Menu

Mode Gelap
Viral Video Penganiayaan Pelajar MTs di Blitar, Dipicu Cemburu Komentar TikTok BMKG: Cuaca Jombang, Kediri, Mojokerto Mayoritas Berawan, Minim Hujan Jelang Muktamar NU 2026 STIT Muhammadiyah Lumajang Buka Dua Program Studi Baru, Fokus Cetak Lulusan Berkompetensi Tinggi KKN STIT Mubo Bojonegoro Berakhir Manis, Warga Pilang Nikmati Layanan Kesehatan Gratis Review Bisnis Kuliner Surabaya: Efisiensi & Data Kunci Sukses Bertahan Wawali Kota Kediri Ajak Santri Ponpes Wali Barokah Isi Kemerdekaan dengan Karya

Tekno

Jetcar Lamborghini Magetan: Inovasi Lokal, Melaju Ramah Lingkungan

badge-check


					Jetcar Lamborghini Magetan: Inovasi Lokal, Melaju Ramah Lingkungan Perbesar

KlikMojok – Di tengah hiruk-pikuk Telaga Sarangan yang masih setia dengan deru speedboat konvensional, di sebuah sudut Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebuah inovasi mengagumkan lahir dari tangan dingin seorang putra daerah. Ebriyanto (48), warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, telah berhasil merakit sebuah **Jetcar Lamborghini**, kendaraan air yang memadukan kemewahan mobil sport legendaris dengan fungsi navigasi di atas air. Karya unik ini, yang merupakan hasil riset panjang, kini mulai menarik perhatian pasar, dengan unit terbarunya telah dipesan untuk mengarungi keindahan Pantai Mutiara, Trenggalek.

Unit Jetcar Lamborghini yang saat ini masih berada di Sarangan itu, menurut Ebriyanto, merupakan pesanan khusus dari seorang warga Trenggalek. “Jetcar Lamborghini yang di Sarangan itu adalah pesanan dari warga Trenggalek dan bakal digunakan di Pantai Mutiara,” ujar inisiator Jetcar Indonesia itu pada Kamis (20/8/2026).

Namun, inovasi **Jetcar Lamborghini Magetan** ini tidak sekadar mengandalkan tampilan yang memukau. Di balik desainnya yang menyerupai mobil sport mewah, tersimpan sebuah konsep yang jauh lebih mendalam: perhatian terhadap lingkungan perairan. Ebriyanto dan timnya merancang Jetcar ini dengan fitur khusus yang memungkinkannya menghasilkan gelombang yang jauh lebih kecil saat melaju di air.

“Kami mengklaim kalau Jetcar kami lebih ramah lingkungan karena lebih minim gelombang,” jelas Ebriyanto. Ia menambahkan, gelombang yang besar dapat memicu abrasi, merusak ekosistem pantai. “Gelombang itu bisa menimbulkan abrasi, jadi sebenarnya Jetcar ini lebih ramah lingkungan karena gelombangnya lebih kecil dan minim.”

Fenomena gelombang yang ditimbulkan kendaraan air adalah hal yang mudah diamati. Saat sebuah speedboat melaju kencang, jejak gelombang di belakangnya akan terlihat jelas. Melalui riset yang mendalam, desain Jetcar dikembangkan secara khusus untuk meminimalkan dampak tersebut. “Seperti yang bisa dilihat saat speedboat melintas, pasti ada gelombang. Desain Jetcar ini kami sesuaikan agar bisa meminimalisir gelombang yang ditimbulkan saat melaju di air,” terangnya.

Proses riset dan pengembangan desain untuk Jetcar ini bukanlah perkara instan. Ebriyanto mengungkapkan bahwa timnya membutuhkan waktu sekitar satu tahun penuh untuk menyempurnakan berbagai fitur dan mendapatkan bentuk kendaraan yang sesuai dengan tren kendaraan air berbentuk mobil sport yang berkembang di beberapa negara, seperti Dubai dan Malaysia. “Kami butuh setahun riset untuk menyempurnakan fitur ini sekaligus bentuknya agar tampilan sesuai dengan yang tren, yakni di Dubai dan Malaysia,” ungkapnya.

Setelah fase riset dan desain dinyatakan matang, barulah Jetcar masuk ke tahap produksi. Proses pembuatan satu unit Jetcar memakan waktu sekitar 10 hari, sebuah durasi yang relatif singkat mengingat kompleksitas kendaraan tersebut. “Risetnya kami matangkan, baru masuk ke proses pembuatan,” tutur Ebriyanto, menegaskan betapa krusialnya tahapan awal tersebut.

Hingga saat ini, Ebriyanto telah berhasil memproduksi lima unit Jetcar. Kendaraan-kendaraan air futuristik ini telah dikirim ke berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga pulau Dewata, Bali. Penggunaannya pun bervariasi; ada yang diperuntukkan bagi kebutuhan privat, sementara sebagian lainnya disiapkan untuk operasional publik di kawasan wisata, seperti unit yang dipesan untuk Trenggalek. “Sudah membuat lima unit. Kami kirim ke Jawa Barat, di Jawa Timur, dan Bali. Ada yang dipakai secara privat, ada yang dipakai untuk publik seperti yang kami kirim ke Trenggalek,” paparnya.

Namun, ironisnya, meskipun inovasi Jetcar ini lahir di Sarangan, kendaraan tersebut belum tersedia untuk digunakan di ikon wisata air Magetan, Telaga Sarangan. Destinasi tersebut masih mengandalkan speedboat konvensional untuk aktivitas wisatanya. “Untuk di Sarangan sendiri memang belum ada. Masih pakai speedboat biasa,” kata Ebriyanto.

Mengenai nilai investasi atau harga satu unit Jetcar, Ebriyanto masih enggan mengungkapkannya. Saat ini, fokusnya adalah pada pengembangan fasilitas produksi. Ia tengah mempersiapkan pembangunan workshop khusus pembuatan Jetcar yang lokasinya berdekatan dengan workshop yang sudah ada di Jalan Ring Road Barat Magetan, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidorejo. Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung proses produksi Jetcar secara lebih terpusat dan efisien, menandai langkah maju bagi inovasi kendaraan air dengan desain mobil sport ini sebagai salah satu produk kreatif berbasis teknologi yang dikembangkan dari Magetan untuk pasar yang lebih luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peta Baru Manufaktur Google: Saat Produksi Pixel Bergeser dari Tiongkok ke Vietnam dan India

23 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Beijing, Episentrum Simbiosis Manusia-Robot: Ketika Humanoid Tak Lagi Sekadar Atraksi, Melainkan Pekerja Sejati

23 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Menganalisis Langkah Google: Produksi Pixel Pindah ke Vietnam & India

21 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Melihat Era Baru Robotika di WRC Beijing 2026: Bukan Sekadar Tontonan Futuristik

21 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Harga Terbaru Samsung A37 dan A57 Mei 2026, Spesifikasi dan Harga

27 Mei 2026 - 16:59 WIB

Trending di Tekno