Suasana hangat bercampur haru menyelimuti malam puncak Anugerah Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Jawa Timur 2025 di Morazen Hotel, Surabaya. Selama tiga hari, 5–7 November 2025, puluhan guru dan tenaga kependidikan dari seluruh penjuru Jawa Timur berkumpul, berbagi inspirasi, dan akhirnya menanti satu momen yang ditunggu: pengumuman pemenang terbaik dari tiap kategori.
Ruang ballroom hotel berubah menjadi panggung penuh semangat ketika para finalis satu per satu disebut. Mereka bukan sekadar pendidik — mereka adalah penggerak perubahan, sosok yang membuktikan bahwa inovasi dalam pendidikan lahir dari dedikasi tanpa batas. Setiap karya, mulai dari aplikasi pembelajaran, metode berbasis karakter, hingga sistem digitalisasi sekolah, menunjukkan wajah baru pendidikan Jawa Timur yang adaptif dan kreatif.

Kepala BBGTK Jawa Timur, Dr. Abu Khaer, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa para nominator adalah guru-guru terbaik yang mewakili semangat transformatif pendidikan. “Setiap nama yang naik ke panggung malam ini adalah hasil kerja keras, inovasi, dan keikhlasan. Mereka bukan hanya mengajar, tapi menyalakan semangat belajar di sekolahnya masing-masing,” ujarnya penuh bangga.
Suasana pun semakin hidup ketika Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., memberi pesan yang menggugah. “Guru yang hebat tidak hanya mencetak nilai, tapi membentuk karakter. Malam ini adalah bukti bahwa semangat belajar itu masih menyala. Mari terus menjaga nyala itu agar pendidikan Jawa Timur tetap di barisan depan,” katanya.
Namun dari semua nama yang diumumkan, dua guru asal Kabupaten Sidoarjo berhasil mencuri perhatian. Mereka sukses meraih predikat Juara 1 kategori GTK Dedikatif tingkat Provinsi Jawa Timur 2025.
Guru pertama adalah Herry Supriyanto, S.Si., pengajar dari SMP Negeri Satu Atap Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Karya inovatifnya bertajuk SiK Oke (Siswa Konten Kreator) menjadi magnet utama penilaian. Melalui pendekatan kreatif, Herry memadukan teknologi, sains, dan literasi digital untuk membangun semangat belajar siswa agar aktif dan produktif di era media sosial. “Dengan desain menarik dan pendekatan mini laboratorium, siswa tidak hanya belajar sains, tapi juga menjadi kreator konten edukatif,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd., memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. “Kami bangga atas capaian ini. Semoga Herry dapat menginspirasi guru-guru lain dan membawa nama baik Sidoarjo di tingkat nasional,” ujarnya.
Prestasi serupa juga diraih oleh Ihwal Praja Putra Pratama, S.Pd., dari SDN Gebang 2 Sidoarjo, yang dinobatkan sebagai Juara 1 GTK Dedikatif Jenjang SD Jawa Timur 2025. Inovasi pembelajaran yang ia tampilkan berfokus pada pendekatan aktif dan menyenangkan, menjadikan siswa lebih terlibat dalam setiap proses belajar.
Kemenangan dua guru asal Sidoarjo ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan kreativitas dalam mengajar masih menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Mereka adalah wajah baru guru masa kini — inovatif, berkarakter, dan mampu menginspirasi siswa untuk terus belajar tanpa batas.
Malam itu, tepuk tangan panjang menggema di ruangan. Di antara lampu sorot dan senyum penuh syukur, para guru terbaik Jawa Timur menandai langkah baru. Anugerah GTK bukan sekadar penghargaan — ia adalah perayaan dari semangat perubahan dan cinta yang tak pernah padam terhadap dunia pendidikan.













