Menu

Mode Gelap
Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter BEM Unair dan Warga Sukolilo Baru Merajut Kampung Berdikari: Kolaborasi Inklusif untuk Kemandirian Pesisir

Pendidikan

Fortawa SMP Musasi: Membangun Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Pendidikan Berkarakter

badge-check


					Fortawa SMP Musasi: Membangun Sinergi Sekolah dan Orang Tua untuk Pendidikan Berkarakter Perbesar

KlikMojok – SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi) kembali menggelar Forum Taaruf Wali Siswa (Fortawa) yang bertujuan mempertemukan pihak sekolah dengan para wali murid. Pertemuan ini krusial untuk menyelaraskan langkah dalam mendampingi setiap siswa agar dapat tumbuh dengan karakter yang kuat dan meraih prestasi gemilang.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi) sukses menyelenggarakan Forum Taaruf Wali Siswa (Fortawa) khusus untuk kelas VII. Acara ini menjadi wadah penting bagi perjumpaan antara pihak sekolah dan orang tua siswa, menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Aula sekolah yang belum lama rampung direnovasi menjadi saksi bisu momen bersejarah ini. Dengan antusias, para wali murid turut hadir, menunjukkan komitmen mereka dalam menyambut fase baru pendidikan bagi putra-putri tercinta.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 144–146 yang dibacakan secara khidmat oleh Muhammad Ash Habul Kahfi, S.Pd., M.Pd. Selanjutnya, Kepala SMP Musasi, Erna Herawati, S.Pd., M.Pd., diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan pembuka.

Dalam sambutannya, Ibu Erna mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh wali murid yang hadir. Ia menjelaskan, “Seharusnya Fortawa ini dilaksanakan di awal bulan Agustus,”

Erna melanjutkan dengan memaparkan alasan di balik penundaan acara, yakni karena proses renovasi. Namun, ia menekankan bahwa keterlambatan ini justru membawa momentum yang lebih baik bagi terlaksananya Fortawa. Dengan demikian, pihak sekolah memiliki kesempatan lebih optimal untuk memperkenalkan secara mendalam visi dan misi pendidikan Musasi kepada para orang tua siswa.

Pada kesempatan tersebut, Erna turut memperkenalkan jajaran pimpinan sekolah yang membidangi berbagai aspek, meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Masyarakat (Humas), Kurikulum, Kesiswaan, Ismuba, serta Sarana dan Prasarana. Pengenalan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai mekanisme kerja sekolah, di mana setiap bidang memiliki peran vital dalam mengawal dan mendukung perjalanan pendidikan setiap siswa.

Fortawa, lebih dari sekadar ajang perkenalan antara pihak sekolah dan wali murid, berfungsi sebagai titik tolak penting untuk membangun jembatan komunikasi yang berkelanjutan sepanjang perjalanan pendidikan siswa. Keputusan para orang tua untuk menitipkan putra-putrinya di SMP Musasi secara otomatis menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sekolah mengajak seluruh keluarga untuk bergerak dalam satu arah pendidikan yang selaras.

Erna melanjutkan dengan menekankan, “Ayah bunda tidak salah menitipkan putra-putrinya di SMP Musasi sesuai dengan Surat At-Tahrim ayat 6,” Pesan ini kemudian diperkuat oleh Erna dengan mengacu pada nilai-nilai yang termaktub dalam Surah Al-Maidah ayat 2, mengajak baik pihak sekolah maupun keluarga untuk saling bahu-membahu dalam kebaikan.

Menurut pandangannya, proses pendidikan memerlukan kerja sama yang berkesinambungan dan tak terputus. Upaya yang telah dibangun oleh para guru di lingkungan sekolah harus mendapatkan penguatan serta dukungan penuh dari lingkungan rumah. Ia menegaskan, “Seluruh kegiatan sekolah dapat terlaksana dan terserap dengan baik jika ada kerja sama antara wali murid dan sekolah,”

Oleh karena itu, kehadiran aktif orang tua dalam Fortawa menjadi langkah permulaan yang esensial. Pertemuan ini membuka jalur komunikasi yang vital sebelum para siswa memulai hari-hari baru mereka di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendidikan tidak lagi dipersepsikan sebagai tanggung jawab eksklusif sekolah semata. Sebaliknya, rumah dan sekolah berfungsi sebagai dua ruang yang saling melengkapi dan mendukung.

Di lingkungan rumah, anak-anak memperoleh pembelajaran mengenai kebiasaan dan nilai-nilai luhur. Sementara itu, di sekolah, mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, mengasah keterampilan, serta memperkaya pengalaman sosial mereka. Sangat penting bagi kedua lingkungan ini untuk memiliki arah yang sejalan. Hal ini akan memastikan proses pendidikan dapat berjalan secara lebih utuh, komprehensif, dan berkesinambungan.

Dalam pesannya, kepala sekolah juga menyoroti lima tanggung jawab krusial yang diemban oleh orang tua. Tanggung jawab pertama adalah membentuk karakter dan moral yang kuat pada diri anak. Kemudian, orang tua memiliki peran sebagai fasilitator yang menyediakan berbagai kebutuhan belajar. Mereka juga diharapkan menjadi pendamping setia sekaligus motivator utama sepanjang perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Peran penting lainnya adalah menjadi mitra aktif bagi sekolah. Selain itu, orang tua juga bertanggung jawab untuk mengarahkan minat dan bakat anak agar berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Kelima peran tersebut saling terkait erat satu sama lain. Pembentukan karakter yang baik memerlukan pembiasaan yang konsisten, sedangkan pencapaian prestasi memerlukan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, sangat esensial bagi orang tua untuk secara aktif mengetahui setiap perkembangan anak. Tidak cukup hanya dengan menanyakan nilai atau hasil ujian semata. Lebih dari itu, orang tua diharapkan dapat memahami secara mendalam proses belajar serta setiap perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh anak. Komunikasi yang terbuka dan jujur dapat menjadi kunci untuk mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini.

Di akhir sambutannya, Erna turut mendoakan para wali murid agar senantiasa diberikan keluasan rezeki. Ia juga berharap agar mereka diberikan kemudahan dalam menjalankan seluruh tanggung jawab yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak. Doa tersebut menjadi penutup yang sarat makna dari sambutan kepala sekolah. Ia mengingatkan bahwa perjalanan mendampingi anak dalam pendidikan memerlukan tingkat kesabaran, perhatian, dan keteguhan hati yang tinggi.

Pada intinya, pendidikan bukanlah sebuah perlombaan yang berakhir dalam satu semester saja. Pendidikan adalah sebuah perjalanan panjang dan berkelanjutan yang menuntut kehadiran serta peran aktif orang dewasa di sekeliling anak.

Aspek penting lain dari Fortawa adalah upaya untuk membantu orang tua memahami anak secara lebih baik. Setelah sambutan kepala sekolah, para wali murid mendapatkan pemaparan detail mengenai berbagai program pendidikan yang akan dijalani. Perwakilan dari Bidang Kurikulum, Kesiswaan, dan Ismuba secara bergantian menyampaikan program-program yang telah dirancang khusus untuk siswa kelas VII. Informasi ini sangat membantu orang tua dalam mengenali kehidupan akademik serta pola pembinaan yang diterapkan di SMP Musasi.

Namun, Fortawa tidak hanya terbatas pada sesi penjelasan program. Para wali murid juga dibekali dengan pemahaman mengenai hasil psikotes yang telah diikuti oleh siswa. Sebelum resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMP Musasi, seluruh siswa telah mengikuti serangkaian psikotes. Hasil dari tes tersebut kemudian disajikan sebagai bahan berharga bagi orang tua untuk secara lebih mendalam mengenali potensi unik yang dimiliki oleh anak mereka.

Melalui pemahaman hasil psikotes ini, orang tua diharapkan dapat melihat anak mereka secara lebih utuh dan komprehensif. Informasi mengenai potensi, kecenderungan, serta kebutuhan pendampingan khusus dapat menjadi dasar komunikasi yang efektif antara orang tua dan sekolah. Langkah ini sangat krusial mengingat setiap anak memiliki perjalanan perkembangan yang unik. Mereka tumbuh dengan karakter, minat, dan kemampuan yang tidak selalu seragam satu sama lain.

Dengan data ini, sekolah dapat memberikan pendampingan yang lebih terarah sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Di sisi lain, orang tua juga dapat melanjutkan pola pendampingan yang selaras melalui interaksi sehari-hari di rumah. Pada titik ini, Fortawa menemukan esensi dan makna yang lebih mendalam. Pertemuan ini bukan hanya sekadar penyampaian informasi dari pihak sekolah kepada wali murid.

Sebaliknya, Fortawa bertransformasi menjadi ruang vital untuk menyatukan cara pandang dan persepsi. Sekolah dan keluarga, secara kolaboratif, memandang pendidikan sebagai sebuah tanggung jawab besar yang harus diemban dan dikerjakan bersama. Hal ini didasari pemahaman bahwa anak tidak hanya tumbuh berkembang dari buku pelajaran semata. Mereka juga membutuhkan teladan, komunikasi yang efektif, perhatian yang tulus, serta lingkungan yang kondusif di sekelilingnya.

Oleh karena itu, langkah awal yang diambil oleh siswa kelas VII di SMP Musasi dimulai dengan langkah bersama. Pihak sekolah dan orang tua kini berjalan dalam satu arah yang terpadu. Dari aula sekolah yang baru selesai direnovasi, sebuah perjalanan pendidikan yang penuh harapan pun resmi dimulai. Harapan yang diemban mungkin terdengar sederhana, namun memiliki jangkauan panjang: yakni melahirkan generasi muda yang tidak hanya berkarakter kuat dan berprestasi, tetapi juga teguh dalam nilai-nilai keislaman.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan

22 Agustus 2026 - 20:43 WIB

Membangun Karakter dan Kebersamaan Lewat Jalan Sehat Semarak HUT RI di SDN Godog

22 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Spemduta Perkuat Pendidikan Inklusif dengan Pendampingan Psikolog Humanity: Fokus Holistik untuk Murid dan Guru

22 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Lebih dari Sekadar Infrastruktur: Lazismu Jatim Edukasi Sanitasi dan Pemberdayaan Warga Kaliampo

22 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Pengukuhan Kader UKS Spem Eight: Langkah Strategis SMP Muhammadiyah 8 Gresik Ciptakan Siswa Sehat Berkarakter

22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Trending di Pendidikan