KlikMojok – Sepanjang hampir satu dekade, Dusun Kaju Raja di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, hidup berdampingan dengan kerusakan. Jalanan beraspal yang mestinya menjadi urat nadi mobilitas warga, justru menjelma menjadi medan berlubang dan bergelombang, mengganggu setiap langkah, setiap perjalanan anak-anak ke sekolah, setiap gerak roda perekonomian. Namun, penantian panjang itu kini menemui titik terang. Sebuah asa baru terhampar dalam bentuk program pavingisasi yang digagas berkat uluran tangan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj Ansari, dan yang lebih penting, melalui denyut semangat gotong royong yang tak pernah padam dari masyarakat setempat.
Perbaikan infrastruktur jalan Pamekasan ini bukanlah sekadar proyek fisik, melainkan sebuah narasi panjang tentang ketahanan dan inisiatif. Ruas jalan sepanjang sekitar 900 meter dengan lebar tiga meter yang sebelumnya rusak parah, kini perlahan bertransformasi. Proses pengerjaan pavingisasi ini berlangsung hampir satu bulan penuh, terhitung sejak 12 Agustus hingga 5 Oktober 2026, sebuah durasi yang menjadi saksi bisu kekompakan warga yang bahu-membahu dalam setiap tahap pembangunan. Kerusakan jalan yang berlangsung hampir satu dekade itu, menurut warga, telah lama mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari, menciptakan tantangan yang tak kecil bagi setiap penghuni dusun.
Kini, dengan jalan yang mulus, harapan membuncah. Mobilitas masyarakat, termasuk akses anak-anak yang beraktivitas di sekitar permukiman, diharapkan akan jauh lebih mudah. Lebih dari sekadar meningkatkan aksesibilitas, keberadaan jalan yang lebih baik ini juga diyakini mampu menunjang kegiatan warga dalam jangka panjang, membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi dan sosial di Dusun Kaju Raja.
Hj Ansari, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus mendorong agar kebutuhan warga, khususnya di daerah pedesaan, memperoleh perhatian yang layak. “Kami berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam menunjang akses transportasi di kawasan pedesaan,” kata Hj Ansari, Senin (12/10/2026).
Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim XI Madura ini juga menyoroti nilai luhur budaya gotong royong yang begitu kental di masyarakat Madura. Baginya, semangat kebersamaan ini adalah modal sosial yang tak ternilai dan harus terus dipertahankan. Ia percaya bahwa pembangunan akan jauh lebih bermakna apabila bantuan yang diberikan berjalan beriringan dengan keterlibatan aktif masyarakat. “Dengan semangat gotong royong, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mengambil peran langsung dalam proses pembangunan. Keterlibatan warga diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas umum,” tegasnya, menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Ia menjelaskan, pavingisasi dipilih sebagai solusi karena jalan yang rusak dan berlubang dapat menyulitkan aktivitas warga, terutama saat hujan yang berpotensi menyebabkan permukaan jalan licin dan membahayakan pengguna. Oleh karena itu, Hj Ansari juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat: “Oleh karena itu, kami meminta masyarakat agar ikut serta menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki. Artinya kami berharap masyarakat agar memperhatikan kelancaran saluran air agar tidak terjadi genangan yang dapat mengganggu kondisi jalan.” Selain itu, ia juga meminta agar kendaraan yang melintas tidak membawa muatan berlebihan demi menjaga ketahanan jalan. “Ke depan, pemeliharaan jalan menjadi tanggung jawab bersama agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” harapnya, seraya menambahkan, “Dengan demikian, manfaat perbaikan ini nantinya tidak hanya dirasakan saat pembangunan selesai, tetapi juga dapat menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.”
Menyambut baik bantuan ini, Panitia Pavingisasi Kaju Raja, Blumbungan, Larangan, Pamekasan, H Yatim Makmun, menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Terima kasih kepada Ibu Hj Ansari atas bantuan yang diberikan untuk memperbaiki akses jalan di desa kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama karena kondisi jalan sebelumnya sangat lama mengalami kerusakan,” ungkapnya. Ia juga berharap agar perbaikan ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga. “Kami mengapresiasi keterlibatan masyarakat selama proses pengerjaan, kekompakan dan kerja sama ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan,” harapnya, menutup dengan refleksi, “Dengan semangat kebersamaan, pengerjaan perbaikan dapat diselesaikan dan hasilnya dapat kita nikmati bersama. Tidak kalah penting, hal ini juga harus disertai dengan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sudah dibangun.”
Perbaikan infrastruktur jalan Pamekasan ini bukan hanya tentang beton dan paving, melainkan tentang menghidupkan kembali harapan, memperkuat ikatan komunitas, dan menjadi pengingat bahwa dengan kolaborasi, bahkan kerusakan yang telah satu dekade pun bisa diatasi, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.












