Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

Dosen Uhamka Integrasikan Pengalaman Jurnalistik ke Modul Ajar, Dorong Kompetensi Menulis Mahasiswa

badge-check

Dosen Uhamka Integrasikan Pengalaman Jurnalistik ke Modul Ajar, Dorong Kompetensi Menulis Mahasiswa Perbesar

KlikMojok – Pengalaman berharga di dunia jurnalistik kini tidak lagi hanya terbatas di ruang redaksi. Hendra Apriyadi, seorang Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), telah berhasil menuangkan pengalaman praktisnya tersebut ke dalam sebuah modul pembelajaran berjudul Teknik Jurnalistik Dasar. Modul ini resmi diluncurkan dan digunakan dalam perkuliahan mahasiswa pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Modul inovatif ini dirancang khusus sebagai bahan ajar esensial bagi para mahasiswa yang memilih peminatan jurnalistik. Isi modul tersebut tidak hanya berfokus pada pembahasan dasar-dasar ilmu jurnalistik secara teoritis, tetapi juga secara aktif memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mereka dalam menulis berita serta berbagai bentuk karya jurnalistik lainnya secara langsung melalui latihan praktik.

“Buku ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa PBSI, khususnya yang mengambil peminatan jurnalistik. Materinya tidak hanya membahas teori, tetapi juga dilengkapi dengan contoh dan praktik menulis,” ujar Hendra, menjelaskan tujuan utama dari karyanya tersebut.

Pengalaman yang dimiliki Hendra di bidang jurnalistik dan literasi memang sangat relevan dan mendalam, sehingga ia mampu membawanya langsung ke dalam proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Dedikasinya diakui secara luas, terbukti pada tahun 2016, ia menerima penghargaan bergengsi dari Majalah Suara Muhammadiyah atas kontribusinya yang signifikan di bidang jurnalistik dan literasi. Empat tahun kemudian, pada tahun 2020, Hendra kembali dinobatkan sebagai Jurnalis Terbaik oleh media yang sama, berkat sumbangsihnya yang konsisten dalam menyiarkan dakwah dan berbagai kabar penting seputar Persyarikatan Muhammadiyah.

Seluruh pengalaman profesional dan penghargaan yang diraih tersebut menjadi salah satu bekal utama bagi Hendra dalam menyusun modul Teknik Jurnalistik Dasar. Ia meyakini bahwa kemampuan menulis memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar menyelesaikan tugas-tugas akademik semata. Menurut Hendra, menulis adalah sarana yang efektif untuk menyampaikan informasi secara akurat, membangun kesadaran kritis di tengah masyarakat, sekaligus menyebarkan nilai-nilai positif melalui berbagai platform media.

“Dengan menulis, kita dapat mewujudkan keilmuan, memberikan informasi yang sebenar-benarnya, serta berdakwah melalui media digital,” katanya, menekankan pentingnya peran jurnalisme dalam konteks dakwah dan penyebaran kebaikan.

Modul Teknik Jurnalistik Dasar dirancang dengan fleksibilitas agar tidak hanya dapat dimanfaatkan di lingkungan perguruan tinggi. Hendra memiliki harapan besar bahwa materi yang terkandung di dalamnya juga bisa digunakan oleh para guru maupun pelajar di sekolah dan madrasah yang memiliki minat untuk mengenal lebih jauh dunia jurnalistik. Selain menyajikan teori dasar yang komprehensif, modul ini juga dilengkapi dengan beragam contoh dan latihan praktik menulis laporan berita serta opini, baik untuk media daring maupun media cetak.

“Saya berharap buku ini memberikan dampak baik bagi mahasiswa dan guru untuk belajar menulis, khususnya di bidang jurnalistik,” imbuhnya, menggarisbawahi potensi manfaat yang lebih luas dari modul tersebut.

Upaya yang dilakukan Hendra melalui peluncuran modul ini sangat sejalan dengan inisiatif penguatan budaya membaca dan menulis dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini juga selaras dengan penekanan yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengenai urgensi membangun kebiasaan literasi sejak usia dini.

“Salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah meningkatkan kemampuan literasi dengan menumbuhkan minat, kemampuan, dan budaya membaca dan menulis sejak dini,” ujar Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah terhadap peningkatan literasi.

Kehadiran modul ini disambut dengan respons yang sangat positif dari kalangan mahasiswa PBSI FKIP Uhamka. Ahmad Romadhon, seorang mahasiswa asal Jambi, mengungkapkan bahwa modul ini menjadi bekal yang sangat berharga baginya untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat dan mendalam.

“Semoga buku ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya saya sebagai pemula yang sedang belajar untuk mendapatkan ilmu yang baik dan dapat mengimplementasikannya ketika menjadi jurnalis di Jambi,” kata Ahmad, menunjukkan antusiasmenya.

Bahkan, Ahmad telah memiliki rencana konkret untuk menekuni profesi jurnalis setelah menyelesaikan studinya. “Insyaallah, setelah lulus dari PBSI FKIP Uhamka, saya ingin bekerja sebagai jurnalis,” ujarnya, memantapkan tekadnya untuk berkarir di bidang tersebut.

Bagi Hendra, modul Teknik Jurnalistik Dasar diharapkan tidak berhenti hanya sebagai bahan bacaan dalam perkuliahan. Ia sangat mendorong mahasiswa untuk secara aktif menggunakan teori, contoh, dan latihan yang terdapat di dalamnya sebagai bekal untuk menghasilkan tulisan yang informatif, faktual, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ketika Rintik Tak Cukup Mengusir Dahaga: Menanti Musim Penghujan Sejati di Ponorogo

2 Okt 2026 - 12:40 WIB

Ketika Rintik Tak Cukup Mengusir Dahaga: Menanti Musim Penghujan Sejati di Ponorogo

Nyala ‘Bediang’ yang Menjelma Amarah: Pelajaran Keselamatan dari Kebakaran Tiga Rumah di Bojonegoro

2 Okt 2026 - 12:39 WIB

Nyala ‘Bediang’ yang Menjelma Amarah: Pelajaran Keselamatan dari Kebakaran Tiga Rumah di Bojonegoro

KTS Penuh Makna: Siswa Kelas V SD Muri Pimpin Senam Jungle Safari, Beri Pengalaman Interaktif untuk TK Aisyiyah

2 Okt 2026 - 12:37 WIB

KTS Penuh Makna: Siswa Kelas V SD Muri Pimpin Senam Jungle Safari, Beri Pengalaman Interaktif untuk TK Aisyiyah

Persiapan Muktamar ke-49 Muhammadiyah di UMSU: Venue Utama Capai 75,2 Persen

2 Okt 2026 - 12:36 WIB

Persiapan Muktamar ke-49 Muhammadiyah di UMSU: Venue Utama Capai 75,2 Persen

Petualangan Edukatif: Siswa SD Al-Islam Cerme Ikuti Fun Learning Adventure di Sidoarjo

2 Okt 2026 - 09:44 WIB

Petualangan Edukatif: Siswa SD Al-Islam Cerme Ikuti Fun Learning Adventure di Sidoarjo
Trending di Pendidikan