KlikMojok – Pada Jumat (2/10/2026), siswa-siswi dari Mugeb Primary School (SD Muhammadiyah GKB Gresik) melakukan aksi sosial dengan menyalurkan sepuluh tangki air bersih. Bantuan vital ini ditujukan untuk membantu warga Desa Wedoro, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, yang sedang menghadapi dampak krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
Menjelang siang hari, suasana di Desa Wedoro, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, tampak begitu dinamis. Warga desa terlihat sibuk mempersiapkan beragam wadah penampungan air, seperti ember, timba, dan gentong plastik, yang kemudian mereka tata rapi di depan rumah masing-masing. Antusiasme masyarakat memuncak setelah mendengar informasi bahwa bantuan air bersih akan segera tiba di desa mereka, tepat setelah pelaksanaan salat Jumat.
Saat armada mobil tangki air yang dinanti-nantikan akhirnya tiba di lokasi penyaluran, raut wajah warga seketika memperlihatkan ekspresi kegembiraan yang luar biasa. Truk pengangkut air bersih yang membawa kesegaran ini datang bersama rombongan siswa dan guru dari SD Muhammadiyah GKB Gresik, atau yang dikenal sebagai Mugeb Primary School.
Kegiatan penyaluran air bersih ini merupakan bagian integral dari program aksi sosial pekanan yang secara konsisten dilaksanakan oleh Mugeb Primary School. Sebelumnya, bentuk bantuan yang disalurkan bervariasi, mulai dari kotak nasi hingga paket sembako. Namun, pada kesempatan kali ini, fokus bantuan beralih untuk mengatasi krisis air bersih yang tengah melanda wilayah tetangga mereka.
Nur Hamidah, M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter (PPK) Mugeb Primary School, menjelaskan bahwa pada bulan ini, fokus utama dari aksi sosial yang diselenggarakan oleh sekolah memang diarahkan pada upaya penanganan krisis air bersih.
“Untuk Mugeb Charity bulan ini, kami berfokus pada charity air bersih. Penyaluran bantuan tidak hanya ke Desa Wedoro, tetapi juga akan menjangkau beberapa desa terdampak yang tersebar di Kabupaten Gresik,” ujar Mida, sapaan akrabnya, pada Minggu (4/10/2026).
Dana bantuan yang setara dengan sepuluh tangki air bersih, yang bersumber dari uang aksi sosial yang terkumpul dari para siswa, telah ditransfer oleh pihak pengelola sekolah. Penyaluran bantuan ini kemudian dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Nur Chozin, Takmir Mushala Sidomulyo Desa Wedoro.
Proses penyaluran air bersih ini dilakukan secara bertahap dan dengan pendekatan yang fleksibel. Mobil tangki bergerak secara sistematis, mengelilingi setiap pos dan titik permukiman warga yang membutuhkan. Di setiap titik kumpul yang biasanya terdiri dari beberapa keluarga, truk akan berhenti untuk mengalirkan air bersih. Para siswa Mugeb yang turut serta dalam kegiatan ini juga aktif membantu warga mengisi air ke dalam timba-timba yang telah mereka siapkan.
Beberapa siswa yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini meliputi Annisa Fahira (Aira) dari kelas VI A, Alysa Keisha Azzahra (Zahra) dari kelas VI B, Reyvaldo Khalfani (Reyva) dari kelas VI C, Rayyan Agastya (Rayyan) dari kelas VI D, serta M. Fashih Akbar (Fashih) dari kelas VI E.
Nurul Fitriyah, S.Pd., selaku perwakilan dari Mugeb Primary School, menyampaikan harapannya yang tulus agar bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semoga air bersih ini bermanfaat untuk masyarakat di sini. Kami juga memohon doa untuk anak-anak kami agar menjadi anak yang salih dan salihah,” tuturnya pada Sabtu (3/10/2026).
Selama periode musim kemarau yang berlangsung dari bulan Juni hingga September, debit air sumur milik warga di Desa Wedoro mengalami penurunan yang sangat drastis. Nur Chozin, Takmir Mushala Sidomulyo, menjelaskan bahwa pada kondisi normal, warga desa umumnya mengandalkan sumur dengan kedalaman antara 12 hingga 15 meter untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. Namun, untuk kebutuhan memasak, warga biasanya membeli air isi ulang secara khusus.
Akibat dampak musim kemarau, warga di Desa Wedoro secara khusus, dan masyarakat Kecamatan Glagah secara umum, terpaksa sangat bergantung pada pasokan air tangki. Sumber air untuk tangki-tangki ini didatangkan dari wilayah Sukorejo, Bungah, Kabupaten Gresik.
“Bantuan air bersih sangat warga Wedoro perlukan untuk keperluan sehari-hari. Sebab, kalau musim kemarau seperti ini, kami selalu membeli air tangkian untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan lainnya, kecuali memasak,” terang Chozin, sapaan akrabnya, pada Minggu (4/10/2026).
Chozin tak lupa menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Mugeb Primary School atas kepedulian yang telah mereka tunjukkan. Ia mengaku sangat tersentuh melihat semangat yang terpancar dari para siswa yang rela menyeberang antar kabupaten demi memberikan bantuan kepada sesama yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Mugeb Primary School atas bantuan yang dikirimkan. Warga Desa Wedoro sangat berterima kasih sebesar-besarnya karena meski beda kabupaten, anak-anak tetap semangat untuk membantu menyalurkan air bersih ini,” ungkap Chozin dengan penuh rasa haru.
Lebih lanjut, Chozin juga menyisipkan doa dan harapan khusus bagi para siswa yang telah turut serta menyalurkan bantuan tersebut ke desa tempat tinggalnya.
“Semoga ke depannya anak-anak SD Mugeb bisa menjadi ahli di bidang pengeboran dan pencarian sumber mata air, lalu bisa kembali ke desa saya untuk melakukan pengeboran sumber mata air bersih,” pungkasnya.
Reyvaldo Khalfani (Reyva), salah satu anggota Pasukan Matahari (Pasma) dari Mugeb Primary School, turut berbagi pengalamannya setelah terlibat langsung di lokasi penyerahan bantuan air bersih. Bagi siswa kelas VI C ini, aksi sosial tersebut tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan betapa pentingnya bersyukur dan saling membantu sesama.
“Kemarin, setelah mengikuti kegiatan Mugeb Charity air bersih di Desa Wedoro, Kecamatan Glagah, banyak sekali pengalaman menarik dan berkesan. Salah satunya saat saya membantu warga memegang wadah dan mengisinya dengan air. Semoga dengan adanya Mugeb Charity ini dapat membantu warga sekitar,” tutur Reyva pada Minggu (4/10/2026).
Menurut Reyva, keterlibatan secara langsung di lapangan memiliki peran krusial untuk memastikan bahwa pasokan bantuan air bersih benar-benar diterima oleh warga yang terdampak kekeringan.
“Turun langsung ke lapangan merupakan hal yang penting untuk memastikan bahwa pasokan air benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan,” tegas Reyva.
Dari pengalaman berharga tersebut, Reyva mengaku memperoleh pelajaran hidup yang mendalam. “Pengalaman berharga yang saya dapatkan dari kegiatan Mugeb Charity air bersih ini adalah menumbuhkan rasa syukur yang mendalam, karena ternyata tidak semua wilayah mudah mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Melalui aksi sosial yang tampak sederhana ini, Mugeb Primary School tidak hanya berhasil menyalurkan bantuan berupa air bersih. Lebih dari itu, mereka juga sukses mengajak para siswa untuk belajar secara langsung mengenai nilai-nilai penting seperti kepedulian, rasa syukur, dan semangat berbagi kepada sesama.












