Menu

Mode Gelap
Pengawasan Orang Tua Krusial: Mayoritas Dispensasi Nikah di Magetan Dipicu Kehamilan Dini Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional

Berita Terkini

Ini Evaluasi Pemerintah terhadap Kasus Keracunan Makanan MBG

badge-check


					Ini Evaluasi Pemerintah terhadap Kasus Keracunan Makanan MBG Perbesar

MENTERI Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menimbulkan kasus keracunan makanan.

“Kami juga berdiskusi rakor (rapat koordinasi) untuk segera mempercepat perbaikan dan penguatan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di gedung Kementerian Kesehatan, Ahad, 28 September 2025.

Zulhas—begitu ia disapa—mengatakan pemerintah akan menutup sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang menimbulkan kasus keracunan makanan. Namun, Zulhas tidak menjelaskan jumlah spesifik SPPG yang ditutup. Penutupan SPPG bermasalah, kata Zulhas, dilakukan untuk sementara waktu selama proses evaluasi dan investigasi dilakukan.

Ia mengatakan, evaluasi terhadap SPPG mencakup kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan juru masak. “Tdak hanya di tempat yang terjadi (ketetapi di seluruh SPPG,” kata dia.

Politikus Partai Amanat Nasional itu mengatakan setiap SPPG akan diwajibkan untuk melakukan sterilisasi terhadap seluruh alat makan. Ia juga meminta perbaikan sanitasi, khususnya pada kualitas air dan alur limbah.

Selain evaluasi terhadap SPPG, Zulhas mengatakan, pemerintah sepakat agar seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan program MBG agar proaktif terhadap proses perbaikan.

Zulhas mengatakan saat ini pemerintah juga mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) itu syarat. “Karena kalau tidak ada ini (SLHS) nanti kejadian lagi. Keselamatan adalah anak-anak kita itu adalah proritas utama.”

Ia menyatakan pemerintah meminta Menteri Kesehatan mengoptimalkan seluruh puskesmas dan unit kesehatan sekolah agar proaktif memantau SPPG secara rutin. “Semua langkah ini diambil secara terbuka, agar masyarakat yakin bahwa makanan yang disajikan aman, bergizi bagi seluruh anak Indonesia,” kata mantan Menteri Perdagangan (2022-2024) dan Menteri Kehutanan (2009-2014) itu.

Pilihan Editor: Pangkal Soal Keracunan Massal Makan Bergizi Gratis

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini