Menu

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Inovasi Pendidikan: SD Muri Ajak Siswa Belajar dan Berkreasi di Luar Kelas Lewat ‘Little Bunny Adventure’

badge-check

Inovasi Pendidikan: SD Muri Ajak Siswa Belajar dan Berkreasi di Luar Kelas Lewat ‘Little Bunny Adventure’ Perbesar

KlikMojok – Pada Kamis, 10 September 2026, sebanyak 116 siswa kelas I dan II SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD MURI) mengikuti sebuah program inovatif bernama Outdoor Education Day. Bertempat di Wisma Garden, kegiatan yang mengusung tema “Little Bunny Adventure: Ride, Create and Celebrate” ini dirancang khusus untuk memberi ruang bagi para siswa belajar dan berkreasi di luar kelas, jauh dari rutinitas harian.

Perjalanan menuju Wisma Garden sudah menjadi bagian dari petualangan itu sendiri. Suara riang dan gelak tawa memenuhi kereta kelinci yang membawa 116 siswa kelas I dan II SD MURI. Para peserta didik ini akan menghabiskan hari di luar kelas, terlibat dalam aktivitas seperti menghias kue dan bermain clay yang dirancang untuk merangsang kreativitas mereka.

Momen istimewa ini menandai hari di mana siswa Fase A, yang terdiri dari kelas I dan II, secara khusus meninggalkan lingkungan ruang kelas mereka. Mereka berkesempatan untuk berpartisipasi penuh dalam Outdoor Education Day (OD) dengan tema menarik “Little Bunny Adventure: Ride, Create and Celebrate”, yang menjanjikan pengalaman belajar yang berbeda.

Sejak awal perjalanan dengan kereta kelinci, antusiasme dan rasa ingin tahu anak-anak sudah sangat terpancar. Mereka tak henti-hentinya bercakap-cakap, tertawa riang, dan saling bertanya mengenai serangkaian kegiatan menarik yang telah menanti mereka sesampainya di lokasi tujuan.

Salah satu siswa, Gibran Zhio Hermawan, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Dengan nada penuh harapan, ia bertanya, “Ustazah, kapan sampai? Aku sudah tidak sabar menghias kue. Pasti kuenya enak.”

Sesampainya di Wisma Garden, para siswa cilik disambut hangat oleh Annisa Rizki Wardani beserta tim Jisanaru yang menjadi fasilitator kegiatan. Sebelum memulai berbagai aktivitas seru, anak-anak diminta untuk membuat lingkaran dan berdoa bersama. Annisa kemudian dengan jelas memaparkan seluruh rangkaian kegiatan yang akan mereka ikuti sepanjang hari itu.

Hari Outdoor Education Day tersebut dibagi menjadi dua sesi utama yang menarik. Sesi pertama difokuskan pada kegiatan menghias kue, sementara sesi kedua akan diisi dengan bermain clay.

Memasuki sesi pertama, anak-anak dengan penuh semangat mulai berhadapan dengan kue-kue polos yang telah disiapkan untuk dihias. Mereka diberi kebebasan penuh untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas masing-masing, memilih berbagai bentuk dan susunan hiasan sesuai dengan selera dan keinginan mereka sendiri.

Dengan tangan-tangan mungil yang cekatan, para siswa bekerja dengan sangat teliti. Beberapa di antara mereka tampak cepat dalam menyelesaikan hiasan kuenya, sementara yang lain dengan sabar dan berulang kali memperbaiki bagian yang dirasa belum sempurna atau sesuai dengan visi mereka.

Aroma manis kue memenuhi udara, menambah semarak suasana kegiatan. Hasil akhir dari kreasi mereka sangatlah beragam, menampilkan tampilan warna-warni yang unik dan personal, mencerminkan daya cipta setiap siswa.

Lebih dari sekadar ajang berkreasi, aktivitas menghias kue ini juga memberikan pelajaran berharga lainnya. Anak-anak belajar bagaimana mengikuti petunjuk dengan baik, bagaimana menyelesaikan sebuah pekerjaan hingga tuntas, serta melatih kesabaran mereka selama seluruh proses pengerjaan berlangsung.

Setelah sesi pertama usai, keceriaan para siswa berlanjut tanpa henti memasuki sesi kedua. Pada sesi ini, fokus kegiatan beralih ke bermain clay, yaitu sebuah adonan khusus yang dapat dibentuk dan diolah sesuai dengan daya imajinasi tanpa batas dari setiap anak.

Di bawah sentuhan tangan-tangan kreatif mereka, adonan clay tersebut dengan cepat berubah wujud menjadi berbagai bentuk yang unik dan menarik. Terciptalah aneka rupa, mulai dari wortel, tomat, permen, hingga bentuk es krim yang menggemaskan.

Beberapa siswa langsung dengan mantap menentukan bentuk apa yang ingin mereka ciptakan. Sementara itu, sebagian lainnya mencoba dan bereksperimen beberapa kali hingga berhasil mendapatkan hasil karya yang sesuai dengan keinginan mereka. Di tengah-tengah kesibukan berkreasi, mereka juga aktif saling memperlihatkan hasil karya masing-masing kepada teman-teman di sebelahnya, berbagi kebanggaan.

Melalui kegiatan bermain clay ini, para siswa mendapatkan kesempatan berharga untuk tidak hanya menggunakan imajinasi liar mereka, tetapi juga secara efektif melatih dan mengasah keterampilan motorik halus mereka. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana menyelesaikan sebuah karya secara mandiri, berpegang pada gagasan dan ide-ide yang muncul dari diri mereka sendiri.

Bagi siswa kelas I dan II, kegiatan belajar di luar kelas seperti ini tentu saja menghadirkan sebuah pengalaman yang sangat berbeda dan menyegarkan dibandingkan dengan rutinitas belajar mereka di dalam kelas setiap hari.

Dari perjalanan seru menggunakan kereta kelinci, menikmati suasana terbuka dan asri di Wisma Garden, hingga terlibat dalam aktivitas menghias kue dan membentuk clay, semua elemen ini memberikan kesempatan emas bagi mereka untuk belajar melalui pengalaman langsung yang konkret.

Dalam kegiatan ini, anak-anak tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan dari guru atau fasilitator. Sebaliknya, mereka secara aktif melihat, menyentuh, mencoba sendiri, dan pada akhirnya berhasil menghasilkan karya-karya orisinal mereka sendiri.

Outdoor Education Day yang penuh makna hari itu akhirnya berakhir, meninggalkan kesan mendalam dan pengalaman berharga. Pengalaman ini tidak hanya dibawa pulang dalam bentuk hasil kreasi fisik yang mereka buat. Lebih dari itu, anak-anak juga membawa pulang cerita-cerita menarik tentang petualangan mereka dengan kereta kelinci, kebanggaan atas kue yang berhasil mereka hias, serta berbagai bentuk kecil nan unik yang lahir langsung dari imajinasi dan kreativitas mereka.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Strategi School Branding Efektif di Era Digital: Kunci Keberlangsungan Lembaga Pendidikan

11 Sep 2026 - 06:13 WIB

Strategi School Branding Efektif di Era Digital: Kunci Keberlangsungan Lembaga Pendidikan

Inspirasi Pengelolaan Masjid dan Ranting Muhammadiyah: Studi Tiru PDM Tuban ke Ponorogo

11 Sep 2026 - 06:10 WIB

Inspirasi Pengelolaan Masjid dan Ranting Muhammadiyah: Studi Tiru PDM Tuban ke Ponorogo

Simpang Merah Tuban: Tragedi Mengoyak Ketenangan Sore, Satu Nyawa Melayang Akibat Ketidakpatuhan

10 Sep 2026 - 21:06 WIB

Simpang Merah Tuban: Tragedi Mengoyak Ketenangan Sore, Satu Nyawa Melayang Akibat Ketidakpatuhan

Gemerlap Surabaya dan Bayangan Integritas: Kisah Lima Karyawan Valhalla yang Tersandung Narkoba

10 Sep 2026 - 21:05 WIB

Gemerlap Surabaya dan Bayangan Integritas: Kisah Lima Karyawan Valhalla yang Tersandung Narkoba

Anies Baswedan di Lamongan: Jembatan Titian Persatuan, Lebih dari Sekadar Infrastruktur Penghubung Dua Desa

10 Sep 2026 - 21:03 WIB

Anies Baswedan di Lamongan: Jembatan Titian Persatuan, Lebih dari Sekadar Infrastruktur Penghubung Dua Desa
Trending di Pendidikan