KlikMojok – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur telah sukses menggelar Sekolah Politik Perempuan. Acara penting ini berlangsung di Hotel Amaris Darmo, Surabaya, selama dua hari penuh, yaitu pada Sabtu hingga Ahad, 26–27 September 2026.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari penuh ini mengusung tema spesifik, yaitu “Penguatan Kepemimpinan Publik Perempuan Berbasis Integritas, Etika, dan Islam Berkemajuan”. Tema ini dipilih untuk memberikan fondasi kuat bagi para peserta dalam mengembangkan potensi kepemimpinan mereka.
Pembukaan Sekolah Politik Perempuan ini dilakukan oleh Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M. Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Sukadiono menekankan bahwa kegiatan semacam ini memiliki peran krusial dalam mendorong kaum perempuan untuk berpartisipasi secara lebih aktif di berbagai ruang publik, termasuk di arena politik dan birokrasi pemerintahan.
Lebih lanjut, Sukadiono juga mengingatkan pentingnya tidak hanya berhenti pada tataran ide atau wacana yang baik, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Jangan jadi perempuan yang jago kandang, tapi harus bisa implementatif. Punya keberanian untuk bertanya dan mengkritisi,” tegasnya, menginspirasi para peserta untuk lebih proaktif.
Salah satu pembicara yang turut mengisi materi dalam Sekolah Politik Perempuan ini adalah Dr. Lia Istifhama, seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Jawa Timur. Lia Istifhama secara khusus mengajak seluruh perempuan yang hadir untuk memiliki keberanian dalam mengambil peran serta mengembangkan potensi kepemimpinan yang ada dalam diri mereka.
“Sebagai perempuan kita jangan baperan, namun harus berperan. Setiap orang memiliki potensi kepemimpinan. Tidak ada kenyamanan yang hadir tanpa ketidaknyamanan,” ucap Lia, memberikan motivasi kepada para peserta untuk keluar dari zona nyaman mereka.
Menurut penjelasan Lia, keterlibatan perempuan tidak harus selalu terbatas pada politik praktis. Perempuan juga dapat mengambil peran yang signifikan melalui berbagai wadah seperti organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan beragam aktivitas sosial lainnya yang berada di tengah-tengah masyarakat.
Lia Istifhama menambahkan bahwa partisipasi perempuan dalam komunitas serta penguatan literasi kritis mereka dapat menjadi salah satu bentuk kontrol sosial yang efektif terhadap jalannya pemerintahan. Hal ini memungkinkan perempuan untuk berkontribusi dalam pengawasan kebijakan publik.
Tanpa perlu secara langsung menjadi bagian dari partai politik tertentu, Lia melanjutkan, perempuan yang berserikat dan berorganisasi memiliki kekuatan untuk menyuarakan isu-isu penting seperti transparansi, keadilan gender, serta mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak dan memperhatikan kelompok-kelompok marginal dalam masyarakat.
Sekolah Politik Perempuan yang diselenggarakan oleh LHKP PWM Jawa Timur ini berlangsung selama dua hari penuh dan dijadwalkan berakhir pada hari Ahad, 27 September 2026.












