KlikMojok – Jombang, sebuah kota yang sarat sejarah pergerakan Islam di Indonesia, tengah bersiap menyambut salah satu hajat besar Nahdlatul Ulama (NU). Pada tahun 2026, Pondok Pesantren Bahrul Ulum akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU, sebuah forum strategis yang dinanti tidak hanya oleh jutaan Nahdliyyin, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Momen krusial ini mendapatkan dukungan penuh dari Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), yang melihatnya sebagai penentu arah dan rekomendasi penting bagi masa depan negara.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPI, KH. KMT. Abdul Muhaimin, didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP IPI, Dr. M. Hermansyah, ST., MT., serta Dewan Pembina DPP IPI, Prof. Dr. KPHA. Tjandra Sridjaja P., SH., MH., menyampaikan secara resmi harapan besar mereka. Pernyataan yang dirilis pada Sabtu (29/8/2026) ini menggarisbawahi pentingnya NU untuk sukses dalam mengemban tugas besar organisasinya. Lebih dari itu, IPI berharap Muktamar mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang menyentuh kepentingan bangsa, negara, dan agama secara menyeluruh.

Dalam pandangan IPI, agenda Muktamar NU ke-35 harus mampu merumuskan poin-poin krusial yang menyentuh berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada empat pilar utama yang menjadi harapan IPI: pertama, memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kedua, mengawal profesionalitas TNI dan Polri agar senantiasa berpijak pada kedaulatan rakyat. Ketiga, mendorong pengelolaan sumber daya alam dan anggaran negara yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Dan keempat, mendesak pembangunan karakter bangsa yang selaras dengan budaya, etika, dan keteladanan luhur Indonesia, termasuk penguatan nilai-nilai Akhlaqul Karimah.
Muktamar NU ke-35 ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi cerminan dinamika pesantren di Nusantara. Sejalan dengan momentum tersebut, IPI sendiri juga tengah mempersiapkan Musyawarah Nasional 2026. Acara penting bagi IPI ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober–November mendatang di Surabaya, Jawa Timur. Munas IPI akan mempertemukan Pengurus DPP IPI, 34 Dewan Pimpinan Wilayah, dan 422 Dewan Pimpinan Cabang, yang secara kolektif mewakili lebih dari 15.000 pondok pesantren yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Dalam kesempatan yang sama, IPI juga menyuarakan harapan agar kehadiran pejabat pemerintah pusat dan daerah, serta para pengambil keputusan negara pada Muktamar nanti, tidak hanya sebatas simbolis. Mereka berharap ada perhatian dan penghargaan yang lebih bermakna terhadap eksistensi pesantren, khususnya para santri, yang merupakan tulang punggung pendidikan karakter bangsa. Mereka adalah generasi penerus yang ditempa nilai-nilai luhur keagamaan dan kebangsaan.
“Melalui Muktamar NU ke-35 Tahun 2026, diharapkan segenap pemangku kepentingan bangsa Indonesia memberikan perhatian dan memfasilitasi kehidupan demokrasi serta penegakan hukum yang berkeadilan dengan kepastian hukum, menuju Indonesia Emas,” demikian pernyataan resmi dari DPP IPI. Sebuah harapan yang menggarisbawahi cita-cita luhur untuk melihat Indonesia tumbuh menjadi negara yang tidak hanya maju secara materi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan, berlandaskan fondasi yang kuat dari pesantren dan umat.













