Menu

Mode Gelap
Al Uswah Surabaya Bagikan 2.700 Paket Daging Kurban Iduladha Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting Panduan Lengkap Tambah PTK Dapodik 2026 Lowongan Guru Terbaru di SMP PGRI 1 Surabaya Idul Adha 1447 H: Yayasan Ar Rahmah Sembelih 6 Sapi dan 21 Kambing Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

Berita Terkini

Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik

badge-check


					Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Perbesar

SURABAYA – Kreativitas siswa SMP PGRI 6 Surabaya diasah melalui pembelajaran seni mewarnai batik dengan teknik asam (colet) dan teknik basah (celup), Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang bertujuan melatih ketelitian, kesabaran, sekaligus imajinasi siswa.

Dalam praktiknya, siswa dikenalkan dua teknik pewarnaan batik yang berbeda karakter. Teknik asam atau colet dilakukan dengan mengaplikasikan warna secara manual menggunakan kuas. Teknik ini menuntut ketelitian saat mengisi ruang-ruang di antara garis malam (lilin) serta memberi kebebasan bereksplorasi warna dan gradasi.

Sementara itu, teknik basah atau celup dilakukan dengan merendam kain ke dalam larutan pewarna. Melalui teknik ini, siswa belajar tentang harmoni warna dan proses pelapisan (layering). Mereka juga memahami bagaimana efek retakan lilin dapat menghasilkan motif unik yang artistik.

Guru Seni Budaya, Nidya Verawati, S.Sos., menjelaskan bahwa sebelum praktik, siswa diminta membawa bahan dari rumah, seperti kunyit dan deterjen bubuk, untuk digunakan dalam proses pewarnaan alami maupun campuran.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami proses, kesabaran, dan keberanian bereksperimen,” ujarnya.

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, H. Banu Atmoko, menambahkan bahwa kegiatan membatik juga memiliki nilai terapi seni (art therapy). Proses mencampur warna, menunggu hasil reaksi pada kain, hingga melihat perubahan motif memberikan pengalaman reflektif dan menenangkan bagi siswa.

Menurutnya, kreativitas tidak lahir dari rasa takut salah, tetapi dari keberanian mencoba. Dalam membatik, kesalahan justru kerap melahirkan motif baru yang orisinal dan bernilai seni.

Melalui pembelajaran ini, sekolah berharap siswa mampu mengembangkan kreativitas sekaligus menghargai warisan budaya bangsa dalam bentuk karya nyata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Beli Sapi Kurban dengan APBN, Gerindra: Sah dan Tidak Melanggar Hukum

27 Mei 2026 - 15:43 WIB

Mengenang Maria Bernadeth, Istri Pendiri Kompas Gramedia yang Berpulang

27 Mei 2026 - 10:14 WIB

Puncak Haji di Padang Arafah: 1,6 Juta Jemaah Berkumpul dalam Kekhusyukan

26 Mei 2026 - 21:37 WIB

Ribuan Murid SD dan SMP Raih Nilai TKA Sempurna di Bahasa Indonesia

26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Trending di Berita Terkini