Menu

Mode Gelap
Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter BEM Unair dan Warga Sukolilo Baru Merajut Kampung Berdikari: Kolaborasi Inklusif untuk Kemandirian Pesisir

Pendidikan

Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo

badge-check


					Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo Perbesar

KlikMojok – Lazismu Jawa Timur (Jatim) telah menyalurkan bantuan pembangunan septic tank bagi warga Dusun Kaliampo, Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, sebagai bagian dari program Bina Kampung Kaliampo Bestari. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan permukiman secara berkelanjutan. Pada Sabtu (22/8/2026), tim Lazismu Jatim telah melakukan survei tahap pertama kepada lima calon penerima manfaat.

Bantuan pembangunan septic tank ini merupakan komponen integral dari program Bina Kampung Kaliampo Bestari. Selain itu, program ini secara aktif mendorong peningkatan kualitas sanitasi sekaligus memelihara kebersihan lingkungan di area permukiman warga.

Lazismu Jatim melaksanakan survei awal pada hari Sabtu (22/8/2026) untuk mengidentifikasi lima calon penerima manfaat pertama.

Aditio Yudono, Wakil Ketua Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Jawa Timur, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan dampak yang berkesinambungan bagi masyarakat. “Targetnya, bantuan septic tank dapat mencegah saluran pembuangan limbah rumah tangga langsung menuju bantaran sungai,” ungkap Aditio.

Program ini secara spesifik berlokasi di RT 12 RW 3, Dusun Kaliampo. Kawasan tersebut dipilih sebagai target utama untuk penguatan sanitasi dan upaya pemberdayaan masyarakat setempat.

Aditio Yudono menambahkan bahwa tahap pertama implementasi program ini akan berlangsung hingga Desember 2026. Dalam fase ini, Lazismu Jawa Timur menargetkan setidaknya 15 kepala keluarga akan menerima bantuan pembangunan septic tank.

Selain fokus pada pembangunan septic tank, program ini juga mencakup agenda pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pelatihan PHBS tersebut dirancang untuk menjangkau 57 kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.

Lazismu Jatim juga berencana untuk membentuk kader kebersihan. Pembentukan kader ini akan melibatkan warga setempat dengan tujuan agar program dapat terus berjalan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Program ini tidak hanya membangun septic tank. Kami juga ingin membangun kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan,” tegas Aditio.

Program tersebut diusung dengan kampanye bertajuk “Pelihara Daratmu: Mari Jaga Bumi, Mulai dari Lingkungan Sendiri.”

Melalui kampanye tersebut, Aditio melanjutkan, Lazismu Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan, dimulai dari kawasan tempat tinggal masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan septic tank merupakan salah satu langkah konkret untuk meningkatkan akses sanitasi bagi keluarga. Fasilitas ini juga berperan penting dalam membantu mengurangi risiko pencemaran tanah dan sumber air di lingkungan sekitar.

Ketersediaan sanitasi yang layak dapat secara signifikan mengurangi praktik pembuangan limbah domestik ke lingkungan terbuka. Langkah ini sekaligus berkontribusi dalam menciptakan permukiman yang lebih sehat dan bersih bagi warga.

Lazismu Jatim, menurut Aditio, tidak akan berhenti hanya pada pembangunan infrastruktur sanitasi. Program-program berikutnya akan diarahkan pada upaya pemberdayaan ekonomi bagi warga yang berdomisili di bantaran sungai.

“Pengembangan ekonomi tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang Bina Kampung Kaliampo Bestari,” jelasnya.

Dengan demikian, ia menyimpulkan, program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan lingkungan. Lebih jauh lagi, Lazismu Jawa Timur juga bertekad untuk mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat di Kaliampo.

Pelaksanaan program di lapangan mendapatkan pendampingan aktif dari Kader Aisyiyah, Kustiningsih. Peran Kustiningsih adalah membantu proses komunikasi dan memastikan kelancaran implementasi program bersama warga setempat.

Aditio mengutarakan bahwa program Bina Kampung Kaliampo Bestari menjadi sebuah model pemberdayaan yang berbasis lingkungan. Melalui inisiatif ini, warga tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga keberlanjutan program.

Melalui sinergi yang kuat antara Lazismu Jatim, para kader, dan partisipasi aktif masyarakat, perbaikan sanitasi diharapkan dapat membawa perubahan nyata. Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi pijakan awal yang krusial untuk membangun kampung yang lebih baik dan berkualitas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan

22 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog

22 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru

22 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter

22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

BEM Unair dan Warga Sukolilo Baru Merajut Kampung Berdikari: Kolaborasi Inklusif untuk Kemandirian Pesisir

22 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Trending di Pendidikan