Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Menanti Pulang dari Samudra: Kisah Keluarga Korban KM Virgo di Mojokerto dan Janji Pemerintah

badge-check

Menanti Pulang dari Samudra: Kisah Keluarga Korban KM Virgo di Mojokerto dan Janji Pemerintah Perbesar

KlikMojok – Di balik dinding rumah sederhana di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, dan Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, sebuah penantian panjang membayangi. Aroma harapan bercampur cemas melingkupi keluarga Aji Karyono (45) dan Muhammad Suud (41), dua dari empat warga Mojokerto yang menjadi korban nahas kecelakaan KM Virgo Transport 8. Lautan luas telah menelan jejak mereka, meninggalkan sanak saudara dalam ketidakpastian yang mengiris hati. Di tengah duka mendalam ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto hadir memberikan dukungan, menjadi jangkar bagi keluarga yang terombang-ambing oleh gelombang kepedihan.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, atau akrab disapa Gus Barra, tak tinggal diam. Dengan langkah empati, ia mendatangi langsung kediaman keluarga korban, sebuah gestur yang lebih dari sekadar kunjungan resmi. Ini adalah penegasan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap warga negaranya tidak sendirian dalam menghadapi musibah, sekaligus memantau langsung proses penanganan dan pencarian dua warganya yang hingga kini masih berstatus belum ditemukan.

Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, total ada empat warga Kabupaten Mojokerto yang tercatat menjadi korban insiden KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, dua orang telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, memberikan secercah kelegaan di tengah kegelapan. Namun, dua lainnya, yakni Aji Karyono dari Desa Ngembeh dan Muhammad Suud dari Desa Mojokembang, masih dalam proses pencarian, menyisakan tanya dan doa tanpa henti.

status ini pada Senin, 21 September 2026, menyatakan, “Dari hasil verifikasi BPBD, ada empat yang teridentifikasi warga Kabupaten Mojokerto, yang dua sudah selamat ditemukan setelah beberapa hari terombang-ambing di lautan, dan yang dua ini masih belum ditemukan. Yang satu Pak Aji Karyono, satunya Muhammad Suud.” Pernyataan ini menegaskan fokus dan prioritas Pemkab Mojokerto terhadap nasib warganya yang hilang, sebuah janji yang dipegang teguh di tengah badai.

Komitmen pemerintah daerah tak berhenti pada kunjungan. Gus Barra menegaskan bahwa Pemkab Mojokerto akan terus menjalin koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait untuk memantau setiap perkembangan dalam upaya pencarian. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melalui BPBD-nya, akan berkoordinasi intensif dengan BPBD dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terlibat aktif dalam operasi pencarian korban. “Dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus berkoordinasi dengan BPBD. Ya, dari BPBD Pemkab Mojokerto akan berkoordinasi dengan BPBD dan BNPB yang sedang melakukan pencarian korban, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ujarnya, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam misi penyelamatan ini.

Dalam kunjungan yang penuh haru tersebut, Bupati Muhammad Al Barra tidak sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto, menunjukkan dukungan institusional yang solid. Selain menyampaikan kata-kata penguatan dan dukungan moral kepada keluarga yang berduka, rombongan juga turut serta dalam doa bersama, memohon keselamatan dan kemudahan bagi proses pencarian. Bantuan kemanusiaan pun diserahkan sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, meringankan sedikit beban di pundak keluarga yang sedang berjuang.

Empat warga Kabupaten Mojokerto yang terdampak kecelakaan KM Virgo Transport 8 adalah Aji Karyono dan Muhammad Suud yang masih belum ditemukan, serta Munawi (53) dari Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, dan Saiful Nurudin (36) dari Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, yang telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Meskipun dua telah kembali, Pemkab Mojokerto menegaskan akan terus memantau perkembangan pencarian Aji Karyono dan Muhammad Suud, serta memberikan pendampingan berkelanjutan kepada keluarga korban selama masa penantian yang penuh tantangan ini. Kisah ini menjadi pengingat akan kerapuhan hidup di hadapan alam, sekaligus menyoroti peran krusial pemerintah dalam menjaga dan melindungi warganya, bahkan di tengah gelombang ketidakpastian yang paling dalam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Edukasi Pangan Lokal: SD Mugres Ajak Murid Eksplorasi Umbi-Umbian di Happy Friday

22 Sep 2026 - 09:42 WIB

Edukasi Pangan Lokal: SD Mugres Ajak Murid Eksplorasi Umbi-Umbian di Happy Friday

Jejak Bara di Ladang Tebu Madiun: Pelajaran Penting tentang Bahaya Api dan Tanggung Jawab Lingkungan

22 Sep 2026 - 06:13 WIB

Jejak Bara di Ladang Tebu Madiun: Pelajaran Penting tentang Bahaya Api dan Tanggung Jawab Lingkungan

Abdul Mu’ti Resmikan Manis Mini Shop, Tekankan Tata Kelola Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan

22 Sep 2026 - 06:11 WIB

Abdul Mu’ti Resmikan Manis Mini Shop, Tekankan Tata Kelola Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan

Beyond Penilaian: Pre-Test LDKS IPM Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Wadah Suara Kader untuk Arah Organisasi

22 Sep 2026 - 06:11 WIB

Beyond Penilaian: Pre-Test LDKS IPM Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Wadah Suara Kader untuk Arah Organisasi

Memohon Keadilan di Tanah Sendiri: Istigosah Petani Jember Menyuarakan Reforma Agraria Nyata

21 Sep 2026 - 21:05 WIB

Memohon Keadilan di Tanah Sendiri: Istigosah Petani Jember Menyuarakan Reforma Agraria Nyata
Trending di Pendidikan