Menu

Mode Gelap
Bank Jatim Sidoarjo Perkuat UMKM Lewat Dukungan Transaksi Digital dan Lomba Di Balik Antrean BBM Malang: Pertalite dan Biosolar Menjadi Primadona di Tengah Arus Liburan dan Panen Ketika Langit Memayungi Semeru: Kisah Heroik Water Bombing Melawan Karhutla di Puncak Jawa Timur Mewujudkan Generasi Qur’ani: SD Muhammadiyah 16 Surabaya Terapkan Program Al-Qur’an Terpadu Sejak Pagi MBS Porong Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Santri Melalui Qudwah Leadership Class dan Pola POACE Tiga Pilar Penting untuk Mahasiswa Baru FEB Umla: Koneksi, Potensi, dan Dampak Positif

Pendidikan

Inovasi Pembelajaran Lintas Negara: Guru Indonesia dan Malaysia Bertukar Resep Pendidikan Abad Ke-21 di SMA Muhi

badge-check


					Inovasi Pembelajaran Lintas Negara: Guru Indonesia dan Malaysia Bertukar Resep Pendidikan Abad Ke-21 di SMA Muhi Perbesar

KlikMojok – Pada Senin, 31 Agustus 2026, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menjadi tuan rumah pertemuan penting antara guru-guru dari Indonesia dan Malaysia. Dalam acara ini, para pendidik tersebut secara aktif bertukar resep inovatif dalam pembelajaran, memadukan penggunaan teknologi terkini, kreativitas, pembentukan karakter, dan perspektif global untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi masa depan yang semakin terhubung.

Berbagai pendekatan dan praktik terbaik dalam dunia pendidikan dipertemukan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, atau yang dikenal sebagai SMA Muhi. Pada tanggal 31 Agustus 2026, para guru dari Indonesia dan Malaysia berkesempatan untuk saling berbagi praktik baik, gagasan segar, dan strategi efektif guna menjawab berbagai tantangan pendidikan yang semakin kompleks di abad ke-21.

Pertukaran wawasan yang berharga ini terselenggara dalam sebuah Forum Praktik Baik Serumpun yang bertempat di Ruang Multimedia SMA Muhi. Forum tersebut secara khusus mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Abad-21: Mengintegrasikan Sains, Teknologi, dan Penguatan Karakter untuk Kesiapan Studi Global,” menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan.

Kegiatan diskusi dan berbagi pengalaman ini berlangsung selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dan berhasil menarik partisipasi sekitar 100 peserta. Mereka yang hadir meliputi guru-guru dari SMA Muhi sendiri, para tamu istimewa dari Malaysia, serta perwakilan dari beberapa SMA di sekitar wilayah sekolah.

Oleh karena itu, forum ini berfungsi sebagai wadah krusial untuk bertukar pengalaman mengenai metode pembelajaran yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer. Para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang berbagai gagasan baru, tetapi juga berkesempatan untuk mengenal lebih dekat beragam praktik inovatif yang telah sukses dikembangkan oleh rekan-rekan mereka.

Salah satu “resep” pembelajaran yang menarik dari SMA Muhi diperkenalkan oleh Khawarizmy Mahfudz, M.Pd. Gr., melalui mata pelajaran Fisika. Ia mempresentasikan desain pembelajaran gerak lurus yang berlandaskan eksperimen dan terintegrasi secara inovatif dengan penggunaan coding Micro:bit, menawarkan pendekatan praktis dalam memahami konsep fisika.

Selanjutnya, Meivitasari, S.Pd.Gr., turut memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang berbeda, yakni melalui materi game-based learning. Dalam paparannya, ia menguraikan secara mendalam mengenai metode pengukuran efektivitas game-based learning dalam konteks asesmen pembelajaran, menunjukkan potensi game sebagai alat evaluasi yang efektif.

Kedua praktik pembelajaran yang dipaparkan tersebut secara jelas menyoroti bagaimana pemanfaatan teknologi dan pendekatan kreatif dapat diintegrasikan ke dalam proses belajar-mengajar. Dari pengalaman ini, para guru mendapatkan wawasan berharga dan gambaran komprehensif mengenai berbagai alternatif pembelajaran yang mampu menjawab tuntutan serta tantangan pendidikan di abad ke-21.

Sementara itu, kontribusi dari Malaysia datang dari Puan Norhayati Binti Mohd Tahir yang membagikan praktik Setia Edu Living Labb (SELL). Kemudian, Puan Hazlina Binti Mansor memaparkan tentang inisiatif “IM@S (Inovator Muda @ School),” yang berfokus pada pengembangan inovasi di kalangan siswa.

Lebih lanjut, Azahar Nor Arifin Bin Ahmad menghadirkan presentasi mengenai Scope@7 (School Centralised Operations & Performance Enhancement). Keseluruhan materi yang beragam ini secara gamblang menunjukkan betapa luasnya spektrum inovasi yang dapat diterapkan dalam upaya pengembangan pendidikan.

Praktik-praktik yang disajikan dalam forum ini tidak hanya terbatas pada aspek teknologi pembelajaran atau eksperimen yang dilakukan di dalam kelas. Topik-topik lain yang juga mendapat perhatian serius meliputi inovasi yang dihasilkan oleh siswa, penggunaan permainan sebagai media pembelajaran yang efektif, tata kelola sekolah, hingga strategi peningkatan kinerja lembaga pendidikan secara menyeluruh.

Drs. H. Hery Nugroho, M.Pd., selaku Kepala SMA Muhi, menyampaikan pandangannya bahwa kolaborasi lintas negara merupakan elemen krusial bagi kemajuan sekolah. Menurutnya, SMA Muhi senantiasa berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui implementasi berbagai program inovatif.

“Program kolaborasi antarnegara menambah wawasan global guru dan murid,” tutur Drs. H. Hery Nugroho. Beliau juga menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin dengan institusi pendidikan dari negara lain tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga keuntungan signifikan bagi sekolah dari segi kelembagaan.

Di samping itu, kolaborasi semacam ini secara signifikan memperluas cakrawala berpikir baik bagi guru maupun siswa terkait pendidikan dalam konteks global yang lebih luas. Melalui interaksi ini, para pendidik dapat membandingkan berbagai pendekatan, mengevaluasi praktik yang telah ada, dan pada akhirnya menemukan peluang-peluang baru untuk pengembangan pembelajaran yang lebih baik.

Pada intinya, praktik baik dapat didefinisikan sebagai suatu proses berbagi strategi, metode, pendekatan, atau inovasi yang terbukti memberikan dampak positif dalam dunia pendidikan. Pertukaran pengalaman ini menjadi sangat penting mengingat setiap sekolah memiliki konteks, tantangan, dan pengalaman yang unik dan berbeda satu sama lain.

Dengan adanya forum ini, guru-guru dari Indonesia dan Malaysia dapat saling belajar, mengadaptasi praktik terbaik, dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik peserta didik mereka. Lebih dari itu, melalui kolaborasi global ini, para pendidik juga mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai arah dan pengembangan pendidikan di negara-negara lain.

Bagi para siswa, pertukaran wawasan yang terjadi dalam forum ini turut berkontribusi dalam membangun kesiapan mereka untuk menghadapi lingkungan pendidikan yang semakin terintegrasi dan terhubung secara global. Selain itu, pemahaman akan wawasan global juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang kini semakin terkoneksi secara internasional.

Atas dasar manfaat tersebut, SMA Muhi menegaskan kembali komitmennya untuk senantiasa terbuka terhadap berbagai bentuk inovasi dan kolaborasi. Pertemuan antara guru-guru dari Indonesia dan Malaysia ini, pada kenyataannya, bukan hanya sekadar ajang pertukaran pengetahuan biasa.

Lebih dari itu, forum ini juga membuka peluang besar bagi terbentuknya jejaring kerja sama yang berkelanjutan dalam upaya pengembangan pembelajaran di masa mendatang. Kolaborasi global semacam ini secara signifikan memperkaya pengalaman para pendidik sekaligus memperluas perspektif dan cakrawala berpikir para siswa.

Ke depannya, pihak sekolah berharap agar proses pembelajaran dapat menjadi semakin kontekstual, kreatif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa. Dengan demikian, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk berbagi gagasan semata.

Berbagai praktik baik dan inovasi yang diperoleh dari pertemuan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pada akhirnya, langkah proaktif ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata yang positif bagi peningkatan mutu pendidikan serta kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Balik Antrean BBM Malang: Pertalite dan Biosolar Menjadi Primadona di Tengah Arus Liburan dan Panen

2 September 2026 - 18:51 WIB

Ketika Langit Memayungi Semeru: Kisah Heroik Water Bombing Melawan Karhutla di Puncak Jawa Timur

2 September 2026 - 18:51 WIB

Mewujudkan Generasi Qur’ani: SD Muhammadiyah 16 Surabaya Terapkan Program Al-Qur’an Terpadu Sejak Pagi

2 September 2026 - 18:49 WIB

MBS Porong Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Santri Melalui Qudwah Leadership Class dan Pola POACE

2 September 2026 - 12:35 WIB

Tiga Pilar Penting untuk Mahasiswa Baru FEB Umla: Koneksi, Potensi, dan Dampak Positif

2 September 2026 - 12:35 WIB

Trending di Pendidikan