Menu

Mode Gelap
TK Alam Yaa Bunayya Gresik Wujudkan Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan Melalui Rumah Daur Ulang MBS Porong Dorong Pendidikan Merdeka: Ajak Siswa Jadi Cahaya dan Teladan Merdeka Belajar, Merdeka Berjiwa: Refleksi Kemerdekaan Sejati di Muhammadiyah Boarding School Porong Pawon Mbah Man: Oase Rasa Rumahan, Menjelajah Kuliner Menganti Gresik yang Tak Lekang Waktu Jejak Kepeng dan Aroma Nusantara: Menjelajahi Pasar Tiban Kong Java, Oase Kuliner di Ambarawa Jejak Hijau di Usia Dini: Kisah Rumah Daur Ulang TK Alam Yaa Bunayya Gresik Menjelajahi Pendidikan Lingkungan

Berita Terkini

Giorgio Armani Mau Dijual? IPO, LVMH, dan L’Oréal Berebut!

badge-check


					Giorgio Armani Mau Dijual? IPO, LVMH, dan L’Oréal Berebut! Perbesar

Dunia mode baru saja dikejutkan dengan berita kepergian desainer legendaris Giorgio Armani pada 4 September 2025 di usia 91 tahun. Sosoknya yang tak menikah dan tanpa anak, namun memiliki kerajaan bisnis bernilai fantastis, ditaksir antara USD 5,9 miliar hingga USD 14 miliar, langsung memicu pertanyaan besar: siapa yang akan mewarisi aset sebesar itu? Bikin penasaran, kan?

Akhirnya, misteri itu terkuak! Mengutip laporan Reuters pada Sabtu (13/9), isi surat wasiat Giorgio Armani bocor ke publik. Isinya mengejutkan, sang maestro memerintahkan para ahli warisnya untuk menjual saham Giorgio Armani Group secara bertahap. Kalau pembeli yang pas enggak ketemu, opsi lainnya adalah menawarkan saham lewat penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) di pasar saham. Wah, bakal jadi IPO jumbo nih!

Berdasarkan sumber lain dari Forbes, terungkap bahwa Armani menyerahkan 40 persen kendali bisnisnya kepada kolaborator lamanya yang juga pemimpin lini pakaian pria, Pantaleo Dell’Orco. Selain itu, Yayasan Giorgio Armani, yang nantinya bertanggung jawab menunjuk CEO baru perusahaan, bakal menerima 30 persen saham dan kepemilikannya enggak boleh berkurang dari angka itu. Ini penting banget buat menjaga stabilitas bisnis.

Nah, keluarga dekat juga dapat bagian! Dua keponakannya, Silvana Armani yang mengawasi lini pakaian wanita, dan Andrea Cameana yang menjabat direktur pelaksana keberlanjutan, masing-masing kebagian 15 persen saham. Sementara itu, sang adik, Rosanna, beserta keponakan-keponakan lainnya juga menerima saham, namun tanpa hak suara. Jadi, ada yang pegang kendali, ada yang cuma dapat bagian pasif.

Armani juga detail banget soal proses penjualan sahamnya. Dalam surat wasiat, ia menetapkan bahwa setelah minimal 1 tahun dan maksimal 18 bulan, para ahli waris bisa menjual hingga 15 persen saham perusahaan. Kemudian, setelah tiga hingga lima tahun, penjualan tahap kedua sebesar 30 hingga 54,9 persen saham bisa dilakukan ke pembeli yang sama. Jelas banget aturannya!

Enggak cuma itu, Armani bahkan punya daftar “pembeli pilihan” lho! Sebut saja raksasa barang mewah LVMH, mitra lisensi EssilorLuxottica, dan L’Oréal. Mereka adalah calon-calon kuat yang dipertimbangkan untuk mengambil alih sebagian saham. Tapi, kalau pembeli yang cocok enggak ditemukan, ada alternatif lain: saham bisa ditawarkan di bursa saham publik, idealnya di Italia atau bursa saham serupa. Syaratnya, minimal 30,1 persen saham tetap harus dipertahankan oleh Yayasan.

Sejak mendirikan merek Giorgio Armani pada tahun 1975, desainer ikonik ini dikenal sangat memegang kendali atas perusahaannya. Ia berkali-kali menolak tawaran pembeli potensial dan ogah go public demi menjaga visi artistiknya dan membangun warisan abadi di dunia mode mewah. Sikapnya ini menunjukkan betapa besar dedikasinya pada mereknya sendiri.

Melihat keinginan kuatnya itu, pada tahun 2016, Armani mengukuhkan warisan tersebut dengan mendirikan Yayasan Giorgio Armani. Tujuannya jelas, yaitu melindungi aset tata kelola Armani Group dan memastikan aset-aset ini tetap stabil dari waktu ke waktu. Awalnya, yayasan ini hanya memiliki kurang dari 1 persen saham perusahaan, tapi setelah kepergiannya, kepemilikannya melonjak jadi 30 persen saham dan hak suara, dengan Dell’Orco sebagai ketua yayasan.

Ada kutipan penting yang bikin kita makin paham visi Armani dari surat wasiatnya:

“Surat wasiat tersebut menetapkan bahwa semua keputusan strategis jangka pendek dan menengah akan berada di tangan Bapak Dell’Orco dan keluarganya, dengan dukungan dari yayasan; namun, keputusan-keputusan ini dipandu oleh Armani sendiri, baik dalam hal misi merek maupun dalam kemungkinan tindakan yang berimplikasi pada struktur jangka menengah dan panjang grup,” demikian pernyataan komite eksekutif Giorgio Armani.

“Dalam hal ini, surat wasiat tersebut merujuk pada pencatatan di pasar saham serta pembukaan mitra minoritas yang memiliki reputasi yang diakui dan memiliki minat yang tulus terhadap merek tersebut. Tanggung jawab atas keputusan dan pengelolaan proses ini akan tetap berada di tangan Bapak Dell’Orco dan keluarganya, di bawah arahan yayasan, tetapi selalu dalam prinsip dan aturan yang ditetapkan oleh Bapak Armani,” tambah komite eksekutif.

Jadi, meskipun Armani sudah tiada, roh dan visinya akan terus membimbing masa depan kerajaan mode yang ia bangun, memastikan warisannya tetap relevan dan kokoh.
Reporter: Nur Pangesti

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panggung Kreativitas Tanpa Batas: Semarak Pembukaan Insan Fest 2026 Menuju Milad BQAM ke-12 Persembahan Kelas Akhir

19 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Menembus Panggung Dunia: 5 Santri Al Jahra Resmi Melangkah ke Ajang Internasional Moslem Youth Orator (IMYO)

18 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Teguhkan Ruhiyah, Recharge Semangat Guru SIT se-Jember melalui BPI Akbar

16 Agustus 2026 - 19:35 WIB

SDIT Ar Ruhul Jadid Wakili Kecamatan Jombang di Pesta Siaga 2026

13 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Lagu MBG Viral, Golkar: Rakyat Senang itu Yang Penting

29 Mei 2026 - 13:15 WIB

Trending di Berita Terkini