KlikMojok – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Lumajang kini memperluas jangkauan pendidikannya dengan resmi membuka dua program studi sarjana baru. Pembukaan ini dilakukan setelah institusi tersebut menerima dua Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag).
Kedua program studi baru yang ditawarkan adalah Program Sarjana Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Program Sarjana Ekonomi Syariah.

Penyerahan SK penting ini dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah), Genggong, Probolinggo. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (SesDitjen Pendis), Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., secara langsung menyerahkan SK tersebut kepada pihak STIT Muhammadiyah Lumajang.
Pembukaan program studi ini menandai tonggak penting dalam sejarah STIT Muhammadiyah Lumajang. Dengan penambahan dua prodi baru, kampus kini memiliki kesempatan lebih luas untuk menyediakan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Lumajang, sekaligus mengembangkan bidang keilmuan yang relevan dengan tuntutan zaman.
Ketua STIT Muhammadiyah Lumajang, Eva Andriani, S.E.I., M.E.I., Ph.D., menyambut penerimaan SK ini sebagai sebuah amanah besar dan peluang untuk terus memajukan institusi. “Alhamdulillah, hari ini STIT Muhammadiyah Lumajang menerima dua SK sekaligus, yaitu Program Studi PGMI dan Ekonomi Syariah. Bagi kami, ini merupakan amanah dan momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat,” ungkap Eva Andriani.
Eva Andriani menambahkan bahwa pembukaan kedua program studi ini tidak hanya bertujuan memperbanyak pilihan akademik. Lebih dari itu, STIT Muhammadiyah Lumajang berkomitmen untuk memastikan setiap program studi yang dikembangkan memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat saat ini.
Ia menjelaskan bahwa Program Studi PGMI dirancang khusus untuk mencetak calon guru yang tidak hanya kompeten dalam pendidikan dasar, tetapi juga memiliki karakter keislaman yang kokoh. Sementara itu, Program Studi Ekonomi Syariah diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang menguasai prinsip-prinsip ekonomi syariah serta memiliki kepekaan untuk mengidentifikasi peluang dan memecahkan persoalan ekonomi yang ada di tengah masyarakat.
“Yang terpenting bagi kami bukan hanya membuka program studi, tetapi bagaimana program studi tersebut nantinya mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan memberikan manfaat nyata,” tegas Eva Andriani.
Pembukaan dua program studi ini juga merupakan respons STIT Muhammadiyah Lumajang terhadap iklim pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Institusi pendidikan dituntut untuk tidak hanya menawarkan beragam program studi, tetapi juga menyajikan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, kebutuhan pasar kerja, serta perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.
Sebagai contoh, mahasiswa Ekonomi Syariah akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Ini akan dicapai melalui pengembangan kewirausahaan, penerapan ekonomi syariah dalam praktik, serta jalinan kemitraan dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara itu, bagi Program Studi PGMI, tantangan pendidikan di era digital merupakan aspek krusial yang harus diintegrasikan. Calon guru akan dipersiapkan untuk mampu memanfaatkan teknologi pembelajaran, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI), tanpa mengesampingkan aspek pembentukan karakter dan nilai-nilai pendidikan Islam.
“Dengan diterimanya dua SK tersebut, STIT Muhammadiyah Lumajang memasuki fase baru dalam pengembangan kelembagaan,” pungkas Eva Andriani. Bagi STIT Muhammadiyah Lumajang, dua program studi baru ini bukan sekadar penambahan daftar akademik, melainkan bagian integral dari upaya memperluas pilihan pendidikan tinggi dan memperkuat perannya dalam merespons kebutuhan masyarakat.













