Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek

badge-check

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek Perbesar

KlikMojok – Memulai tausiahnya, Anang Wahid Cahyono menyampaikan bahwa seseorang yang digolongkan sebagai orang baik adalah individu yang kehadirannya paling dinantikan oleh sesamanya. Sebaliknya, orang yang digambarkan sebagai “jelek” atau buruk adalah mereka yang kedatangannya justru tidak diharapkan oleh orang lain.

Dalam sebuah tausiah iftitah yang diselenggarakan pada Pengajian Ahad Pagi PDM Trenggalek, Minggu (1/11/2026), di lapangan Dongko Trenggalek, makna kata falah yang terkandung dalam Surat Al-Hajj ayat 77 menjadi topik utama pembahasan.

Anang Wahid Cahyono, selaku Wakil Ketua PDM Trenggalek, secara mendalam menguraikan bahwa kata falah dalam salah satu ayat di Surah Al-Hajj memiliki arti kesuksesan dan kebahagiaan. Pemahaman ini sejalan dengan lafaz azan yang menyerukan “hayya alal falah” atau “marilah meraih kemenangan/kebahagiaan”.

Anang menjelaskan, “Jadi surah Al-Hajj mengurai kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Azan yang kita dengar adalah ajakan untuk mencapai kesuksesan,” ujarnya, menegaskan relevansi ajaran Al-Qur’an dan panggilan ibadah dalam mencapai kebahagiaan sejati.

Lebih lanjut, Anang Wahid Cahyono memaparkan bahwa terdapat dua kunci utama untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Kunci pertama adalah memiliki kesalehan spiritual, sementara kunci kedua adalah kesalehan secara sosial.

“Di Muhammadiyah untuk menjadi saleh spiritual warga Muhammadiyah bisa belajar dari Himpunan Putusan Tarjih. Semua petunjuk kegiatan peribadatan sudah sesuai sunah. Tidak ada yang daif,” tegasnya, menyoroti pentingnya merujuk pada pedoman yang sahih dalam praktik ibadah.

Berbicara mengenai aspek kesalehan sosial, Anang mengisahkan sebuah pertanyaan yang pernah diajukan kepada Nabi Muhammad SAW: “Bagaimana kriteria orang yang paling baik?” Nabi SAW kemudian menjawab bahwa “orang yang paling baik adalah yang paling ditunggu kehadirannya oleh orang lain.”

“Jangan sampai warga Muhammadiyah tidak ditunggu kehadirannya oleh orang lain meskipun kita, warga Muhammadiyah, minoritas di sekitar kita,” pesannya, menekankan pentingnya peran positif dan kontribusi sosial bagi setiap anggota Muhammadiyah.

Kemudian, Anang melanjutkan penjelasannya dengan pertanyaan serupa: “Siapakah orang yang paling buruk?” Nabi SAW menjawab, “orang yang paling tidak ditunggu oleh orang lain,” sebuah cerminan dampak negatif seseorang di lingkungannya.

Anang Wahid Cahyono turut mengutip hadis lain yang mengisahkan pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah SAW: “Siapa orang yang paling dicintai Allah?”

Rasulullah SAW kemudian menjawab bahwa “dia adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain,” menunjukkan bahwa kebermanfaatan bagi sesama adalah tolok ukur utama kecintaan Allah.

Berdasarkan hadis tersebut, Anang kemudian memaparkan empat amalan utama yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Amalan pertama adalah ketika seseorang mampu menyenangkan hati orang lain, sebagaimana dicontohkan oleh almarhum Nadjib Hamid dengan slogannya yang terkenal: “bermuhammadiyah itu harus menggembirakan.”

Amalan kedua adalah berupaya menghilangkan kesedihan orang lain dan menghindari perbuatan yang menyusahkan. Ia mencontohkan, ketika ada kotak amal, hendaknya diisi sebagai bentuk kepedulian. Amalan ketiga, Anang menjelaskan, adalah kesediaan untuk membantu melunasi utang orang lain, terutama dalam konteks bertetangga, di mana saling tolong-menolong sangat dianjurkan.

“PDM Trenggalek yang punya banyak utang mari kita ikut lunasi, insyaallah menjadi amalan yang dicintai Allah,” ajaknya, merujuk pada konteks internal. Terakhir, amalan keempat yang disebutkan adalah memberi makan kepada orang yang kelaparan, sebuah tindakan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

1 Nov 2026 - 18:46 WIB

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

1 Nov 2026 - 18:45 WIB

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

Tantangan Dwibahasa dan Nalar Kritis: Ratusan Murid SD Al Islam Cerme Ikuti IKSC 2026

1 Nov 2026 - 18:43 WIB

Tantangan Dwibahasa dan Nalar Kritis: Ratusan Murid SD Al Islam Cerme Ikuti IKSC 2026

Tikungan Maut Bojonegoro-Nganjuk: Sebuah Tragedi dan Panggilan Pendidikan Keselamatan Jalan

1 Nov 2026 - 15:18 WIB

Tikungan Maut Bojonegoro-Nganjuk: Sebuah Tragedi dan Panggilan Pendidikan Keselamatan Jalan

Ketika Malam Memeluk Kesendirian: Kisah Polisi Ngawi Menjemput Kembali Anak Tersesat di Jalan

1 Nov 2026 - 15:17 WIB

Ketika Malam Memeluk Kesendirian: Kisah Polisi Ngawi Menjemput Kembali Anak Tersesat di Jalan
Trending di Pendidikan