa mereka ke Madiun, perlahan memasuki peron. Senyum sumringah terpancar jelas di wajah setiap anak, menandakan awal petualangan yang dinanti.

Meskipun matahari pagi belum sepenuhnya memancarkan sinarnya, Stasiun Gubeng Baru sudah ramai oleh keriuhan para siswa. Mereka tampak seragam dengan busana outbound berwarna biru dan kuning, siap memulai perjalanan. Kehadiran mereka di stasiun pagi itu bukan sekadar untuk rekreasi biasa, melainkan menandai dimulainya program pembelajaran luar kelas (outbound learning) yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Kamis, 24 September 2026.

Sebelum melangkah masuk ke area pemeriksaan tiket atau boarding pass, terlihat para siswa berbaris dengan rapi dan teratur. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang leader yang bertugas memandu serta menertibkan rekan-rekannya. Setelah persiapan tersebut, guru kelas segera membagikan tiket perjalanan kepada seluruh peserta didik yang akan ikut serta.

Ajeng Putri Wulan Ayu, S.Pd., menjelaskan proses keberangkatan tersebut. “Sebelum masuk stasiun untuk boarding pass, terlebih dahulu para siswa berbaris dipimpin oleh leader-nya. Setelah itu, tiket dibagikan oleh guru kelas,” ujarnya, merinci tahapan yang harus dilalui para siswa.

Ajeng menambahkan bahwa perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api ini memang telah dijadwalkan oleh pihak sekolah untuk dilaksanakan sejak pagi hari.

“Kami dijadwalkan naik Kereta Sancaka. Berangkat pukul 07.00 WIB dan tiba di Stasiun Madiun sekitar pukul 08.58 WIB,” ungkapnya, memberikan detail jadwal perjalanan yang telah ditetapkan.

Antusiasme para siswa semakin memuncak dan wajah mereka semakin berseri-seri saat “ular besi” atau kereta api tersebut perlahan merapat ke peron. Beberapa siswa tampak fokus mengamati nomor gerbong yang akan mereka masuki, sementara sebagian lainnya menikmati obrolan hangat dengan teman-teman di sampingnya, mengisi waktu penantian.

Untuk sebagian besar siswa, perjalanan kali ini akan mengukir pengalaman yang sangat unik dan berbeda. Mereka tidak bepergian bersama orang tua atau anggota keluarga seperti biasanya, melainkan berpetualang dan menjelajahi tempat baru bersama teman-teman seangkatan serta didampingi oleh para guru pendamping.

“Aku sangat senang bisa naik kereta dengan teman-teman. Seru sekali,” tutur Abrisam Putro dengan penuh semangat, mengungkapkan kegembiraannya.

Senada dengan Abrisam, Aisyah Ayudia Inara Jusuf juga mengungkapkan perasaan yang serupa. Meskipun ia mengaku sudah terbiasa bepergian menggunakan kereta api, perjalanan kali ini terasa memberikan sensasi yang benar-benar berbeda dan istimewa baginya.

“Biasanya naik kereta bersama keluarga. Tapi ini sama teman-teman, senang sekali. Apalagi kita akan outbound ke Madiun,” ujar Aisyah, menjelaskan alasan kegembiraannya.

Setelah seluruh siswa berhasil melangkahkan kaki dan masuk ke dalam gerbong kereta, para guru pendamping dengan sigap mengarahkan mereka untuk menempati kursi masing-masing. Keriuhan dan kegembiraan yang sebelumnya membahana di peron stasiun pun berangsur-angsur mereda, melebur menjadi suasana aktivitas yang hangat dan akrab di dalam gerbong kereta.

Di dalam kereta, sebagian siswa terlihat asyik bercengkerama dan berbagi cerita, sementara yang lain memilih untuk menikmati pemandangan alam yang bergerak perlahan dari balik jendela. Tidak sedikit pula di antara mereka yang menunjukkan ekspresi tidak sabar, menantikan sederet agenda seru dan edukatif yang telah disiapkan di tempat tujuan mereka.

Dian Permanasari, S.Sos., selaku Koordinator Kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya, menegaskan bahwa perjalanan ke Madiun ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, atau yang dikenal sebagai experiential learning.

“Outbound kelas V akan dilaksanakan di Kopasgat Madiun. Selain Kopasgat sebagai lokasi outbound, ada beberapa tempat yang akan kami kunjungi,” ungkap Dian, memberikan gambaran mengenai destinasi kunjungan.

Di Madiun, sederet destinasi edukatif telah disiapkan untuk mereka. Destinasi tersebut meliputi kunjungan ke industri rumahan brem yang terkenal di Caruban, eksplorasi sejarah di Benteng Van Den Bosch, pengalaman di Lanud Iswahjudi, serta menikmati keindahan alam Telaga Sarangan yang memukau.

“Jadi, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan outbound, tetapi juga mengunjungi beberapa tempat yang sudah kami agendakan,” terang Dian, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar outbound biasa.

Seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran luar kelas ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari penuh, dimulai dari tanggal 22 hingga 24 September 2026. Selama berada di lokasi utama outbound, para siswa akan mendapatkan bimbingan dan pendampingan secara langsung dari personel TNI AU Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), memastikan pengalaman yang terarah dan mendidik.

“Selama berkegiatan tiga hari, siswa akan dipandu langsung oleh bapak-bapak TNI AU Kopasgat,” tambah Dian, menggarisbawahi peran penting para pendamping dari TNI AU.

Bagi setiap siswa kelas V, perjalanan menuju Madiun ini jauh melampaui sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Kereta Api Sancaka yang melaju di pagi hari itu bukan hanya mengantar mereka ke destinasi, tetapi juga membuka lembaran cerita baru. Cerita tentang keindahan kebersamaan yang terjalin erat, pentingnya kemandirian yang diasah, serta keseruan dalam belajar di luar batasan dinding ruang kelas. Dari balik beningnya kaca jendela kereta, petualangan berharga mereka di Madiun secara resmi telah dimulai.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jaringan Listrik dan Ancaman Ranting: Upaya PLN Bojonegoro Merawat Pasokan Energi dan Mengedukasi Warga

22 Sep 2026 - 21:06 WIB

Jaringan Listrik dan Ancaman Ranting: Upaya PLN Bojonegoro Merawat Pasokan Energi dan Mengedukasi Warga

Merajut Jaring Kesiapsiagaan: Mojokerto Bergerak Bersama Menghadapi Potensi Banjir Bandang

22 Sep 2026 - 21:05 WIB

Merajut Jaring Kesiapsiagaan: Mojokerto Bergerak Bersama Menghadapi Potensi Banjir Bandang

Pengalaman Ujian Perdana 62 Siswa Kelas 1 SD Muri Gresik: Belajar Mandiri Penuh Antusiasme

22 Sep 2026 - 21:04 WIB

Pengalaman Ujian Perdana 62 Siswa Kelas 1 SD Muri Gresik: Belajar Mandiri Penuh Antusiasme

Jilatan Api di Ladang Tebu Lumajang: Kisah Pilu Petani Melawan Bahaya Pekerjaan

22 Sep 2026 - 18:49 WIB

Jilatan Api di Ladang Tebu Lumajang: Kisah Pilu Petani Melawan Bahaya Pekerjaan

Bisikan Sunyi Brantas: Jejak Tak Bernama Mayat Perempuan di Bendungan Waruturi Kediri

22 Sep 2026 - 18:48 WIB

Bisikan Sunyi Brantas: Jejak Tak Bernama Mayat Perempuan di Bendungan Waruturi Kediri
Trending di Pendidikan