KlikMojok – Pagi itu, rutinitas Sadyaswati Dyah selalu sama: memarkir motor listrik Viar kesayangannya di gerbang utama Alun-alun Kota Probolinggo, memastikan kunci ganda terpasang erat, lalu memulai tujuh putaran jogging yang menyehatkan. Motor seharga sekitar Rp17 juta itu bukan sekadar alat transportasi; ia adalah penopang aktivitasnya sebagai Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) AKB Wiroborang, yang kerap ia gunakan untuk meliput berbagai peristiwa. Namun, Minggu (4/10/2026) menjadi hari yang berbeda. Setelah menyelesaikan putaran kebugarannya, motor listrik itu raib, lenyap dari pandangan.
Kepanikan segera menyergap. Sadyaswati lantas bergegas menanyakan kepada juru parkir di lokasi, namun jawaban yang didapat hanya ketidaktahuan. “Dan semua di situ memang tidak dikarcis,” imbuhnya, menyiratkan ketiadaan bukti parkir yang bisa menjadi petunjuk. Dengan hati berat, ia melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, berharap ada titik terang dari hilangnya kendaraan yang begitu penting bagi mobilitas dan perannya di tengah masyarakat.
Namun, takdir rupanya menyimpan kejutan yang jauh lebih membingungkan. Pada Minggu petang di hari yang sama, ketika Sadyaswati hendak membuang sampah, sebuah pemandangan tak terduga menyambutnya: motor listrik Viar miliknya telah terparkir rapi di depan rumahnya di Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Sebuah kelegaan bercampur keheranan yang luar biasa. “Iya, pas buang sampah. Kaget aku,” kata Sadyaswati saat dikonfirmasi pada Senin (5/10/2026) malam, suaranya masih menyimpan nada tak percaya.
Sosok misterius yang mengembalikan motor itu tetap menjadi tanda tanya besar. Sadyaswati menduga, kendaraan itu diantar saat suasana sekitar rumah mulai sepi, sekitar waktu Magrib. Namun, ia sama sekali tidak melihat atau mengenali siapa gerangan yang berbaik hati (atau mungkin berniat lain) mengantarkan motornya kembali. “Ada yang ngantar di depan rumah,” ujarnya singkat. Ketika ditanya apakah ia mengenali orang yang mengembalikan motor tersebut, Sadyaswati hanya bisa menjawab, “Nggak tahu, Mas.”
Kejadian ini semakin sarat misteri dengan satu detail penting yang mengganjal: kunci ganda motor yang sebelumnya ia pasang kini tidak ada. “Kunci gandanya nggak ada, hilang,” ungkapnya, menambahkan lapisan teka-teki pada peristiwa yang sudah sulit dipercaya ini. Apakah kunci itu sengaja diambil oleh si pengantar, atau memang kunci ganda itu tak pernah mengamankan motornya dengan sempurna? Pertanyaan-pertanyaan ini menggantung tanpa jawaban.
Meskipun motornya telah kembali, dan Sadyaswati berencana mengurus pencabutan laporan polisi pada Senin (5/10/2026), insiden ini meninggalkan jejak perenungan. Di tengah kecanggihan teknologi dan sistem keamanan, masih ada ruang bagi kejadian-kejadian tak terduga yang menguji nalar dan kepercayaan. Kisah motor listrik yang kembali secara misterius ini menjadi sebuah pelajaran unik tentang keamanan pribadi, peran masyarakat, dan kadang kala, tentang misteri yang tak perlu selalu terpecahkan, cukup diterima sebagai bagian dari realitas yang tak terduga. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap kehilangan, bisa jadi ada cerita kembali yang jauh lebih menarik dan penuh tanda tanya.












