Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Eksplorasi Sains & Teknologi di SD Mumtaz: Menteri Dikdasmen Saksikan Pembelajaran STEM Inovatif

badge-check

Eksplorasi Sains & Teknologi di SD Mumtaz: Menteri Dikdasmen Saksikan Pembelajaran STEM Inovatif Perbesar

KlikMojok – Pada Senin, 12 Oktober 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., berkesempatan meninjau langsung inovasi pembelajaran STEM di Laboratorium IPA SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (Mumtaz) Sidoarjo, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi momen penting di mana laboratorium sekolah berfungsi sebagai ruang eksplorasi aktif bagi siswa, khususnya melalui praktik eksperimen penyaringan air.

SD Mumtaz Sidoarjo secara khusus memperkenalkan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) melalui simulasi praktik penyaringan air. Demonstrasi ini ditujukan kepada Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan interaktif ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Prof. Abdul Mu’ti ke SD Mumtaz yang dilaksanakan pada hari Senin, 12 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya pasif mendengarkan paparan dari guru di hadapan para tamu. Sebaliknya, mereka terlibat aktif mengamati karakteristik air, merancang dan menyusun berbagai media penyaring, serta mencermati perubahan yang terjadi pada air setelah melalui proses filtrasi.

Melalui praktik langsung ini, konsep-konsep ilmiah dapat dihadirkan dalam pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Air, sebagai elemen yang biasa mereka temui di lingkungan rumah dan sekolah, diubah menjadi bahan ajar yang efektif untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat eksplorasi.

Praktik penyaringan air ini juga berfungsi sebagai pengenalan komprehensif terhadap pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pendekatan inovatif ini secara efektif mengintegrasikan dan menghubungkan disiplin ilmu sains, teknologi, rekayasa, dan matematika melalui serangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan kontekstual.

Dalam prosesnya, siswa diajak untuk mengidentifikasi suatu permasalahan, merumuskan dan mencoba berbagai langkah penyelesaian, lalu secara cermat mengamati hasil yang diperoleh. Selain itu, mereka juga dilatih untuk mengkomunikasikan temuan-temuan mereka berdasarkan bukti-bukti konkret yang teramati.

Salah satu peserta didik yang antusias mengikuti kegiatan ini adalah Razka Alfatih, siswa dari kelas 3F. Razka mengungkapkan kegembiraannya karena mendapatkan kesempatan belajar menggunakan peralatan laboratorium yang sebagian besar belum pernah ia kenal sebelumnya.

“Belajar di sini membuat saya senang. Saya melihat proses filter air, menghitung bahan, mengukur zat terlarut dan banyak lagi memakai alat-alat yang baru saya tahu,” tutur Razka, menggambarkan pengalamannya.

Bagi Razka, laboratorium bukan hanya sekadar ruangan yang dipenuhi dengan berbagai peralatan. Lebih dari itu, tempat tersebut memberinya kesempatan berharga untuk memahami bagaimana pengetahuan dapat diterapkan dan bekerja secara nyata melalui serangkaian percobaan.

Pengalaman belajar langsung ini juga membuka ruang yang luas bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan dan secara bebas mengutarakan pendapat mereka. Dengan metode ini, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi pasif, melainkan mulai aktif membangun pemahaman mereka sendiri berdasarkan hasil pengamatan dan eksperimen.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Mumtaz, Dewoto Kusumo, M.Pd., menjelaskan bahwa implementasi STEM merupakan salah satu inisiatif strategis sekolah untuk menyajikan pembelajaran yang relevan dan sesuai dengan perkembangan kompetensi yang dibutuhkan siswa di era modern.

Menurut Dewoto, proses belajar-mengajar harus dirancang sedemikian rupa sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara mandiri menemukan pengetahuan melalui pengalaman langsung. Oleh karena itu, berbagai bidang ilmu dapat diintegrasikan secara efektif dalam aktivitas yang memiliki tujuan jelas dan konteks nyata.

“Melalui STEM, pembelajaran menjadi inovatif. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi aktif mengamati, bertanya, merancang, membuat, dan menguji solusi atas permasalahan nyata,” jelas Dewoto, menekankan keunggulan pendekatan ini.

Ia menambahkan bahwa pendekatan STEM secara efektif melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif pada siswa. Hasilnya, proses belajar menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan memberikan makna yang mendalam bagi peserta didik.

Nur Fauziyah, S.Pd., guru kelas 3F, turut menyampaikan pandangan yang sejalan. Menurutnya, kegiatan praktik di laboratorium memberikan kesempatan berharga bagi guru untuk mengamati perkembangan siswa dari berbagai dimensi.

“Pembelajaran melalui praktik di laboratorium menjadi kesempatan bagi guru untuk mengamati rasa ingin tahu, dan kerja sama,” tutur Nur Fauziyah.

Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana praktik ini membuka peluang untuk mengamati kemampuan berkomunikasi dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sederhana melalui eksperimen.

Dengan demikian, indikator keberhasilan pembelajaran tidak lagi terbatas pada kemampuan siswa dalam mengingat materi pelajaran. Guru juga dapat secara komprehensif mengamati bagaimana siswa bekerja sama, mengajukan pertanyaan kritis, dan menyajikan hasil percobaan mereka.

Pendekatan pembelajaran ini memberikan makna yang lebih luas pada seluruh kegiatan belajar. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti sebagai materi hafalan, melainkan bertransformasi menjadi bekal esensial bagi siswa untuk memahami dan menanggapi berbagai persoalan di lingkungan sekitar mereka.

Di balik keseruan percobaan penyaringan air, tersimpan pula pelajaran penting lainnya, yaitu penumbuhan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Air, sebagai subjek utama eksperimen, menjadi pintu gerbang yang efektif untuk memperkenalkan isu-isu kebersihan dan kualitas sumber daya alam kepada siswa.

Selama mengamati proses filtrasi, siswa dapat memahami bahwa media penyaring memiliki fungsi vital dalam memisahkan partikel-partikel tertentu dari air. Namun, mereka juga diajarkan bahwa air yang secara visual terlihat lebih jernih belum tentu secara otomatis aman untuk dikonsumsi.

Hal ini dikarenakan proses filtrasi sederhana seringkali tidak sepenuhnya mampu menghilangkan mikroorganisme berbahaya atau seluruh jenis zat pencemar. Oleh karena itu, eksperimen ini juga menekankan pentingnya pemahaman siswa mengenai batasan kemampuan alat penyaring yang digunakan.

Penjelasan mendalam ini membantu siswa untuk melihat ilmu sains secara lebih utuh dan komprehensif. Mereka belajar bahwa setiap hasil pengamatan harus diinterpretasikan dengan cermat dan kritis sebelum akhirnya menarik suatu kesimpulan.

Lebih dari sekadar pemahaman ilmiah, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam menggunakan air secara bijak. Siswa juga dapat mengembangkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam konteks pendidikan dasar, penguatan pendekatan STEM dianggap sebagai salah satu metode kunci untuk mengintegrasikan berbagai kompetensi yang dibutuhkan siswa. Bahkan, Prof. Abdul Mu’ti secara khusus mendorong penguatan pendekatan STEMS, yang merupakan perluasan dari STEM dengan menambahkan unsur Sports (Olahraga) di dalamnya.

Kegiatan di laboratorium SD Mumtaz ini secara konkret menunjukkan salah satu cara efektif dalam memperkenalkan pembelajaran yang berbasis eksplorasi. Konsep-konsep ilmiah yang kompleks disampaikan melalui aktivitas sederhana dan menyenangkan yang sangat sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa.

Melalui praktik filtrasi air, SD Mumtaz berhasil menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang secara langsung menghubungkan pengetahuan teoritis dengan aplikasi di kehidupan nyata. Siswa diberikan ruang dan kebebasan untuk bereksperimen, menguji berbagai gagasan, serta secara aktif mengembangkan rasa ingin tahu mereka.

Pengalaman belajar yang imersif ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Secara bersamaan, mereka juga mulai belajar untuk memahami dan menyikapi persoalan lingkungan hidup sejak usia dini.

Pembelajaran STEM, pada hakikatnya, bukan hanya sekadar pengenalan istilah-istilah ilmiah semata. Lebih dari itu, pendekatan ini membiasakan siswa untuk secara sistematis mengamati masalah, mencari dan mengumpulkan informasi yang relevan, menguji berbagai gagasan, serta merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan yang valid.

Oleh karena itu, laboratorium sekolah memiliki peran yang jauh lebih luas dan strategis dibandingkan hanya sebagai tempat untuk melakukan percobaan. Ruangan ini berpotensi menjadi wadah di mana keberanian siswa untuk bertanya, bereksperimen, dan mencoba hal-hal baru dapat tumbuh dan berkembang.

Dari proses sederhana air yang melewati media penyaring, siswa belajar pelajaran berharga bahwa perolehan pengetahuan membutuhkan ketelitian dalam pengamatan dan ketekunan. Mereka juga menyadari bahwa sebuah pertanyaan yang awalnya terlihat sederhana dapat membuka gerbang menuju pemahaman dan penemuan baru yang lebih kompleks.

Melalui pengalaman pembelajaran yang holistik dan kontekstual seperti ini, SD Mumtaz berupaya keras untuk menumbuhkan generasi pembelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu secara efektif menghubungkan ilmu pengetahuan dengan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab, siap menghadapi berbagai tantangan kompleks di masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Konsentrasi Luntur di Tuban: Sebuah Pelajaran Mahal dari Jalur Bancar yang Memakan Korban dan Rumah

13 Okt 2026 - 06:12 WIB

Ketika Konsentrasi Luntur di Tuban: Sebuah Pelajaran Mahal dari Jalur Bancar yang Memakan Korban dan Rumah

Ketika Senja Berkalang Duka: Aroma Busuk di Kebun Jagung Jombang Mengakhiri Penantian Lansia yang Hilang

13 Okt 2026 - 06:12 WIB

Ketika Senja Berkalang Duka: Aroma Busuk di Kebun Jagung Jombang Mengakhiri Penantian Lansia yang Hilang

Detik-detik di Jalan Raya: Refleksi dari Kecelakaan Pikap dan Motor di Tulungagung

12 Okt 2026 - 21:07 WIB

Detik-detik di Jalan Raya: Refleksi dari Kecelakaan Pikap dan Motor di Tulungagung

Melawan Dekade Usang: Gotong Royong Warga dan Sentuhan Harapan untuk Infrastruktur Jalan Pamekasan

12 Okt 2026 - 21:04 WIB

Melawan Dekade Usang: Gotong Royong Warga dan Sentuhan Harapan untuk Infrastruktur Jalan Pamekasan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Bekali Anak Keterampilan Relevan Zaman dan Akhlak Mulia

12 Okt 2026 - 21:04 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Bekali Anak Keterampilan Relevan Zaman dan Akhlak Mulia
Trending di Pendidikan