KlikMojok – Di tengah hiruk-pikuk tantangan pembangunan dan dinamika sosial, sebuah langkah berarti diambil di ujung barat Pulau Madura. Tepat pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Bangkalan secara resmi meluncurkan sebuah inovasi krusial: Sistem Layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Inisiatif ini bukan sekadar program baru, melainkan sebuah janji untuk merajut asa, memastikan setiap warga Bangkalan merasakan kehadiran negara melalui pelayanan sosial yang lebih responsif dan berkeadilan.
Peluncuran Perlinsos, yang berlangsung di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, menjadi simbolisasi kuat dari komitmen daerah dalam memperkuat sistem pelayanan perlindungan sosial. Program ini dirancang untuk mengubah wajah layanan sosial kepada masyarakat, menjadikannya lebih cepat dalam respons, tepat sasaran dalam distribusi, transparan dalam proses, adaptif terhadap kebutuhan yang beragam, dan yang terpenting, manusiawi dalam pendekatannya. Ini adalah upaya nyata untuk menjembatani jurang antara kebutuhan dasar masyarakat dan akses terhadap bantuan yang seharusnya mereka terima.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dalam sambutannya menekankan signifikansi momen peluncuran ini yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Menurutnya, penguatan pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dalam mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap denyut nadi penyelenggaraan pemerintahan. “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang semakin tangguh, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang,” kata Lukman, menggarisbawahi visi besar di balik upaya ini.
Ia melanjutkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan kokoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus menjadi kompas dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kian kompleks. Tema peringatan tersebut, “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, menurut Lukman, adalah pengingat yang sangat penting. “Tema Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur menjadi pengingat pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjaga persatuan serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya, menegaskan relevansi ideologi negara dengan implementasi kebijakan publik.
Dalam konteks pelayanan sosial yang lebih spesifik, Pemkab Bangkalan turut meluncurkan Perlinsos, sebuah inovasi yang lahir dari sinergi pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial. Sistem ini diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam memastikan bahwa bantuan dan perlindungan sosial tidak lagi menjadi labirin birokrasi yang rumit, melainkan jalan terang yang mudah diakses. “Launching Perlinsos menjadi awal dari gerakan bersama untuk menghadirkan perlindungan sosial yang lebih cepat, tepat, transparan, adaptif, dan manusiawi,” jelas Lukman, memvisualisasikan dampak positif yang akan dirasakan masyarakat.
Penerapan sistem digital yang terintegrasi ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat pelayanan perlindungan sosial di seluruh wilayah Bangkalan. Dengan Perlinsos, masyarakat kini memiliki harapan baru untuk mendapatkan layanan yang lebih efektif dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Ini adalah langkah maju menuju tata kelola pemerintahan yang responsif dan berpihak pada rakyat. “Perlindungan sosial dapat diberikan secara lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya, menutup pernyataannya dengan optimisme terhadap masa depan kesejahteraan sosial di Bangkalan. Melalui Perlinsos, Bangkalan berupaya membangun fondasi kemandirian dan ketahanan sosial, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam gerak laju pembangunan.












