KlikMojok – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) yang berlokasi di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, secara resmi memperkenalkan ekstrakurikuler panahan pada tahun pelajaran 2026/2027. Program baru ini hadir sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan karakter positif, serta mengenalkan olahraga panahan yang kaya akan nilai sejarah dalam tradisi Islam. Kegiatan ini secara spesifik bertujuan melatih fokus dan kesabaran siswa.
Pelaksanaan ekstrakurikuler panahan ini dijadwalkan setiap hari Sabtu, mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Bertempat di halaman MI Mutwo, para siswa dibimbing langsung oleh pelatih berpengalaman, Ustaz Mohammad Faisol.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajarkan keterampilan teknis dalam memanah, melainkan juga dilatih untuk mengembangkan berbagai karakter penting. Mereka didorong untuk memiliki konsentrasi yang tinggi, kesabaran dalam setiap proses, kedisiplinan dalam mengikuti instruksi, ketelitian dalam membidik, serta membangun kepercayaan diri yang kuat.
Ustaz Mohammad Faisol menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah Muhammad SAW, panahan merupakan salah satu keterampilan esensial yang sangat penting bagi masyarakat Madinah. Keterampilan memanah, bersama dengan menunggang kuda dan bermain pedang, menjadi bekal utama untuk menjaga diri dan suku mereka dari berbagai ancaman yang mungkin timbul.
Rasulullah SAW senantiasa memberikan perhatian khusus terhadap berbagai keterampilan yang dapat memberikan manfaat besar bagi umatnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.”
Hadis mulia ini secara jelas mengindikasikan betapa vitalnya keterampilan memanah dalam konteks membangun kekuatan dan kesiapsiagaan umat Islam pada era tersebut.
Ustaz Faisol lebih lanjut menekankan bahwa pengenalan panahan kepada siswa MI Mutwo memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar memperkenalkan sebuah cabang olahraga. Ini juga bertujuan untuk membuka wawasan mereka mengenai kekayaan sejarah peradaban Islam serta menanamkan pemahaman tentang pentingnya menguasai keterampilan yang bermanfaat.
Dalam konteks pendidikan modern, Ustaz Faisol melanjutkan, panahan dikembangkan sebagai sebuah olahraga yang bersifat mendidik. Program ini secara khusus mengutamakan aspek keselamatan para siswa, pembinaan karakter yang kuat, serta pengembangan kemampuan fisik mereka secara menyeluruh.
Saat mengikuti sesi latihan panahan, Ustaz Faisol menjelaskan bahwa siswa diajarkan untuk mengatur posisi tubuh dengan benar, menjaga keseimbangan optimal, mengendalikan tarikan busur dengan presisi, dan mengarahkan anak panah tepat menuju sasaran. Seluruh proses ini menuntut tingkat konsentrasi yang tinggi, ketenangan pikiran, dan ketelitian yang akurat.
“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya MI Mutwo dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat,” ungkap Ustaz Faisol, menegaskan relevansi panahan dalam pembentukan pribadi siswa.
Melalui pendampingan yang cermat dari pelatih, setiap siswa diharapkan dapat menguasai teknik dasar panahan secara bertahap. Selain itu, latihan ini juga berfungsi sebagai sarana efektif bagi mereka untuk belajar menghargai setiap proses, menumbuhkan keberanian untuk mencoba hal baru, serta membangun ketangguhan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai kesulitan.
Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dan prioritas tertinggi dalam setiap sesi latihan. Oleh karena itu, para siswa diwajibkan untuk memahami dengan baik aturan penggunaan busur dan anak panah, senantiasa menjaga jarak aman yang telah ditentukan, serta disiplin dalam mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pelatih.
Kehadiran ekstrakurikuler panahan ini semakin memperkaya pilihan kegiatan pengembangan diri yang tersedia di MI Mutwo. Madrasah ini terus berupaya menyediakan ruang yang luas bagi para siswanya untuk menemukan minat pribadi mereka, mengasah bakat yang dimiliki, dan membangun kepercayaan diri melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan positif.
Kepala MI Mutwo, Nurkhan, menjelaskan bahwa program ekstrakurikuler panahan ini merupakan bagian integral dari ikhtiar madrasah dalam menyajikan pendidikan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna.
“Siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui aktivitas olahraga yang mendidik,” terang Nurkhan, menyoroti pentingnya pembelajaran di luar kurikulum formal.
Ia menambahkan harapannya bahwa melalui ekstrakurikuler panahan ini, MI Mutwo dapat secara aktif menumbuhkan generasi muda yang memiliki kedisiplinan tinggi, ketangguhan dalam menghadapi persoalan, fokus yang tajam, akhlak yang mulia, serta kesiapan yang matang untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Bagi MI Mutwo, pendidikan bukan sekadar mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman yang membentuk karakter dan menyiapkan masa depan siswa,” pungkasnya, menegaskan visi pendidikan holistik madrasah tersebut.












