SIDOARJO – Ratusan kursi di ballroom sebuah hotel di Sidoarjo terisi penuh, Selasa (10/2). Para kepala sekolah dasar (SD) swasta se-Kabupaten Sidoarjo berkumpul untuk mematangkan strategi menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026–2027.
Workshop bertema “Sukses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD Swasta Kabupaten Sidoarjo” tersebut menjadi forum konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas sekolah dalam menghadapi persaingan yang semakin dinamis.

Ketua K3S SD Swasta Kabupaten Sidoarjo, M. Sugeng, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar memberikan dampak nyata bagi sekolah-sekolah swasta.
“Kami berharap workshop ini benar-benar memberi manfaat konkret bagi SD swasta dalam pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026–2027,” ujarnya.
Menurut Sugeng, tantangan penerimaan murid baru setiap tahun terus berkembang. Sekolah tidak hanya dituntut memenuhi target jumlah siswa, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Bukan sekadar soal kuantitas peserta didik, tetapi bagaimana sekolah mampu menghadirkan layanan pendidikan yang profesional dan berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, komunikasi dan sinergi antarsekolah menjadi kunci dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Dengan kolaborasi yang baik, SD swasta di Sidoarjo diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Workshop tersebut menghadirkan Kepala Bidang Mutu Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Selain itu, Rudi Prasetya, S.S., M.Med.Kom., memaparkan strategi komunikasi dan penguatan branding sekolah dalam menghadapi persaingan SPMB.
Sejumlah kepala sekolah juga berbagi praktik baik dalam pengelolaan sekolah dan strategi penerimaan siswa baru. Kegiatan berlangsung dinamis dengan diskusi dan tukar pengalaman antarpeserta.
Melalui forum ini, SD swasta di Kabupaten Sidoarjo diharapkan semakin siap, matang, dan adaptif dalam menyongsong pelaksanaan SPMB tahun ajaran mendatang.













