KlikMojok – Senja Kamis (8/10/2026) di Dusun Sambilanang, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tiba-tiba koyak oleh kepulan asap tebal yang membumbung tinggi, disusul kobaran api yang mengerikan. Sebuah gudang bahan sepatu milik Zainul Arifin (58) mendadak menjadi pusat perhatian, dilalap si jago merah dalam insiden kebakaran gudang yang menggemparkan warga.
Api yang berkobar dengan ganas itu menghanguskan gudang seluas sekitar 800 meter persegi, mengubah material sepatu yang mudah terbakar menjadi bahan bakar yang memperparah situasi. Tim Damkarla (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Jombang harus mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, menghadapi tantangan besar untuk menjinakkan amuk api ini. Proses pemadaman menjadi pertarungan panjang yang membutuhkan waktu sekitar empat jam, sebuah durasi yang menguras tenaga dan fokus para petugas.
“Kami membutuhkan Waktu empat jam untuk memadamkan kebakaran tersebut. Sekitar pukul Sembilan malam, api benar-benar padam setelah kita lakukan pembasahan,” terang Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, Wiko F Diaz, saat berada di lokasi kejadian. Kesaksiannya menggambarkan betapa alotnya upaya pemadaman, terutama karena sifat material yang dilalap api.
Kondisi lokasi yang berada di tengah permukiman padat penduduk menambah kompleksitas penanganan. Warga sekitar berhamburan keluar rumah, diliputi kepanikan melihat kobaran api yang semakin membesar dan asap tebal yang pekat. Kekhawatiran akan api yang merembet ke rumah-rumah tetangga menjadi momok yang nyata. Beruntung, berkat kesigapan dan kerja keras petugas Damkarla Jombang, kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merembet ke permukiman warga, meredakan ketegangan yang menyelimuti Sambilanang malam itu.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, membenarkan peristiwa nahas ini. Pihak kepolisian segera menerjunkan petugas untuk melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh korsleting listrik. “Ada beberapa saksi yang mengetahui bahwa titik api pertama muncul dari trafo listrik,” kata Yogas pada Jumat (9/10/2026), mengindikasikan kemungkinan awal mula api.
Syukurlah, di tengah kerugian material yang besar, kebakaran ini tidak menelan korban jiwa. Saat api melahap gudang, tidak ada karyawan yang sedang bekerja di dalamnya, hanya seorang penjaga gudang yang berada di lokasi dan berhasil menyelamatkan diri. Meski demikian, kerugian material yang ditimbulkan tidaklah sedikit. “Namun kebakaran ini membuat pemilik mengalami kerugian sekitar Rp500 juta,” jelas Kompol Yogas, menggambarkan dampak finansial yang signifikan bagi Zainul Arifin. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan bahaya laten korsleting listrik, terutama di fasilitas penyimpanan material yang mudah terbakar, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tak terduga di tengah komunitas.












