KlikMojok – Di Kabupaten Bojonegoro, program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diinisiasi oleh Lazismu Bojonegoro telah menyalurkan bantuan kambing kepada para petani. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga melalui dukungan produktif yang tepat sasaran.
Program yang diberi nama ‘Peternakan Masyarakat Madani’ ini mendapatkan dukungan pendanaan signifikan dari Lazismu Jawa Timur, menunjukkan sinergi antar lembaga dalam upaya pemberdayaan.
Penyaluran bantuan kambing ini secara spesifik diberikan kepada dua keluarga penerima manfaat. Mereka adalah Musbakun, yang merupakan warga RT 006/RW 003 di Desa Mudung, Kecamatan Kepohbaru; serta Subakir, penduduk RT 007/RW 002 dari Desa Pilang, Kecamatan Kanor.
Secara simbolis, bantuan kambing tersebut diserahkan pada hari Kamis, 15 Oktober 2026. Setiap penerima manfaat mendapatkan empat ekor kambing, yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan bagi keluarga mereka.
Proses penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, Sartono. Beliau menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus bagi warga yang menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan usaha peternakan. Tujuannya adalah agar bantuan ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, melainkan juga menciptakan peluang peningkatan pendapatan keluarga secara jangka panjang dan berkelanjutan.
Bagi Musbakun, salah satu penerima manfaat, bantuan empat ekor kambing ini menjadi sebuah kesempatan emas untuk merealisasikan pengembangan usaha peternakan yang selama ini terhambat oleh keterbatasan modal.
Musbakun tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Lazismu Bojonegoro, Lazismu Jawa Timur, serta seluruh donatur yang telah memberikan dukungan berharga kepada keluarganya melalui program ini.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lazismu Bojonegoro dan para donatur atas bantuan ternak kambing ini. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami di Desa Mudung. Insyaallah, amanah ini akan saya jaga dan rawat sebaik mungkin agar kambing-kambing ini bisa berkembang biak dan membantu perekonomian kami ke depan,” ungkap Musbakun dengan penuh harap.
Rasa syukur dan apresiasi serupa turut disampaikan oleh Subakir, warga Desa Pilang yang berprofesi sebagai petani sekaligus peternak. Baginya, bantuan ini membuka peluang besar untuk mengembangkan usaha keluarganya.
“Mewakili keluarga, saya matur nuwun sanget kepada Lazismu yang sudah peduli dengan kami, warga Desa Pilang. Bantuan empat ekor kambing ini menjadi penyemangat baru bagi kami,” ujar Subakir, menunjukkan rasa terima kasihnya.
Subakir juga mendoakan agar Lazismu senantiasa diberkahi, para donaturnya dilimpahi rezeki yang berlimpah, dan program pemberdayaan semacam ini dapat terus berlanjut guna membantu lebih banyak peternak kecil lainnya di wilayah Bojonegoro.
Secara keseluruhan, bantuan kambing ini diharapkan dapat berfungsi sebagai modal produktif yang bisa dikembangkan lebih lanjut melalui praktik pemeliharaan yang optimal, proses pengembangbiakan yang efektif, serta pengelolaan usaha peternakan yang terencana dengan baik.
Prof. Sigit Hermawan, selaku Ketua Lazismu Jawa Timur, menjelaskan bahwa dukungan pendanaan untuk program peternakan kambing di Bojonegoro ini diberikan setelah timnya melakukan kunjungan lapangan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan serta mengevaluasi dampak positif dari program pemberdayaan yang telah berjalan.
Menurut Prof. Sigit, keberhasilan suatu program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari kuantitas bantuan yang berhasil disalurkan kepada masyarakat.
Jauh lebih penting, lanjutnya, adalah sejauh mana bantuan tersebut mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para penerima manfaat, mendorong mereka untuk mengembangkan usaha, serta pada akhirnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan bagi keluarga mereka.
“Setelah melakukan kunjungan ke program UMKM peternakan kambing di Bojonegoro, kami melihat perkembangan dan dampak yang baik. Karena itu, Lazismu Jawa Timur mendukung program ini agar semakin berdampak, bermanfaat, berdaya, dan berkelanjutan,” jelas Prof. Sigit, menegaskan komitmen mereka.
Prof. Sigit menambahkan bahwa Lazismu Jawa Timur akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan usaha yang dijalankan oleh para penerima manfaat. Apabila hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang positif dan signifikan, ada peluang besar untuk meningkatkan dukungan program ini, sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan berkelanjutan ini juga merupakan wujud nyata sinergi yang kuat antara Lazismu Jawa Timur dan Lazismu Bojonegoro. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan program pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal yang ada di daerah tersebut.
Dari sisi Lazismu Bojonegoro, Kepala Kantor Sartono, menyampaikan harapannya agar para penerima manfaat dapat menjaga amanah bantuan ini dengan sungguh-sungguh. Tujuannya adalah agar ternak kambing tersebut dapat berkembang biak dengan baik dan pada akhirnya memberikan hasil yang optimal bagi kesejahteraan keluarga mereka.
Sartono juga menegaskan bahwa bantuan produktif semacam ini harus diiringi dengan tanggung jawab penuh dalam hal pemeliharaan ternak, pengelolaan usaha yang efektif, serta komitmen yang kuat dari penerima manfaat untuk terus mengembangkan potensi diri dan usahanya.
Secara keseluruhan, program ini merupakan bagian integral dari upaya pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh Lazismu. Dana tersebut diarahkan secara strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di sektor peternakan.
Maka dari itu, Lazismu tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat ini, tetapi juga secara proaktif mendorong para penerima manfaat agar mereka memiliki sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan, serta dapat dikembangkan dalam jangka waktu yang panjang.
Semangat utama yang ingin ditanamkan dan dibangun melalui program ini adalah mewujudkan mustahik (penerima zakat) yang berdaya, mandiri, dan kelak di kemudian hari mampu bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat).
Guna mewujudkan visi tersebut, pemantauan berkala terhadap perkembangan ternak dan kemajuan usaha para penerima manfaat menjadi sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi setiap kendala yang mungkin timbul sehingga dapat segera dicarikan solusi yang tepat.
Melalui implementasi program ‘Peternakan Masyarakat Madani’ ini, Lazismu Bojonegoro dan Lazismu Jawa Timur bersama-sama berharap bahwa bantuan yang telah disalurkan dapat benar-benar tumbuh menjadi usaha produktif yang kokoh, memperkuat fondasi ekonomi keluarga, serta menginspirasi pengembangan program-program pemberdayaan serupa di berbagai wilayah lainnya.
Dengan modal awal empat ekor kambing, kini tumbuh harapan baru bagi masa depan keluarga penerima manfaat. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif, kepedulian yang ditunjukkan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan juga membuka jalan terang menuju kemandirian ekonomi jangka panjang. (Jurnalis: Ansorul Hakim, Penyunting: Sugeng Purwanto).












