Menu

Mode Gelap
Kebakaran Heboh! 120 Rumah Adat Sasak di Dusun Sade Lombok Tengah Ludes Dilalap Api Prabowo Tegaskan Negara Hadir Penuh, Kerahkan Ribuan Armada Tangani Karhutla dan Bencana! Ketika Santri Berteknologi: Inovasi Digital Mengawal Muktamar NU ke-35 di Jombang Ketika Bara Kecil Menjelma Ancaman: Pelajaran dari Kebakaran Gudang Rosok di Ponorogo Membangun Karakter Generasi Muda: Lazismu Jember Perkuat Filantropi di Sekolah Muhammadiyah KKN STIT Miftahul Midad Sukses Pererat Kebersamaan Warga Labruk Kidul Lewat Lomba Edukatif HUT RI ke-81

Berita Terkini

Rupiah Hari Ini: Diprediksi Menguat! USD Jadi Segini?

badge-check


					Rupiah Hari Ini: Diprediksi Menguat! USD Jadi Segini? Perbesar

Pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, punya kabar baik nih buat kita semua. Doi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini, tepatnya 2 September 2022, bakal perkasa di rentang Rp 16.370 – Rp 16.430 per dolar AS. Kemarin aja, rupiah udah unjuk gigi dengan ditutup di level Rp 16.428 per dolar AS. Itu artinya, rupiah berhasil naik 71 poin dari penutupan akhir pekan lalu, keren kan?

Tapi, kenapa dolar AS bisa melempem hari ini? Nah, menurut Ibrahim, salah satu penyebabnya adalah keputusan pengadilan banding AS yang ngebatalin sebagian tarif global yang dulu ditetapkan sama Presiden Donald Trump. Putusan ini bikin banyak orang bertanya-tanya soal nasib bea impor barang-barang dari Cina yang nilainya udah ratusan miliar dolar. Bisa dibilang, keputusan pengadilan ini membuka babak baru dalam hubungan dagang global.

Selain itu, investor juga pada was-was nih ngeliatin gerak-gerik politik di sekitar bank sentral AS. Soalnya, Presiden Trump kabarnya sempat mau nyopot Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, dengan alasan tuduhan penipuan hipotek di tahun 2021. Waduh, Cook nggak terima dong. Doi langsung nolak mentah-mentah wewenang Trump buat nyopot dirinya dan udah ngajuin gugatan hukum. Drama banget ya?

Eits, tapi kabar baik nggak cuma dateng dari luar negeri aja. Di dalam negeri, indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global juga ikutan naik jadi 51,1 di bulan Agustus 2025. Ini jadi angin segar nih, soalnya PMI Manufaktur Indonesia akhirnya bisa ekspansi lagi setelah sebelumnya sempet nyungsep alias kontraksi selama empat bulan berturut-turut.

Nggak cuma itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga ngasih pengumuman yang bikin hati adem. Neraca perdagangan Indonesia ternyata surplus US$ 4,17 miliar di bulan Juli 2025. Artinya, neraca perdagangan kita udah surplus terus selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Gokil abis! Ini bukti nyata kalau ekonomi kita masih kuat dan stabil.

Pilihan Editor: Peluang Kripto Stablecoin Rupiah Menjadi Alat Transaksi Baru

Ringkasan

Pengamat pasar keuangan memperkirakan rupiah akan menguat hari ini, 2 September 2022, di rentang Rp 16.370 – Rp 16.430 per dolar AS. Rupiah sebelumnya ditutup menguat 71 poin ke level Rp 16.428 per dolar AS. Penguatan rupiah didukung oleh keputusan pengadilan banding AS yang membatalkan sebagian tarif global era Presiden Trump serta naiknya indeks PMI Manufaktur Indonesia.

Selain faktor eksternal, data internal juga mendukung penguatan rupiah. Indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global naik menjadi 51,1 di bulan Agustus 2025, menunjukkan ekspansi setelah kontraksi selama empat bulan. Neraca perdagangan Indonesia juga surplus US$ 4,17 miliar di bulan Juli 2025, melanjutkan surplus selama 63 bulan berturut-turut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini