KlikMojok – Siswa-siswi MI Muhammadiyah 5 Banyutengah, yang merupakan peserta ekstrakurikuler Tapak Suci Putera Muhammadiyah, baru-baru ini menggelar latihan tanding perdana mereka. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di halaman Perguruan Muhammadiyah Banyutengah, Panceng, Gresik. Latihan tanding Tapak Suci ini menjadi pengalaman pertama bagi para siswa untuk menguji dan mengembangkan kemampuan teknik, keberanian, pengendalian diri, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Sejak pukul 07.00 WIB, halaman Perguruan Muhammadiyah Banyutengah di Panceng, Gresik, telah dipersiapkan menjadi arena bagi para peserta ekstrakurikuler Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari MI Muhammadiyah 5 Banyutengah. Mereka berkumpul dengan antusias untuk menjalani pengalaman baru dalam bentuk latihan tanding.
Latihan tanding perdana ini memberikan kesempatan krusial bagi para siswa untuk mengaplikasikan berbagai teknik pencak silat yang selama ini telah mereka pelajari dalam sesi latihan rutin. Selain itu, kegiatan ini juga melatih mereka untuk berani menghadapi lawan, mengendalikan emosi dan gerakan diri, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.
Dengan mengenakan perlengkapan latihan lengkap, setiap siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh keseriusan dan fokus. Masing-masing pertandingan tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga berfungsi sebagai evaluasi diri untuk mengidentifikasi teknik atau kemampuan yang telah dikuasai dengan baik, serta area-area yang masih memerlukan peningkatan dan perbaikan.
Salah satu peserta, Miqdad Keyzza Shanum, mengakui bahwa ia sempat merasakan kegugupan sebelum memulai latihan tanding pertamanya. Namun, perasaan tersebut berangsur-angsur sirna setelah ia memberanikan diri untuk mencoba. “Awalnya saya merasa sedikit gugup karena baru pertama kali ikut latihan tanding. Tapi setelah mencoba, saya jadi lebih berani dan senang. Saya ingin terus berlatih supaya kemampuan saya semakin baik,” ungkap Shanum dengan semangat.
Pengalaman yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Reyhan Ihsan. Ia memandang latihan tanding ini sebagai sarana efektif untuk mengevaluasi dan mengukur sejauh mana perkembangan dirinya setelah rutin mengikuti latihan. “Saya senang bisa ikut latihan tanding. Dari kegiatan ini saya bisa belajar menghadapi lawan dan mengetahui apa yang masih kurang dari diri saya. Semoga ke depannya saya bisa lebih percaya diri dan semakin bagus dalam berlatih,” jelas Reyhan, mengungkapkan harapannya.
Susiana, yang merupakan guru sekaligus pembina ekstrakurikuler Tapak Suci di sekolah tersebut, menegaskan bahwa latihan tanding memegang peranan vital sebagai bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses pembinaan siswa.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar mengajarkan kemampuan teknis dalam bela diri. Lebih dari itu, olahraga ini juga bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai penting seperti keberanian, kedisiplinan, kemampuan mengendalikan diri, serta sikap saling menghargai terhadap lawan tanding.
“Latihan tanding ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang lebih penting adalah anak-anak berani mencoba, mampu mengendalikan diri, menghargai lawan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Dari sini mereka belajar bahwa setiap latihan dan pertandingan merupakan proses untuk menjadi lebih baik,” ungkap Susiana.
Dengan pengalaman perdana ini, Susiana berharap agar para siswa akan semakin tekun dan bersemangat dalam mengikuti setiap sesi latihan berikutnya.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya berkembang dalam kemampuan bela diri, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berani, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik,” tambahnya, menekankan pada pembentukan karakter holistik.
Secara keseluruhan, latihan tanding perdana ini menandai salah satu tahapan penting dalam program pembinaan peserta Tapak Suci MI Muhammadiyah 5 Banyutengah. Melalui serangkaian pertandingan, siswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan teknis mereka, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi tekanan, mengelola emosi, dan senantiasa menunjukkan rasa hormat kepada lawan tanding.












