Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Jejak Rantai di Jalan Aspal: Polemik Excavator Melintas di Pusat Kota Bojonegoro

badge-check

Jejak Rantai di Jalan Aspal: Polemik Excavator Melintas di Pusat Kota Bojonegoro Perbesar

KlikMojok – Bukan suara kendaraan biasa yang memecah kesunyian Minggu sore di Bojonegoro, melainkan deru mesin berat dan gemeretak rantai besi yang mengiris udara. Sebuah ekskavator, raksasa baja dengan jejak rantai penggerak, tampak melenggang santai di atas aspal jalan raya perkotaan. Pemandangan tak lazim ini segera terekam kamera dan viral di media sosial, memicu gelombang pertanyaan dan kekhawatiran dari warganet Bojonegoro. Video tersebut, yang dibagikan melalui akun Instagram @infobojonegoro pada Minggu (1/11/2026), dengan cepat menuai ratusan reaksi, menyoroti potensi kerusakan fasilitas umum dan prosedur mobilisasi alat berat yang dianggap menyimpang, khususnya saat sebuah ekskavator melintas langsung di jalan kota Bojonegoro.

Di balik layar ponsel, jari-jari warganet ramai mengetikkan kekhawatiran. Banyak yang mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) pemindahan alat berat seperti ekskavator. Mereka menyoroti ketiadaan kendaraan pengangkut khusus, lazim disebut lowbed trailer, yang seharusnya digunakan untuk mengangkut alat berat agar tidak langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Akun @agun_n_pratama, misalnya, dengan tegas menyatakan pandangannya. “Tidak boleh eksavator jalan atau rolling di jalan umum. Di proyek ada namanya dana mobilisasi dan demobilisasi. Seharusnya menggunakan lowbed trailer,” tulisnya dalam kolom komentar, menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran aturan keselamatan dan praktik proyek yang benar.

Kekhawatiran senada juga disuarakan oleh akun @naufalpesdo, yang menyoroti dampak fisik yang mungkin timbul. Ia cemas bahwa lintasan rantai besi (track) yang berat dan kasar itu berpotensi merusak struktur keawetan aspal jalan, yang notabene dibangun dengan dana publik dan ditujukan untuk kenyamanan serta keamanan pengguna jalan. Polemik ini bukan hanya soal kerusakan fisik, melainkan juga tentang pemahaman akan pentingnya prosedur yang tepat dalam menjaga infrastruktur publik serta keselamatan bersama.

Menanggapi polemik yang kian memanas dan sorotan warganet, akun Instagram resmi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Kabupaten Bojonegoro tak tinggal diam. Melalui kolom komentar, pihak dinas memberikan klarifikasi. Mereka menjelaskan bahwa telah berkoordinasi dengan UPT Bina Marga Provinsi mengenai pelaksanaan proyek di lapangan. Saat ini, menurut DPUBMPR, sedang berlangsung pekerjaan rekonstruksi dan pelapisan ulang aspal (overlay) di sepanjang jalur strategis, mulai dari Jalan Basuki Rahmad hingga Jalan Sawunggaling.

Terkait perpindahan alat berat yang menjadi sorotan, DPUBMPR menyebutkan bahwa untuk jarak yang relatif dekat, alat berat memang tidak menggunakan truk pengangkut (self loader truck). Kendati demikian, pemerintah daerah memberikan jaminan bahwa seluruh ruas Jalan Basuki Rahmad yang mungkin terdampak oleh lintasan ekskavator tersebut nantinya akan kembali diperhalus melalui pekerjaan overlay yang menjadi bagian dari proyek tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan UPT Bina Marga Provinsi terkait metode pelaksanaan di lapangan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung,” demikian pernyataan resmi DPUBMPR Bojonegoro, berusaha meredakan kekhawatiran publik dan menunjukkan komitmen terhadap perbaikan infrastruktur.

Peristiwa melintasnya ekskavator di jalan kota Bojonegoro ini menjadi cerminan pentingnya komunikasi publik dan kepatuhan terhadap standar operasional dalam setiap proyek infrastruktur. Di satu sisi, pembangunan dan pemeliharaan jalan adalah keniscayaan untuk menunjang mobilitas dan perekonomian. Di sisi lain, kekhawatiran masyarakat akan keselamatan dan potensi kerusakan fasilitas umum adalah hal yang sah dan perlu ditanggapi serius. Ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana setiap langkah pembangunan, sekecil apa pun, harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta selalu berpegang pada standar prosedur yang berlaku untuk menjaga aset publik dan kepercayaan warga, demi pendidikan dan kesadaran kolektif akan tata kelola pembangunan yang baik.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Kabut Asap yang Tak Kunjung Usai: Jeritan Napas 75 Ribu Balita Korban Karhutla

1 Nov 2026 - 21:03 WIB

Di Balik Kabut Asap yang Tak Kunjung Usai: Jeritan Napas 75 Ribu Balita Korban Karhutla

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

1 Nov 2026 - 18:46 WIB

Jejak Nasionalisme di Era Digital: Ketika Media Siber Menghidupkan Kembali Ingatan Kolektif Pemuda

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

1 Nov 2026 - 18:45 WIB

Misteri di Balik Keheningan: Penemuan Mayat Perempuan di Bekas Wisata Suwono Ngawi

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek

1 Nov 2026 - 18:44 WIB

Menguak Kriteria Orang Terbaik dan Amalan Paling Dicintai Allah dalam Pengajian PDM Trenggalek

Tantangan Dwibahasa dan Nalar Kritis: Ratusan Murid SD Al Islam Cerme Ikuti IKSC 2026

1 Nov 2026 - 18:43 WIB

Tantangan Dwibahasa dan Nalar Kritis: Ratusan Murid SD Al Islam Cerme Ikuti IKSC 2026
Trending di Pendidikan