KlikMojok – Di tengah hiruk-pikuk Beiren Etrong International Exhibition & Convention Center, Beijing E-Town, sebuah pemandangan futuristik terhampar nyata. Puluhan robot humanoid melangkah anggun, robot anjing berlarian lincah seolah hewan peliharaan, sementara robot lain cekatan meracik hidangan dan melayani pengunjung. Ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan World Robot Conference (WRC) 2026, sebuah ajang tahunan ke-11 yang menjadi panggung bagi masa depan **robotika** yang kini terasa begitu dekat.
Berlangsung pada 19–23 Agustus 2026, WRC tahun ini mengusung tema “Simbiosis Manusia-Robot, Konvergensi Kebutuhan Produksi”. Sebuah tema yang secara gamblang memancarkan ambisi Tiongkok: membawa robot dari sekadar demonstrasi teknologi yang mengagumkan menuju pemanfaatan nyata di berbagai sektor kehidupan. Ini adalah pergeseran fundamental, dari tontonan yang memukau mata menjadi alat yang meringankan kerja manusia.

Skala pameran ini sungguh masif. Lebih dari 300 perusahaan turut serta, sebuah peningkatan signifikan sekitar 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 2.000 produk inovatif dipamerkan, termasuk sekitar 150 produk yang melakukan debut global, demikian laporan Xinhua News. Angka-angka ini bukan hanya statistik, melainkan cerminan dari gelombang inovasi yang tak terbendung, di mana robot tak lagi hanya mampu berjalan, menari, atau bertinju, melainkan mulai diarahkan untuk membantu pekerjaan manusia secara konkret.
Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, Xin Guobin, menegaskan betapa sentralnya peran robotika saat ini. “Teknologi dan produk robotika telah diterapkan secara luas di seluruh perekonomian nasional dan pembangunan sosial, serta menjadi kekuatan penting yang mendorong pembangunan berkualitas tinggi,” ujarnya, menggarisbawahi posisi strategis industri ini bagi kemajuan negara.
Salah satu terobosan paling menarik datang dari AiMOGA Robotics, divisi robotika dari produsen otomotif Chery. Robot humanoid ciptaan mereka telah diuji coba sebagai **polisi lalu lintas** di puluhan kota di Tiongkok. Robot-robot ini tidak hanya membantu mengatur arus kendaraan, tetapi juga mendeteksi pengendara yang tidak menggunakan helm hingga memberikan informasi kepada masyarakat. Sebuah gambaran nyata bagaimana robot mulai mengisi peran yang sebelumnya eksklusif bagi manusia, menunjukkan perubahan besar dalam industri robotika Tiongkok.
Perhatian besar lainnya tertuju pada Xiaomi, yang memperkenalkan robot humanoid berukuran penuh. Robot setinggi sekitar 1,7 meter tersebut sebelumnya telah menjalani pengujian intensif selama empat bulan di pabrik mobil Xiaomi. Pengujian ini krusial untuk memastikan robot mampu mengerjakan pekerjaan industri dalam durasi panjang, dengan presisi dan konsistensi yang dibutuhkan.
Hasilnya cukup signifikan: tingkat keberhasilan robot dalam memasang mur meningkat drastis dari 90,2 persen menjadi 98 persen. Robot tersebut juga sukses diuji untuk melipat penutup konsol serta memindahkan kotak material. Pengujian di lingkungan pabrik adalah bagian penting, sebab tantangan terbesar robot humanoid bukan sekadar mampu bergerak seperti manusia, tetapi dapat bekerja secara konsisten, presisi, dan aman di lingkungan nyata yang dinamis.
Perkembangan **robotika** yang pesat ini juga mulai tercermin di pasar modal. Unitree, salah satu produsen robot Tiongkok, mencatat lonjakan harga saham yang sangat tinggi saat melakukan debut perdagangan di bursa Shanghai. Di sisi lain, minat investor terhadap perusahaan robotika Tiongkok juga terlihat dari tingginya permintaan dalam penawaran saham perdana sejumlah *startup*. Ini adalah indikator kuat bahwa dunia finansial pun mulai melihat potensi besar di sektor ini.
Tiongkok sendiri memang tengah mendorong robotika sebagai salah satu sektor strategis industri masa depan. Pendapatan perusahaan robotika Tiongkok pada 2025 disebut telah menembus lebih dari 300 miliar yuan. Pada semester pertama 2026, pendapatan sektor tersebut mencapai sekitar 165,5 miliar yuan, tumbuh 24,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan pertumbuhan eksplosif dan komitmen negara terhadap dominasi di bidang ini.
WRC 2026 tidak hanya menampilkan pameran teknologi semata. **Beijing** juga menjadi tuan rumah World Humanoid Robot Games yang berlangsung pada 22–26 Agustus 2026. Kompetisi ini mempertemukan robot humanoid dalam berbagai pertandingan, termasuk olahraga dan maraton robot. Maraton, khususnya, menjadi ujian penting karena mengukur daya tahan perangkat keras, baterai, sistem kendali, serta algoritma gerakan robot. Dengan demikian, pertandingan robot bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah laboratorium terbuka untuk menguji seberapa stabil robot dapat bekerja dalam kondisi yang terus berubah dan menantang.
Meskipun perkembangan robot humanoid berlangsung sangat cepat, para ahli mengingatkan bahwa industri tersebut masih menghadapi tantangan besar. Pengiriman robot humanoid global pada semester pertama 2026 disebut hampir empat kali lipat menjadi sekitar 19.100 unit. Namun, penggunaan robot secara luas di luar proyek percontohan masih terbatas. Analis robotik Georg Stieler bahkan memperkirakan sebagian besar robot humanoid yang diproduksi tahun ini masih akan digunakan untuk mengumpulkan data pelatihan, bukan langsung menjalankan pekerjaan produktif bagi konsumen. Senada, Kepala AiMOGA Robotics Zhang Guibing memperkirakan robot humanoid masih membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk mencapai tingkat kematangan sebelum memasuki fase adopsi cepat. Persaingan pun diperkirakan semakin ketat, terutama karena banyak perusahaan baru masuk ke industri robotika Tiongkok.
WRC 2026 memperlihatkan bahwa robotika kini menjadi bagian dari persaingan teknologi global yang sengit. Tiongkok berupaya membangun ekosistem robotika yang tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), perangkat keras, baterai, sensor, dan sistem kendali yang menjadi tulang punggung teknologi ini. Untuk pertama kalinya, WRC juga menghadirkan *robot consumption street*, sebuah area di mana robot memasak dan menjual makanan serta minuman kepada pengunjung. Langkah ini menunjukkan arah baru industri: robot tidak lagi hanya dibuat untuk mengesankan manusia di atas panggung, tetapi perlahan diarahkan untuk menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Dari robot polisi lalu lintas yang mengatur ketertiban, pekerja pabrik yang presisi, koki yang cekatan, hingga atlet yang tangguh, Beijing 2026 memperlihatkan satu pesan yang semakin jelas: era robotika tidak lagi sekadar tentang masa depan yang jauh. Era itu sedang dimulai, sekarang.













