KlikMojok – Malam itu, dini hari di Dusun Pulorejo, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, kegelapan terasa lebih pekat dari biasanya. Di tengah sunyi yang memeluk, seorang anak kecil ditemukan sendirian di pinggir jalan raya, kebingungan dan mungkin diliputi ketakutan, jauh dari dekapan hangat rumahnya. Kejadian pilu ini mengetuk kepedulian warga, memicu respons cepat yang tak hanya menunjukkan sigapnya aparat, namun juga eratnya simpul kemanusiaan di tengah masyarakat. Peristiwa penemuan anak tersesat ini terjadi pada Selasa dini hari, menjadi pengingat betapa rentannya buah hati kita tanpa pengawasan yang memadai.
Keheningan dini hari itu pecah ketika beberapa warga mendapati bocah malang tersebut. Tanpa pikir panjang, mereka segera bergerak menuju Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kedunggalar, membawa serta kekhawatiran dan harapan agar sang anak bisa kembali ke pelukan keluarganya. “Peristiwa tersebut bermula pada Selasa (29/10/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, saat warga mendatangi Mapolsek Kedunggalar untuk melaporkan penemuan anak kecil yang berada sendirian di pinggir jalan,” ujar Kapolsek Kedunggalar saat dikonfirmasi media pada Minggu (1/11/2026), mengisahkan awal mula kejadian yang menyentuh hati.
Mendengar laporan darurat itu, piket jaga Polsek Kedunggalar tak membuang waktu. Dengan gerak cepat, mereka langsung berkoordinasi dengan warga sekitar, menyisir setiap sudut wilayah untuk mencari petunjuk identitas dan alamat tinggal sang anak. Pendekatan humanis menjadi kunci, membangun jembatan komunikasi yang hangat antara aparat dan masyarakat. Melalui kerja sama yang erat ini, identitas bocah malang itu akhirnya berhasil terungkap: ia adalah putra dari Nopi (35), seorang warga Dusun Pulorejo, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, sama seperti lokasi penemuannya.
Setelah identitas dan alamat keluarga dipastikan, petugas kepolisian tanpa menunda langsung mengantar sang anak kembali ke pangkuan orang tuanya. Proses serah terima berlangsung penuh kelegaan, memastikan sang buah hati kembali dalam kondisi utuh dan selamat, tanpa kekurangan suatu apa pun. Kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menghadirkan pertolongan di saat paling genting.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno tidak luput memberikan apresiasi mendalam kepada warga yang sigap melaporkan kejadian ini. Ia memuji kepedulian sosial yang ditunjukkan, menegaskan bahwa langkah tanggap tersebut adalah wujud nyata sinergi yang baik antara masyarakat dan institusi penegak hukum di tingkat akar rumput. Lebih dari itu, Kapolsek juga menyampaikan pesan penting yang harus menjadi perhatian setiap orang tua. “Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, jangan sampai lengah atau membiarkan anak bermain tanpa pendampingan. Pastikan anak selalu dalam pantauan keluarga demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” pesan Kapolsek Kedunggalar, menekankan urgensi pengawasan demi keselamatan anak-anak.
Kejadian ini juga menggarisbawahi peran Polri yang melampaui sekadar penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kehadiran mereka adalah juga untuk mengemban misi kemanusiaan, memberikan perlindungan, pertolongan cepat, dan rasa aman yang komprehensif bagi setiap warga negara yang membutuhkan. Ini adalah cerminan dari wajah Polri yang humanis, hadir sebagai pelindung dan pengayom. Pihak kepolisian juga terus mendorong masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemui situasi darurat atau kejadian yang membutuhkan kehadiran negara di tengah-tengah warga.
Ke depan, Polsek Kedunggalar berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli malam serta memperkuat koordinasi dengan perangkat desa. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kerawanan sosial dan memastikan lingkungan tetap kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak di wilayah Kabupaten Ngawi. Kisah penemuan anak tersesat di dini hari ini bukan hanya tentang sebuah insiden yang berakhir bahagia, melainkan juga tentang sebuah pesan kuat: bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama, sebuah kanvas kepedulian yang harus terus diwarnai oleh kewaspadaan orang tua, kesigapan aparat, dan kepekaan seluruh elemen masyarakat.












