Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pendidikan

AM3 Batch 4 Sukses Ditutup: Inilah Tiga Masjid Terbaik dengan Rencana Strategis Inovatif

badge-check

AM3 Batch 4 Sukses Ditutup: Inilah Tiga Masjid Terbaik dengan Rencana Strategis Inovatif Perbesar

KlikMojok – Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4 secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatannya di Masjid Al-Ikrom Diponegoro Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, pada hari Ahad, 30 Agustus 2026. Sesi penutupan AM3 Batch 4 ini ditandai dengan presentasi dan penilaian Rencana Strategis (Renstra) dari total 18 masjid yang menjadi peserta. Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Jawa Timur ini dilaporkan berjalan dengan sukses dan lancar, bertujuan membekali para marbot dengan ilmu terapan untuk pengembangan masjid.

Dalam sesi tersebut, setiap peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan Renstra pengembangan masjid mereka masing-masing. Setelah presentasi, tim juri kemudian melakukan penilaian komprehensif untuk menentukan tiga masjid dengan Rencana Strategis terbaik. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Masjid Nurul Huda dari Jember berhasil meraih posisi juara pertama. Disusul oleh Masjid At-Taqwa dari Blitar yang menempati juara kedua, sedangkan Masjid Darussalam dari Sumenep berhasil menduduki peringkat ketiga. Tim juri memberikan apresiasi khusus, menilai bahwa ketiga masjid pemenang tersebut telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyajikan rencana strategis pengembangan masjid yang komprehensif dan terstruktur dengan baik.

Sesi presentasi Rencana Strategis (Renstra) merupakan salah satu elemen krusial dalam program Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4. Hal ini karena AM3 tidak hanya berfokus pada pemberian materi teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk secara aktif menyusun rencana konkret mengenai bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan di masjid mereka masing-masing. Rangkaian kegiatan AM3 Batch 4 sendiri telah berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat hingga Ahad, tanggal 28-30 Agustus 2026. Sebanyak 18 masjid yang berasal dari beragam wilayah di seluruh Jawa Timur turut serta dalam kegiatan ini, yang seluruhnya dipusatkan di lokasi yang sama, yakni Masjid Al-Ikrom Diponegoro Wage.

Pada acara penutupan yang penting ini, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Sulthon Amien, MM, turut hadir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan AM3 Batch 4 hingga tuntas. Dr. Sulthon Amien mengungkapkan harapannya agar ilmu serta pengetahuan yang telah diperoleh para peserta selama kegiatan berlangsung tidak hanya sekadar menjadi informasi. Lebih dari itu, beliau menekankan pentingnya bagi setiap peserta untuk dapat mengaplikasikan ilmu tersebut secara langsung di masjid mereka masing-masing.

“Ilmu yang diperoleh ini semoga bisa diterapkan dan menginspirasi peserta dari 18 masjid se-Jawa Timur,” ujar Dr. Sulthon, menegaskan kembali visinya. Menurut pandangan Dr. Sulthon, program AM3 berfungsi sebagai platform pembelajaran kolaboratif yang berharga bagi para marbot dan pengelola masjid. Oleh karena itu, ia menyarankan agar para peserta aktif mengamati dan mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dikembangkan di masjid-masjid lain. Praktik-praktik positif tersebut, lanjutnya, dapat kemudian diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik jemaah serta kondisi unik dari setiap masjid.

Selain itu, Dr. Sulthon Amien juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage, yang telah berperan sebagai tuan rumah yang sangat baik untuk penyelenggaraan AM3 Batch 4. Beliau secara khusus memuji sikap “lungguh, gupuh, suguh” – yang berarti tenang, sigap, dan ramah dalam menjamu – yang telah ditunjukkan oleh PRM Wage dalam menyambut dan melayani seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Menurut penjelasan Dr. Sulthon, pemilihan PRM Wage sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan AM3 Batch 4 bukanlah tanpa alasan. PRM Wage dikenal sebagai salah satu ranting Muhammadiyah yang memiliki rekam jejak prestasi gemilang di kancah nasional.

Sebelumnya, PRM Wage telah menerima penghargaan dari LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai ranting terbaik. Bahkan, pada tahun ini, PRM Wage berhasil mengukir prestasi lebih tinggi dengan meraih penghargaan “Best of the Best Ranting Terbaik se-Indonesia,” menunjukkan keunggulannya yang tak tertandingi. “Terima kasih kepada PRM Wage yang sudah menjadi tuan rumah,” ucapnya, mengulang kembali rasa syukurnya. Pada kesempatan yang sama, Dr. Sulthon juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat menghadiri acara penutupan pada hari Ahad, 30 Agustus 2026 tersebut. Beliau menjelaskan bahwa selama sepekan sebelumnya, ia berada di Jakarta. Selain melaksanakan berbagai kegiatan, ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mengamati dan mempelajari berbagai perkembangan yang terjadi di ibu kota. Menurut pandangannya, melakukan perjalanan dan mengunjungi berbagai tempat memiliki potensi besar untuk memperluas wawasan serta memunculkan inspirasi-inspirasi baru yang berharga. “Kita memang harus keliling ngopi nya yang jauh, agar punya inspirasi,” ujarnya, menekankan pentingnya eksplorasi.

Dalam momen tersebut, Dr. Sulthon secara khusus meminta beberapa perwakilan peserta untuk menyampaikan testimoni mereka. Permintaan ini bertujuan untuk memahami sejauh mana materi yang disampaikan dalam AM3 telah diserap oleh peserta, serta bagaimana rencana penerapan ilmu tersebut di masjid masing-masing. Salah satu peserta yang maju untuk memberikan testimoninya adalah Sila Arwin Prasetya, yang merupakan marbot dari Masjid Mujahidin Asembagus, Situbondo. Mewakili generasi muda peserta, Sila Arwin Prasetya mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan banyak sekali ilmu dan wawasan baru selama mengikuti program AM3 Batch 4. Ia menyatakan komitmen kuatnya untuk segera menerapkan semua ilmu yang telah diperolehnya setelah kembali ke Masjid Mujahidin. Salah satu gagasan konkret yang ingin ia kembangkan adalah konsep masjid ramah anak dan masjid ramah disabilitas. “Kami ingin bisa membuat konsep pengembangan menjadi konsep percontohan masjid ramah anak dan masjid ramah disabilitas,” tutur Sila, mengungkapkan ambisinya.

Menurut pandangan Sila, fungsi masjid seharusnya tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah semata. Ia berpendapat bahwa masjid juga memiliki peran penting untuk menyediakan ruang yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, konsep masjid ramah anak dan ramah disabilitas menjadi salah satu ide inovatif yang sangat ingin ia wujudkan dan kembangkan di Masjid Mujahidin Asembagus. Tak hanya Sila, seorang peserta lain dari Masjid At-Taqwa PPS Gresik juga menyampaikan bahwa ia mendapatkan banyak inspirasi dari beragam program layanan jemaah yang dipaparkan selama kegiatan AM3. Di antara program-program tersebut, ia secara khusus tertarik pada layanan khusus bagi jemaah salat tahajud. Selain itu, program pemberian doorprize bagi jemaah yang aktif mengikuti kajian juga menarik perhatiannya. Menurut peserta dari Gresik tersebut, inisiatif program-program semacam itu memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi jemaah. Ia menambahkan bahwa selain fokus pada kegiatan ibadah, masjid juga berperan penting dalam membangun hubungan yang lebih erat dan personal dengan para jemaahnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Lebih dari Coretan: Pembacaan Gambar Siswa di Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Fondasi Pembelajaran Personal

7 Okt 2026 - 18:46 WIB

Lebih dari Coretan: Pembacaan Gambar Siswa di Sekolah Kreatif Baratajaya Jadi Fondasi Pembelajaran Personal

Terungkapnya Misteri Molekul Kiral: Nobel Kimia 2026 untuk Kagan dan Soai dalam Sintesis Asimetris

7 Okt 2026 - 18:44 WIB

Terungkapnya Misteri Molekul Kiral: Nobel Kimia 2026 untuk Kagan dan Soai dalam Sintesis Asimetris

Dari Ember ke Akar Masalah: Bojonegoro Mengurai Benang Kusut Bencana dengan Solusi Jangka Panjang

7 Okt 2026 - 15:18 WIB

Dari Ember ke Akar Masalah: Bojonegoro Mengurai Benang Kusut Bencana dengan Solusi Jangka Panjang

Jalan Mulus Lintas Selat Bali: Pelajaran Keselamatan dan Komitmen Menuju Zero ODOL 2027

7 Okt 2026 - 15:18 WIB

Jalan Mulus Lintas Selat Bali: Pelajaran Keselamatan dan Komitmen Menuju Zero ODOL 2027

Jurnalistik sebagai Media Dakwah: Santri SMA eLKISI Mendalami Etika dan Teknik Penulisan Berita

7 Okt 2026 - 15:17 WIB

Jurnalistik sebagai Media Dakwah: Santri SMA eLKISI Mendalami Etika dan Teknik Penulisan Berita
Trending di Pendidikan