Menu

Mode Gelap
Langkah Terhenti di Kaki Semeru: Ratusan Pendaki Terpaksa Tunda Mimpi Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran Membangun Karakter Pemimpin Cilik: MIM 16 Karangasem Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Pengalaman Alam Terbuka Tunas Athfal Resmi Diluncurkan di Kota Malang, Fokus Pembentukan Karakter Islami Anak TK Aisyiyah Geger! Menteri Agama Nasaruddin Umar Lepas Jabatan Demi Kursi Ketum PBNU, Perebutan Kian Panas Maulid Nabi: Kemenag Gelar Selawat Kebangsaan dan Teologi Lingkungan, Warganet Soroti Makna Mendalam 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Resmi Dibuka, Siap Cetak Generasi Emas 2045!

Pendidikan

Jejak Digital Santri di Abad Kedua NU: AI Buatan Anak Negeri Kawal Muktamar di Jombang

badge-check


					Jejak Digital Santri di Abad Kedua NU: AI Buatan Anak Negeri Kawal Muktamar di Jombang Perbesar

KlikMojok – Di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tempat di mana tradisi keilmuan Islam berabad-abad bersemayam, sebuah terobosan digital yang mencengangkan tengah diukir. Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bukan hanya menjadi forum permusyawaratan tertinggi organisasi, melainkan juga panggung bagi kecanggihan teknologi berbasis chip dan kecerdasan buatan (AI) yang seluruhnya dikembangkan oleh tangan-tangan kreatif para santri. Inovasi ini menandai babak baru dalam sejarah penyelenggaraan muktamar, di mana teknologi menjadi tulang punggung pengelolaan data dan pergerakan peserta secara tertib, akurat, dan terukur.

Sistem mutakhir ini, yang dipimpin oleh Gus Robin bersama tim santri pengembang, dirancang untuk melayani ribuan peserta Muktamar NU dengan efektivitas maksimal. Ini adalah kali pertama panitia Muktamar memanfaatkan sistem digital berbasis AI untuk mendukung tata kelola peserta, sebuah lompatan signifikan yang mengukuhkan posisi pesantren sebagai inkubator solusi digital di era modern.

Ketua Panitia Muktamar sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian integral dari upaya panitia untuk menghadirkan sistem pelayanan peserta yang lebih efektif. Menurutnya, fungsi teknologi tak berhenti pada proses registrasi semata, melainkan merentang hingga memastikan identitas, status kepesertaan, serta keberadaan setiap peserta selama seluruh rangkaian kegiatan muktamar berlangsung. Sistem ini memungkinkan verifikasi data peserta yang presisi dan deteksi lokasi serta forum atau persidangan yang sedang diikuti oleh peserta.

“Datanya sudah ada, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus yang menjadi peserta juga semuanya sudah tertera dengan jelas. Dengan begitu diharapkan tidak ada peserta susupan, tidak ada peserta pengganti. Semuanya adalah peserta yang benar-benar memenuhi syarat,” ujar Gus Ipul saat meninjau dan melakukan simulasi registrasi peserta di Tambakberas, Jombang, baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa dengan dukungan sistem berbasis chip dan AI, panitia dapat menjamin seluruh peserta yang hadir sesuai dengan daftar peserta tetap (DPT) yang telah ditetapkan, sekaligus mencegah adanya peserta tidak terdaftar atau pergantian yang tidak sesuai ketentuan.

Kombinasi antara kesiapan infrastruktur, logistik, tata kelola, serta teknologi digital diharapkan mampu membuat pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU berjalan lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta. Gus Ipul juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi ini membuat proses pelayanan peserta menjadi lebih presisi. Saat registrasi, peserta akan melalui tahapan verifikasi sebelum diarahkan sesuai wilayah dan cabang masing-masing. “Insyaallah kalau semua disiplin dan tertib, tidak akan ada antrean. Nyaman dan juga presisi karena semuanya sudah sesuai dengan data,” tuturnya, menggambarkan efisiensi yang akan tercipta.

Penerapan teknologi AI dalam Muktamar Ke-35 NU ini menjadi salah satu dari empat pilar utama kesiapan panitia. Pilar pertama adalah kesiapan fisik lokasi muktamar, meliputi arena pembukaan, tempat persidangan, area registrasi, akomodasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pilar kedua adalah kesiapan logistik yang mencakup segala kebutuhan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Pilar ketiga berfokus pada tata kelola muktamar, termasuk sistem registrasi, pembagian peserta, mekanisme persidangan, serta pengaturan berbagai agenda. Sementara pilar keempat, yang menjadi sorotan utama, adalah sumber daya manusia dan dukungan teknologi, di mana para santri di bawah koordinasi Gus Robin menjadi pengembang utama sistem berbasis chip dan AI.

Keterlibatan santri dalam pengembangan teknologi tersebut bukan sekadar inovasi, melainkan sebuah pernyataan penting tentang peran pesantren dalam menghadirkan solusi digital yang relevan dan mendukung kebutuhan organisasi di era teknologi. Ini menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya pusat studi agama, tetapi juga kawah candradimuka bagi talenta-talenta digital yang siap berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Gus Ipul menginformasikan bahwa seluruh perangkat utama penyelenggaraan telah memasuki tahap final. “Akomodasi peserta sudah siap, tempat-tempat sidang sudah siap, berbagai fasilitas yang dibutuhkan muktamar juga semuanya telah siap,” katanya, penuh optimisme. Ia berharap seluruh kesiapan ini akan memungkinkan peserta lebih fokus mengikuti persidangan dan memberikan kontribusi terhadap keputusan-keputusan strategis Nahdlatul Ulama.

Muktamar ke-35 NU ini memiliki nilai historis yang mendalam. Ini adalah muktamar pertama NU di abad kedua, sekaligus menjadi momentum kembalinya forum tertinggi organisasi tersebut ke Jombang, tanah kelahiran para pendiri Nahdlatul Ulama. “Inilah awal abad kedua Nahdlatul Ulama. Muktamar kembali ke pangkuan muassis, kembali ke pangkuan para pendiri Nahdlatul Ulama,” pungkas Gus Ipul, merangkum makna historis yang terkandung dalam perhelatan akbar ini, di mana tradisi bertemu inovasi yang lahir dari rahim pesantren itu sendiri.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Langkah Terhenti di Kaki Semeru: Ratusan Pendaki Terpaksa Tunda Mimpi Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran

27 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Membangun Karakter Pemimpin Cilik: MIM 16 Karangasem Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Pengalaman Alam Terbuka

27 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Tunas Athfal Resmi Diluncurkan di Kota Malang, Fokus Pembentukan Karakter Islami Anak TK Aisyiyah

27 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Merajut Kebersamaan dalam Setiap Suap: Kisah Ancakan Maulid Nabi di Tanah Osing Kemiren

27 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Menyemai Kesiapsiagaan di Pelosok: REDKAR Mojokerto dan Edukasi Penanganan Kebakaran

27 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Trending di Pendidikan