KlikMojok – Suasana di Dendrobium Convention Hall Kota Batu menjadi semakin hidup dan penuh semangat saat 40 Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik berkumpul. Mereka datang untuk mengikuti Simposium dan Motivasi Pendidikan bertema “Resilient School Leader” yang diselenggarakan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Acara ini berhasil memecah keseriusan diskusi program kerja Forum Silaturrahmi Kepala Sekolah SD/MI Muhammadiyah (Foskam), menghadirkan Dr. Mukhlas Rofiq, S.E., M.M., yang akrab disapa Mr. Roo, sebagai narasumber utama. Dalam sesi tersebut, Mr. Roo mengajak seluruh peserta untuk bergerak, tertawa, dan meneriakkan yel-yel bersama, menciptakan atmosfer yang interaktif dan energik.
Sesi dimulai dengan seruan penuh semangat dari Mr. Roo, “Are you ready?” yang langsung disambut dengan gemuruh jawaban, “Jos!” oleh para kepala sekolah. Melalui kegiatan motivasi ini, Mr. Roo membuka sesi dengan mengajak para kepala sekolah untuk meninjau kembali esensi makna kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah sekadar meraih sebuah jabatan, melainkan menerima sebuah amanah besar yang melekat pada diri individu. Oleh karena itu, setiap pemimpin memiliki kewajiban untuk senantiasa memberikan kinerja terbaiknya dalam menjalankan tugas tersebut.
Energi positif yang dipancarkan oleh Mr. Roo dengan cepat menular ke seluruh ruangan, terutama saat ia mengajak para peserta untuk berdiri dan mengikuti instruksi sederhana yang diberikannya. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa rumus utama untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses adalah memiliki enthusiasm atau semangat yang tinggi. Semangat ini menjadi pendorong utama bagi seorang pemimpin dalam menghadapi berbagai tantangan.
Lebih lanjut, Mr. Roo menjelaskan kriteria pemimpin ideal. “Seorang kepala sekolah harus memiliki karakter kuat, tangguh, ulet, serta mampu beradaptasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Perubahan perilaku tersebut dapat bermula dari hal-hal sederhana seperti tersenyum, beribadah, dan bersedekah,” ujarnya, menekankan bahwa fondasi kepemimpinan yang kuat dimulai dari hal-hal fundamental dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, Mr. Roo juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan untuk mengubah setiap masalah yang muncul menjadi sebuah tantangan (challenge) dan kesempatan (opportunity) untuk terus berkembang. Ia menentang sikap menjadikan masalah sebagai alasan untuk berhenti atau mengeluh. Selain itu, pengalaman dan senioritas tidak boleh menjadi penghalang untuk terus belajar, sesuai dengan prinsip never stop to learn yang selalu ia tekankan.
Selain itu, ia memberikan nasihat penting kepada para peserta agar membuang jauh-jauh budaya mengeluh. Sebagai gantinya, para pemimpin disarankan untuk mengasah power of thinking dan power of feeling mereka. Mr. Roo menekankan bahwa seorang pemimpin yang bijaksana harus mampu mengenali emosi diri sendiri sebelum mengambil keputusan, guna memastikan respons yang dihasilkan bersifat bijaksana dan konstruktif, serta membawa dampak positif.
Dalam konteks membangun komunikasi yang efektif, Mr. Roo mengingatkan bahwa jabatan atau posisi tidak membuat seseorang berada pada kedudukan yang lebih tinggi sebagai manusia. Ia menekankan pentingnya kesetaraan dalam interaksi. “Kepala sekolah perlu mengedepankan sikap saling menghargai dan kesetaraan saat berinteraksi dengan guru maupun tim. Pemimpin yang baik harus tahu kapan harus memimpin, mendengarkan, dan memberikan ruang bagi orang lain,” tuturnya, menyoroti pentingnya empati dan kolaborasi dalam kepemimpinan.
Pendiri Kaliwatu Grup Indonesia tersebut kemudian melontarkan pertanyaan reflektif kepada para peserta: “Who am I? Siapa saya sebagai seorang leader?” Pertanyaan ini bertujuan untuk mendorong introspeksi diri. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kepemimpinan seperti disiplin, kerajinan, dan kreativitas harus dibuktikan melalui tindakan yang konsisten dan mencerminkan teladan nyata. Seorang pemimpin sejati, menurutnya, perlu menyatukan pikiran, hati, ucapan, doa, dan tindakan secara selaras.
Menjelang akhir sesi, Mr. Roo mengajak para peserta untuk kembali meninjau ulang ukuran keberhasilan sebuah sekolah. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan suatu lembaga pendidikan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik semata, melainkan mencakup empat komponen utama yang saling terkait erat: penerimaan siswa, administrasi, sumber daya manusia (SDM), dan finansial. Keempat aspek ini, secara kolektif, berperan krusial dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut.
Sesi motivasi yang inspiratif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, memberikan kesempatan bagi para kepala sekolah untuk memperdalam pemahaman dan mencari solusi konkret atas berbagai tantangan kepemimpinan yang mereka hadapi di sekolah masing-masing.












