Menu

Mode Gelap
Pengawasan Orang Tua Krusial: Mayoritas Dispensasi Nikah di Magetan Dipicu Kehamilan Dini Resonansi Bambu: Saat Hak Cipta Musisi Lokal Bersemi dalam Edukasi Royalti di Kediri Pelajaran Kebaikan di Maulid Nabi: Siswa Miosi Sidoarjo Terlibat dalam Distribusi 782 Nasi Kotak Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final Bukan Sekadar Jabatan: Mr. Roo Ungkap Filosofi dan Kunci Pemimpin Sekolah Resilien MAN IC Serpong: 14 Siswa Lolos Final OSN 2026, Terbanyak Nasional

Berita Terkini

IHSG Terbang Tinggi, Rupiah Nangis di Awal Sesi!

badge-check


					IHSG Terbang Tinggi, Rupiah Nangis di Awal Sesi! Perbesar

Senin pagi ini, dunia pasar modal lagi seru nih! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa, nongkrong manis di zona hijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9/2025). Tapi, ada kabar kurang oke dari mata uang kita, Rupiah pagi ini malah loyo di pasar spot.

Kalo dilihat dari data RTI per pukul 09.02 WIB, IHSG itu lagi di angka 8.069,99. Artinya, naik tipis nih sebanyak 18,87 poin atau sekitar 0,23 persen dari penutupan kemarin yang di level 8.051,11. Gak cuma itu, sebanyak 313 saham ikutan ‘go green’, sementara 131 saham lagi pada merah, dan 200 saham lainnya anteng-anteng aja. Total transaksi juga lumayan lho, udah tembus Rp 835,55 miliar dengan volume saham 1,53 miliar.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, ada angin segar nih dari perpolitikan global. Gimana enggak, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping baru aja ‘ngobrol’ santai hari Sabtu lalu dan katanya sih, ada beberapa kesepakatan penting yang berhasil dicapai. Mereka bahkan janji mau ketemuan lagi di acara APEC buat bahas divestasi operasional TikTok di AS! Ini jadi pertemuan pertama mereka setelah Trump kembali menjabat, lho. Rencananya, dua pemimpin superpower ini bakal kumpul di Korea Selatan bulan depan. Obrolan mereka juga enggak kaleng-kaleng, mulai dari isu perdagangan, fentanil, geopolitik, sampai nasib TikTok dibahas tuntas. Pihak China sendiri ngaku kalau diskusi mereka ini positif dan realistis banget. Bahkan Xi Jinping yakin, Amerika Serikat dan Tiongkok bisa banget ngatasi masalah yang ada di antara kedua negara. Nah, Maximilianus Nico Demus juga nambahin, secara teknikal, IHSG ada potensi menguat terbatas dengan level support di 7.850 dan resistance di 8.090.

Eits, tapi jangan lengah! Analis dari Phintraco bilang, fokus utama pasar saham minggu ini masih di seputar prospek suku bunga. Apalagi, para pejabat dan Ketua The Fed bakal pada pidato, nih. Investor juga pastinya bakal nyorot indeks PCE dan update estimasi GDP kuartal II-2025. Dari sisi China, kita semua lagi nungguin keputusan kebijakan moneter dari bank sentral mereka. Kalau dari dalam negeri, ada data M2 Money Supply Agustus 2025 yang bakal dirilis. Nah, meskipun IHSG udah cetak rekor tertinggi baru minggu lalu, indikator teknikal Stochastic RSI-nya udah masuk area overbought, walaupun historigram MACD masih di zona positif. Jadi, Phintraco memprediksi IHSG bakal cenderung konsolidasi di kisaran 7.970-8.070 sambil nungguin ‘amunisi’ atau katalis baru yang bener-bener kuat.

Gimana dengan tetangga kita? Bursa di kawasan Asia pagi ini dibuka campur aduk. Ada yang naik, ada juga yang turun. Contohnya Strait Times yang naik tipis 0,04 persen (1,56 poin) ke level 4.304,27. Tapi, Shanghai Composite malah turun 0,33 persen (12,63 poin) ke 3.807,45. Di sisi lain, Nikkei melaju kenceng, naik 1,37 persen (615,19 poin) sampai 45.661,00, sedangkan Hang Seng terpaksa turun 0,96 persen (254,60 poin) ke 26.290,49.

Sekarang, mari kita intip nasib Rupiah. Sayangnya, mata uang garuda pagi ini lagi lesu banget di pasar spot, sampai tembus Rp 16.631 per dollar AS! Menurut data Bloomberg per pukul 09.18 WIB, Rupiah melemah 30,0 poin atau 0,19 persen dari penutupan kemarin yang di Rp 16.601 per dollar AS. Aduh, semoga cepet balik prima ya!

Lukman Leong, seorang analis mata uang dari Doo Financial Futures, menjelaskan kalau nilai tukar Rupiah kemungkinan besar masih bakal ‘ketekan’ nih sama rebound-nya dollar AS. Tekanannya makin kerasa karena sikap The Fed yang agak ‘less dovish‘ alias kurang kalem setelah rapat Federal Open Meeting Commitee (FOMC) kemarin. Selain itu, kebijakan ekonomi pemerintah yang ekspansif dan kekhawatiran soal defisit anggaran juga ikutan bikin Rupiah jadi goyang. Tapi, ada harapan nih! Bank Indonesia (BI) punya potensi buat aktif melakukan intervensi biar Rupiah enggak makin terpuruk. Untuk hari ini, Lukman memperkirakan pergerakan Rupiah ada di rentang Rp 16.500 sampai Rp 16.650 per dollar AS.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini