KlikMojok – Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, suasana Aula SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) dipenuhi antusiasme saat para guru dan murid berpartisipasi dalam Pelatihan Menulis dan Bedah Majalah. Mereka secara aktif terlibat dalam praktik fotografi jurnalistik, berbekal kamera ponsel untuk mengabadikan berbagai momen. Momen-momen yang berhasil dijepret ini kemudian menjadi dasar untuk menyusun caption dan dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah karya berita yang utuh. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana sebuah foto, bahkan dari tangkapan ponsel sederhana, memiliki potensi besar untuk menjadi awal dari sebuah cerita yang menarik dan dapat dibaca oleh banyak orang.
Konsep inilah yang menjadi fokus utama dalam pelatihan bertajuk “Pelatihan Menulis dan Bedah Majalah: Ubah Cerita Jadi Karya Jurnalistik”, yang secara khusus diikuti oleh para murid dan guru SMP Musasi di aula sekolah pada hari tersebut.
Pelatihan ini semakin berbobot dengan kehadiran Mohammad Nurfatoni, Redaktur Pelaksana Tagar.co, sebagai narasumber. Sesi yang dipandunya dirancang sangat interaktif, memastikan bahwa peserta tidak hanya menerima teori, melainkan juga langsung terjun mempraktikkan tahapan pembuatan karya jurnalistik. Prosesnya meliputi pengamatan peristiwa, pengambilan foto, penyusunan caption yang relevan, hingga akhirnya merangkai semua menjadi sebuah berita.
Di antara beragam sesi yang ditawarkan, praktik fotografi jurnalistik menjadi bagian yang paling banyak menyita perhatian dan antusiasme peserta.
Menurut penjelasan Mohammad Nurfatoni, esensi foto jurnalistik yang berkualitas terletak pada kemampuannya mengabadikan peristiwa secara dinamis dan ekspresif, jauh dari kesan objek yang statis. Ia menekankan pentingnya memperhatikan komposisi dan pencahayaan. Faktor-faktor ini krusial agar foto tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif dalam memperkuat informasi yang disampaikan dalam berita.
Dengan bekal ponsel masing-masing, peserta kemudian disebar untuk mencari dan membidik berbagai objek serta momen menarik di lingkungan aula. Selama praktik, mereka dilatih untuk menentukan objek foto yang paling representatif, memilih sudut pengambilan gambar yang optimal, dan menerapkan prinsip-prinsip komposisi serta pencahayaan yang telah diajarkan.
Menariknya, dalam satu kegiatan yang berlangsung di aula, para peserta dihadapkan pada berbagai kemungkinan objek foto. Ini menantang mereka untuk secara mandiri memilih momen yang paling kuat dan mampu secara akurat menggambarkan peristiwa yang sedang terjadi.
Namun, proses tidak berhenti pada hasil jepretan foto semata. Selanjutnya, peserta ditantang untuk merangkai caption yang relevan dan informatif berdasarkan foto yang telah mereka hasilkan.
Dari setiap gambar yang dipilih, mereka harus mampu menggali informasi-informasi esensial yang mencakup unsur 5W1H, yaitu siapa saja yang terlibat dalam foto, kegiatan apa yang sedang berlangsung, di mana lokasi kejadiannya, dan kapan peristiwa tersebut terjadi. Kumpulan informasi penting ini kemudian dirangkai menjadi sebuah caption singkat, namun tetap komprehensif, guna memberikan konteks yang jelas kepada para pembaca.
Tahapan praktik kemudian berlanjut ke penulisan berita. Foto dan seluruh informasi yang telah berhasil dikumpulkan berfungsi sebagai bahan dasar bagi peserta untuk menyusun sebuah tulisan yang lebih lengkap dan mendalam.
Melalui serangkaian praktik ini, peserta secara langsung merasakan dan menjalani tahapan-tahapan dasar dalam proses kerja jurnalistik. Dimulai dari mengamati peristiwa, memilih momen kunci, mengambil foto, menggali informasi yang relevan, menulis caption, hingga akhirnya mengembangkan semua elemen tersebut menjadi sebuah berita yang utuh.
Hannah Prisca Azzahra, salah satu anggota Tim Redaksi Musasi Magazine, menyampaikan bahwa aspek praktik langsung merupakan bagian paling menarik dari pelatihan. Ia merasa kegiatan ini jauh lebih berkesan karena peserta tidak hanya pasif mendengarkan materi. “Tujuannya supaya kita punya ilmu untuk menulis, bisa menulis, dan mau menulis. Kegiatannya juga seru karena kita nggak cuma mendengarkan materi, tapi langsung praktik foto, bikin caption, sampai menyusun berita,” ungkap Hannah, memberikan testimoninya.
Hasil dari praktik ini menunjukkan bahwa para peserta berhasil menghasilkan beragam foto, caption, dan berita berdasarkan objek yang mereka amati secara langsung di dalam aula. Kegiatan ini sekaligus berfungsi sebagai ajang latihan yang efektif bagi para murid dan guru untuk mengaplikasikan materi jurnalistik yang baru saja mereka serap dan pelajari.
Sebagai penutup, tulisan yang menjadi bagian dari praktik ini bahkan berhasil meraih juara pertama dalam kategori praktik menulis pada “Pelatihan Menulis dan Bedah Majalah: Ubah Cerita Jadi Karya Jurnalistik” yang diselenggarakan di Aula SMP Musasi, Sabtu (3/10/2026).












