Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Murid Spemdalas GKB Berimajinasi Gambar Gresik Masa Depan Asri dalam Science Camp

badge-check

Murid Spemdalas GKB Berimajinasi Gambar Gresik Masa Depan Asri dalam Science Camp Perbesar

KlikMojok – Di lereng pegunungan Prigen, Pasuruan, pada Rabu siang (23/9/2026), para murid SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB mengikuti kegiatan Science Camp 2026 dengan tema apresiasi lingkungan. Mereka diajak untuk membayangkan dan menggambar visualisasi Gresik masa depan yang lebih asri, sebuah inisiatif yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga melatih kreativitas serta imajinasi mereka dalam merancang kondisi lingkungan yang lebih baik.

Apresiasi lingkungan menjadi bagian integral dari rangkaian acara Science Camp 2026 yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB. Aktivitas ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga untuk mengasah kreativitas serta imajinasi para murid. Pada Rabu siang, 23 September 2026, kegiatan ini secara khusus mendorong peserta didik untuk memvisualisasikan kondisi lingkungan Kabupaten Gresik yang lebih ideal di masa depan.

Sesi apresiasi lingkungan ini dimulai tepat pukul 14.15 WIB, dipimpin oleh Coach Syamsuri yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Ia secara khusus mengundang kelompok murid laki-laki untuk berpartisipasi. Pelaksanaan aktivitas ini dilakukan secara berkelompok di area ground yang terletak di depan Hutan Cempaka, Prigen, Pasuruan. Lokasi tersebut berada pada ketinggian sekitar 850 meter di atas permukaan laut, di lereng Gunung Arjuna dan Gunung Ringgit.

Masing-masing kelompok diberikan tantangan untuk memvisualisasikan kota impian atau kondisi lingkungan di masa depan, dengan fokus pada empat aspek utama: lingkungan yang asri, lingkungan yang rusak, faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan, serta solusi konkret untuk perbaikan lingkungan. Setelah instruksi detail diberikan, setiap kelompok kemudian dibekali dengan perlengkapan menggambar berupa selembar kertas manila berukuran 61 × 68 cm, krayon, dan spidol.

Para murid segera menyebar ke berbagai sudut lapangan, mulai menjalankan peran masing-masing dalam tim. Beberapa di antaranya aktif menyampaikan ide-ide kreatif, yang lain fokus menggambar dan mewarnai, sementara sebagian lainnya berdiskusi intensif untuk mencapai kesepakatan tentang visualisasi lingkungan yang ingin mereka ciptakan. Tantangan ini menjadi lebih menarik karena para murid tidak hanya diminta menggambar lingkungan secara umum. Mereka diinstruksikan untuk menjadikan Kabupaten Gresik sebagai fokus orientasi masa depan, yaitu membayangkan bagaimana kota tempat tinggal mereka dapat menjadi lokasi idaman dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Mewujudkan sebuah visi bersama dalam bentuk visualisasi gambar bukanlah tugas yang sederhana. Setiap anggota kelompok dituntut untuk mampu menyatukan berbagai gagasan dan menuangkannya menjadi sebuah karya seni yang sarat akan pesan-pesan lingkungan.

Coach Syamsuri kemudian memaparkan gambaran mengenai kondisi aktual Gresik, yang diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi para murid. Ia mengkritik, “Gresik yang dulu seger dan resik, namun sekarang gersang dan berisik,” Selanjutnya, ia mengajak para murid untuk membayangkan perubahan positif bagi lingkungan Gresik. Dengan penuh semangat, ia menambahkan, “Maka jadikan Gresik kembali seger dan resik,”.

Syamsuri juga menekankan pentingnya memvisualisasikan beberapa elemen kunci dalam karya mereka, meliputi rumah, fasilitas umum seperti sekolah, area bermain (playground), pusat perbelanjaan (ritel), serta ruang terbuka hijau yang ada di wilayah Gresik. Pesan yang disampaikan ini mengubah kegiatan tersebut dari sekadar aktivitas menggambar biasa. Para murid didorong untuk mengamati lingkungan tempat tinggal mereka, mengidentifikasi potensi permasalahan yang ada, dan kemudian berimajinasi tentang solusi-solusi yang bisa diterapkan demi menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Setelah seluruh karya selesai dibuat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi kelompok. Tepat pukul 15.52 WIB, setiap kelompok mulai mempresentasikan hasil gambar mereka secara bergantian. Sebanyak enam kelompok menunjukkan keberanian untuk tampil dan menyampaikan gagasan-gagasan mereka. Sesi presentasi ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menguraikan visualisasi lingkungan yang telah mereka ciptakan, sekaligus menyampaikan harapan mereka terhadap kondisi Gresik di masa depan.

Dalam sesi evaluasi, Coach Syamsuri menyampaikan beberapa catatan penting. Pertama, ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antar kelompok agar setiap hasil gambar dapat saling terhubung dan membentuk gambaran lingkungan yang berkesinambungan. Kedua, Coach Syamsuri juga menyoroti fakta bahwa tempat pengolahan sampah belum terwakili atau tergambar dalam keseluruhan hasil karya yang dihasilkan oleh kelompok-kelompok tersebut. Evaluasi ini merupakan elemen krusial dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan apresiasi lingkungan, para murid tidak hanya diajak untuk berkreasi, melainkan juga dibimbing untuk memahami bahwa pembangunan lingkungan yang ideal memerlukan perpaduan antara imajinasi, kepedulian, semangat kerja sama, serta implementasi solusi-solusi yang konkret dan nyata.

Dari ketinggian lereng pegunungan Prigen, para murid Spemdalas mendapatkan pelajaran berharga tentang bagaimana membayangkan Gresik yang lebih asri. Meskipun hanya berupa gambaran sederhana di atas kertas, upaya ini diharapkan menjadi titik awal untuk menumbuhkan rasa kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan di tempat tinggal mereka. (Jurnalis: Mochammad Nor Qomari. Penyunting: Ichwan Arif.)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Nisan Tua dan Narasi yang Hilang: Jejak Pencurian Batu Yoni di Situs Cagar Budaya Jember

24 Sep 2026 - 12:40 WIB

Nisan Tua dan Narasi yang Hilang: Jejak Pencurian Batu Yoni di Situs Cagar Budaya Jember

Rentetan Kontroversi dan Tekanan yang Mengakhiri Jabatan Rektor UINSA Akh. Muzakki dalam Delapan Hari

24 Sep 2026 - 12:39 WIB

Rentetan Kontroversi dan Tekanan yang Mengakhiri Jabatan Rektor UINSA Akh. Muzakki dalam Delapan Hari

Siswa Miosi Aktif Verifikasi Teori Perubahan Zat Fisika dan Kimia dalam Praktikum IPA

24 Sep 2026 - 12:36 WIB

Siswa Miosi Aktif Verifikasi Teori Perubahan Zat Fisika dan Kimia dalam Praktikum IPA

Bekal Kepemimpinan Kader IPM Smamsatu: Mengenal Peran Organisasi dan Karakter Kemuhammadiyahan

24 Sep 2026 - 09:43 WIB

Bekal Kepemimpinan Kader IPM Smamsatu: Mengenal Peran Organisasi dan Karakter Kemuhammadiyahan

Di Balik Selat Sunda yang Membeku: Jejak Surakman dan Asa yang Tak Padam untuk Jurnalis Arupadhatu I

24 Sep 2026 - 06:13 WIB

Di Balik Selat Sunda yang Membeku: Jejak Surakman dan Asa yang Tak Padam untuk Jurnalis Arupadhatu I
Trending di Pendidikan