Menu

Otomatis
Breaking News

Berita Terkini

Mengenang Prof. Hamim Ilyas: Air Mata dan Kenangan yang Mengharukan

badge-check

Mengenang Prof. Hamim Ilyas: Air Mata dan Kenangan yang Mengharukan Perbesar

Malam itu, ruang virtual dipenuhi dengan duka dan kenangan untuk almarhum Prof. Hamim Ilyas. Prof. Alimatul Qibtiyah, Guru Besar Kajian Gender UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyampaikan kesaksian emosional yang menyentuh hati.

Malam itu, suasana ruang virtual dipenuhi duka. Satu per satu tokoh Muhammadiyah hadir menyampaikan doa dan kenangan terbaik untuk almarhum Prof. Hamim Ilyas dalam Takziah Virtual yang diselenggarakan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Ahad malam (24/5/2026).

Di antara banyak testimoni yang disampaikan, suara Prof. Alimatul Qibtiyah menjadi salah satu yang paling menyentuh. Dengan suara bergetar menahan tangis, ia mengenang sosok Prof. Hamim bukan hanya sebagai akademisi, tetapi sebagai guru kehidupan yang membersamainya selama lebih dari dua dekade.

“Saya sudah bersama beliau selama 26 tahun,” tuturnya lirih. Bagi Alimatul, Prof. Hamim adalah sosok ulama sekaligus intelektual Muslim yang tidak hanya kaya gagasan, tetapi juga memiliki keberpihakan yang kuat pada kemanusiaan, terutama pada isu perempuan, keadilan gender, dan Islam yang inklusif.

Ia mengisahkan, banyak tulisan dan gagasannya lahir dari diskusi panjang bersama almarhum. Mulai dari kajian tentang poligami, relasi suami istri, seksualitas dalam rumah tangga, hingga pembacaan hadis dari sudut pandang yang lebih substantif dan adil. “Banyak yang saya tulis berasal dari percakapan dan diskusi bersama beliau,” ungkapnya.

Prof. Hamim, lanjutnya, adalah guru yang mengajarkan cara membaca teks agama dengan kedalaman konteks. Tidak hanya memahami bunyi hadis atau ayat secara literal, tetapi juga melihat sebab, realitas sosial, dan tujuan besar syariat dalam menghadirkan keadilan.

Di luar ruang akademik, kenangan personal Prof. Alimatul bersama almarhum terasa begitu dekat. Rumah mereka yang berdekatan membuat keduanya kerap berbincang selepas agenda Muhammadiyah atau kegiatan di Yogyakarta. Dari percakapan-percakapan sederhana itulah ia semakin mengenali keluasan ilmu, kebijaksanaan, dan kerendahan hati Prof. Hamim.

“Semakin sering bersama beliau, saya semakin memahami kedalaman ilmu beliau,” kenangnya. Tak kuasa menahan haru, Alimatul mengaku hingga kini dirinya belum sanggup melihat foto-foto almarhum. Bahkan di sela perjalanan dinasnya malam itu, ia bersama rekan-rekannya masih menangis, mendoakan, dan menunaikan salat gaib untuk beliau.

Kesedihan itu terasa sangat nyata. Muhammadiyah benar-benar kehilangan satu sosok ulama yang teduh. Seorang pemikir yang mencerahkan. Seorang guru yang melahirkan banyak murid dengan cara berpikir yang lebih terbuka, adil, dan berkemajuan.

Menutup testimoninya, ia menyampaikan salam perpisahan yang menggetarkan hati seluruh peserta yang hadir. “Selamat jalan. Terima kasih atas ilmu, keteladanan, dan perjuangan yang telah bapak wariskan kepada kami. Semoga amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat menjadi penerang di alam keabadian. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

11 Sep 2026 - 04:37 WIB

JSIT Jatim Gandeng BBPPMPV BOE Malang, Bidik Penguatan Kompetensi Guru dan Potensi Siswa

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agu 2026 - 10:54 WIB

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agu 2026 - 06:13 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agu 2026 - 16:58 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agu 2026 - 16:57 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU
Trending di Berita Terkini